Industri Agro Nasional Tangguh Hadapi Gejolak Global, Kemenperin Dorong Inovasi Kemasan Alternatif

Penulis -

Sabtu, 25 April 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika. (Foto: Kemenperin)

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian menegaskan industri agro nasional, terutama sektor makanan dan minuman, tetap menjaga keberlanjutan produksi di tengah dinamika global.

Kondisi global memengaruhi harga bahan baku plastik, sehingga pemerintah mendorong pengembangan kemasan alternatif untuk memperkuat daya saing industri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah, berpotensi memengaruhi rantai pasok bahan baku kemasan. Kondisi ini sekaligus membuka peluang bagi industri dalam negeri untuk berinovasi.

Ia menegaskan, industri makanan dan minuman memanfaatkan plastik secara luas untuk kebutuhan kemasan.

Oleh karena itu, situasi global saat ini mendorong peningkatan efisiensi dan percepatan inovasi kemasan yang lebih berkelanjutan.

Diversifikasi Material Mulai Dijalankan

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan pelaku industri mulai melakukan diversifikasi material kemasan. Mereka memanfaatkan kertas, kaca, logam, serta plastik daur ulang seperti recycled PET (rPET).

Kemenperin menilai industri pulp dan kertas nasional memiliki fondasi kuat untuk mendukung transformasi kemasan berbasis kertas.

Pada 2025, sektor ini didukung 113 perusahaan dengan kapasitas produksi pulp mencapai 14,48 juta ton per tahun dan kertas 25,37 juta ton per tahun.

Nilai ekspor industri tersebut mencapai USD 8,2 miliar dan menyerap sekitar 1,48 juta tenaga kerja.

Potensi Besar Kemasan Berbasis Kertas

Putu menjelaskan, kemasan berbasis kertas memiliki potensi besar untuk sektor ritel, industri makanan dan minuman, e-commerce, serta logistik.

Pemerintah juga fokus mengembangkan aseptic packaging untuk mengurangi ketergantungan pada rantai pasok dingin.

Ia menambahkan, inovasi seperti barrier paper, paper bottle, nano-cellulose coating, dan active paper packaging perlu diperkuat melalui riset dan investasi berkelanjutan.

Bioplastik dari Bahan Hayati Terus Dikembangkan

Selain kertas, Kemenperin juga mendorong pengembangan bioplastik berbasis bahan hayati seperti singkong dan rumput laut.

Baca Juga :  Indonesia–Rusia Perkuat Kerja Sama Industri, Peluang Investasi Baru Menguat Jelang INNOPROM 2026

Sejumlah pelaku industri dalam negeri telah memproduksi kemasan ramah lingkungan berbasis pati singkong dan seaweed-based packaging.

Indonesia memiliki peluang besar mengembangkan industri ini karena menjadi salah satu produsen utama ubi kayu dan rumput laut dunia.

Berdasarkan data SIINas, kapasitas industri bioplastik berbahan baku ubi kayu mencapai 8 ribu ton per tahun. Sementara itu, kapasitas bioplastik berbahan baku rumput laut mencapai 28 ton per tahun.

Komitmen Perkuat Struktur Industri

Kemenperin menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan global dan memfokuskan kebijakan pada penguatan struktur industri nasional. Pemerintah mendorong diversifikasi bahan baku, penguatan sektor hulu, serta pengembangan produk kemasan.

Langkah tersebut diharapkan meningkatkan daya saing dan memperkuat ketahanan industri agro nasional dalam menghadapi gejolak eksternal. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB