Kualitas Kopi Nasional, Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian

Penulis -

Sabtu, 25 April 2026 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ditjen IKMA Kemenperin menggelar Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi SDM Penyangraian Biji Kopi di Amuya Coffee Academy, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Foto: Kemenperin)

Ditjen IKMA Kemenperin menggelar Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi SDM Penyangraian Biji Kopi di Amuya Coffee Academy, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus meningkatkan kualitas industri kopi nasional di tengah tren konsumsi yang meningkat dalam satu dekade terakhir.

Selain memperkuat sektor hulu, Kemenperin mendorong peningkatan kompetensi pelaku industri pada seluruh tahapan pengolahan kopi agar menghasilkan produk bercita rasa khas.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, peningkatan konsumsi kopi turut mendorong tuntutan kualitas produk. Konsumen kini tidak hanya mengonsumsi kopi, tetapi juga memahami cita rasa dan keunikan setiap sajian.

“Seiring meningkatnya konsumsi dan berkembangnya industri kopi di Indonesia, tuntutan terhadap kualitas produk kopi juga semakin tinggi,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/4).

Data Organisasi Kopi Dunia (International Coffee Organization/ICO) mencatat konsumsi kopi Indonesia tumbuh 50,02 persen dalam 10 tahun terakhir. Sementara itu, Euromonitor mencatat pertumbuhan kafe di Indonesia mencapai 16 persen per tahun.

Agus menegaskan, budaya minum kopi di kafe membuat konsumen semakin selektif terhadap kualitas dan karakter sajian. Karena itu, pelaku industri harus memberi perhatian khusus pada setiap tahapan pengolahan kopi.

Peran Penting Proses Penyangraian

Proses penyangraian biji kopi memegang peran penting dalam menentukan mutu produk akhir. Tahapan ini menentukan aroma, rasa, dan karakter kopi yang dihasilkan.

Sebagai bentuk pembinaan, Ditjen IKMA menggelar Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi SDM Penyangraian Biji Kopi di Amuya Coffee Academy, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 15–16 April 2026. Kegiatan ini melibatkan 17 peserta dari IKM kopi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengatakan, sertifikasi ini meningkatkan pengetahuan dan kompetensi tim penyangrai kopi.

“Fasilitasi sertifikasi ini kami gelar untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan SDM IKM kopi, khususnya tim penyangrai kopi,” ujar Reni.

Baca Juga :  Tanah Datar Gandeng Ruangguru, 400 UMKM dan Pokdarwis Bakal Ikuti Pelatihan Digital
Potensi Besar Industri Kopi Nasional

Data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) mencatat terdapat 1.501 unit IKM olahan kopi dan 78 perusahaan industri besar di sektor tersebut. Selain itu, terdapat 21 sentra IKM olahan kopi yang tersebar di berbagai daerah.

Reni menegaskan, peningkatan kualitas IKM kopi menjadi bagian dari upaya pemerintah memaksimalkan potensi industri nasional. Langkah ini sekaligus mempertahankan posisi Indonesia sebagai produsen kopi terbesar keempat dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.

Sertifikasi Tingkatkan Kredibilitas dan Akses Pasar

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan volume ekspor kopi olahan Indonesia mencapai 117,5 ribu ton pada 2024. Negara tujuan utama meliputi Malaysia, Timor Leste, Tiongkok, Filipina, dan Arab Saudi.

Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan, Afrizal Haris menegaskan, sertifikasi kompetensi menjadi pengakuan resmi atas keterampilan pelaku IKM kopi. Sertifikasi juga meningkatkan kredibilitas usaha di mata konsumen dan mitra bisnis.

“Dengan adanya sertifikasi kompetensi penyangraian biji kopi ini diharapkan pelaku IKM kopi mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta naik kelas menjadi industri yang lebih profesional dan berkelanjutan,” tutup Afrizal. (*/red)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru