Padang, Javanusa—Upaya pencarian terhadap dua anak yang hanyut di kawasan Pantai Ulak Karang, Kota Padang, Sumatera Barat, kembali belum membuahkan hasil hingga memasuki hari ketiga operasi, Senin (20/4/2026) sore.
Tim SAR gabungan terus memperluas jangkauan pencarian, namun hingga batas waktu operasi hari ini, keberadaan kedua korban masih belum berhasil dilacak.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri menjelaskan pada hari ketiga ini proses pencarian dilakukan secara lebih intensif dengan membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU).
“Penyisiran dilakukan hingga radius sekitar enam mil laut dari titik terakhir korban terlihat (Last Known Position/LKP), namun hasilnya masih nihil,” ujar Hendri, Senin malam.
Ia menambahkan, sesuai prosedur yang berlaku, operasi pencarian sementara dihentikan pada pukul 18.00 WIB dan akan kembali dilanjutkan pada Selasa pagi.
Kekuatan SAR Gabungan Dikerahkan
Dalam operasi ini, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai perlengkapan, termasuk drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh dari udara, perahu karet (LCR), serta peralatan penyelamatan air lainnya.
Sebanyak 107 personel turut terlibat dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari Kantor SAR Padang, TNI, Brimob Polda Sumbar, Polairud, BPBD Kota Padang, Damkar, PMI, relawan, hingga masyarakat sekitar.
Cuaca Relatif Berawan, Tantangan Tetap Ada
Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan relatif berawan dengan kecepatan angin sekitar 5 knot. Meski demikian, luasnya area pencarian menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Pencarian Dilanjutkan Keesokan Hari
Rencananya, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Selasa (21/4/2026) pukul 07.30 WIB dengan mengacu pada evaluasi penyisiran sebelumnya, terutama di titik-titik koordinat yang telah ditetapkan.
Fokus pencarian tetap diarahkan pada area perairan dan garis pantai di sekitar lokasi awal kedua korban dilaporkan hilang.
Peristiwa ini bermula pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, ketika dua bocah masing-masing Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9), warga Gunung Pangilun, tengah bermain dan mandi di Pantai Ulak Karang bersama sejumlah teman mereka.
Namun sekitar pukul 12.00 WIB, keduanya diduga terseret arus laut yang cukup kuat hingga menghilang dari pantauan.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut sempat melakukan pencarian secara mandiri, tetapi tidak berhasil menemukan korban sebelum akhirnya melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang. (*/red)






