Booming Genteng! Program Gentengnisasi Bisa Serap Ratusan Juta Pcs dari UMKM Lokal

Penulis -

Kamis, 16 April 2026 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PKP Maruarar Sirait melepas pengiriman perdana 44.000 pcs genteng untuk kebutuhan perumahan Hunian Warisan Bangsa. (Foto: Kementerian PKP)

Menteri PKP Maruarar Sirait melepas pengiriman perdana 44.000 pcs genteng untuk kebutuhan perumahan Hunian Warisan Bangsa. (Foto: Kementerian PKP)

Purwakarta, Javanusa—Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau pabrik genteng di Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.  Program ini bertujuan memperkuat penggunaan material lokal dalam pembangunan perumahan.

Menteri meninjau lokasi bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. Pengusaha nasional James Riady turut hadir dalam peninjauan itu.

Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta. Peninjauan berlangsung pada Selasa (14/4/2026).

Penegasan Tata Kelola Program

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan pelaksanaan program harus sesuai aturan. Ia meminta pelaksanaan berjalan transparan dan akuntabel.

“Pelaksanaan program gentengnisasi ini harus sesuai aturan, transparan, dan akuntabel. Kita ingin program ini tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga tepat,” ujar Menteri Ara.

Ia menjelaskan peninjauan bertujuan memastikan kesiapan UMKM genteng lokal. Fokus utama mencakup dukungan terhadap program BSPS di Jawa Barat.

“Hari ini kita berada di pabrik genteng Plered untuk melihat langsung kesiapan UMKM genteng lokal. Kita ingin memastikan mereka siap dari sisi produksi, kualitas, dan distribusi,” jelasnya.

Potensi Ekonomi dari Program Gentengnisasi

Menteri Ara memaparkan potensi ekonomi dari program ini cukup besar. Tahun ini BSPS di Jawa Barat mencapai 40.000 unit rumah.

Satu unit rumah membutuhkan sekitar 300 pcs genteng. Harga genteng lokal diperkirakan Rp2.300 per pcs. Jika menggunakan genteng lokal, perputaran ekonomi bisa mencapai Rp27,6 miliar. Nilai ini ditujukan bagi UMKM genteng lokal di Jawa Barat.

Ia menambahkan kebutuhan genteng juga berasal dari rumah subsidi. Pada 2025, rumah subsidi di Jawa Barat mencapai 62.591 unit.

Setiap unit membutuhkan sekitar 730 pcs genteng. Pemerintah mendorong seluruh rumah subsidi memakai genteng lokal tahun ini.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Pemkab Dharmasraya Hadirkan Pasar Murah di Koto Baru hingga Sungai Rumbai

“Kita doakan UMKM genteng lokal bisa naik kelas melalui program gentengnisasi ini, karena skalanya besar dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sebagai pembanding, pada 2025 pemesanan genteng mencapai sekitar 3 juta pcs. Sekitar 72 pabrik genteng di Plered memenuhi kebutuhan tersebut.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Swasta

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi program gentengnisasi. Ia menilai program ini membantu ekonomi daerah.

“Kami mengapresiasi Menteri PKP atas program gentengnisasi ini. Penggunaan produk genteng dari UMKM lokal Jawa Barat akan sangat membantu meningkatkan ekonomi daerah,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan siap mendukung program tersebut. Dukungan mencakup kemudahan perizinan produksi genteng. Pemerintah juga mendorong peningkatan kesejahteraan buruh genteng.

James Riady menyampaikan dukungan dari sektor swasta. Ia menyebut pemesanan genteng sebagai langkah awal program.

“Untuk mendukung dan memulai program gentengnisasi ini, hari ini kami memesan sebanyak 44.000 pcs genteng untuk kebutuhan perumahan Hunian Warisan Bangsa dari Lippo Group,” ujarnya.

Melalui langkah ini, Kementerian PKP berharap program berjalan optimal. Program ini diharapkan mempercepat penyediaan hunian layak. Program juga diharapkan mendorong industri bahan bangunan lokal. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal
Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi
Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak
Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen
Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru