Padang, Javanusa—Pencarian dua anak yang hilang terseret arus di Pantai Ulak Karang masih berlanjut hingga hari kelima, Rabu (22/4/2026).
Tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban hingga operasi dihentikan sementara pada sore hari.
Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Hendri, mengatakan pelaksanaan pencarian telah mengikuti rencana operasi yang disusun sebelumnya. Namun, hasil yang diperoleh masih nihil.
Operasi dihentikan sementara sekitar pukul 18.00 WIB dengan pertimbangan faktor keselamatan dan keterbatasan pencahayaan. Pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan keesokan harinya mulai pukul 07.30 WIB.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (18/4/2026). Dua korban, Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9), warga Gunungpangilun, dilaporkan terseret arus saat mandi di pantai sekitar pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, keduanya bermain air bersama teman-temannya sejak pagi.
Warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri setelah kejadian, namun tidak berhasil menemukan korban. Laporan kemudian diteruskan ke pihak SAR untuk penanganan lebih lanjut.
Dalam operasi hari kelima, area pencarian diperluas hingga sekitar 20 nautical mile. Tim SAR membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir sektor berbeda untuk memaksimalkan upaya pencarian.
Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cukup mendukung dengan angin berkisar 3 hingga 7 knot. Meski demikian, korban belum berhasil ditemukan.
Sebanyak 107 personel terlibat dalam operasi ini, terdiri dari unsur Kantor SAR Padang, TNI, Brimob Polda Sumbar, Polairud, BPBD Kota Padang, Damkar, PMI, serta berbagai relawan dan masyarakat.
Berbagai peralatan turut dikerahkan, mulai dari kendaraan operasional, perahu karet (LCR), perlengkapan SAR air, alat medis, sistem komunikasi, hingga drone thermal untuk pemantauan udara. (*/red)






