Indonesia–Jerman Perkuat Kemitraan Strategis, Wamendag Roro: Peluang Perdagangan dan Investasi Makin Terbuka

Penulis -

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam acara Evening Reception with Business Talk: Germany and Indonesia, Opportunities for a Deeper Partnership di Jakarta, Kamis (30/4). (Foto: Kemendag)

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam acara Evening Reception with Business Talk: Germany and Indonesia, Opportunities for a Deeper Partnership di Jakarta, Kamis (30/4). (Foto: Kemendag)

Jakarta, Javanusa—Indonesia dan Jerman memegang peran penting di kawasan masing-masing sebagai penggerak ekonomi utama. Jerman menjadi kekuatan besar di Uni Eropa, sementara Indonesia berpengaruh di Asia Tenggara.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan hal itu dalam acara Evening Reception with Business Talk: Germany and Indonesia, Opportunities for a Deeper Partnership di Jakarta, Kamis (30/4).

Roro menegaskan kedua negara harus mempererat kemitraan strategis demi mendorong perdagangan yang saling menguntungkan.
Ia juga menilai hubungan bilateral perlu diperkuat melalui langkah kolaboratif yang konkret.

Perdagangan dan Ekspor Tunjukkan Tren Positif

Roro menjelaskan Jerman menjadi salah satu mitra strategis utama Indonesia. Pemerintah Indonesia telah membentuk dua perwakilan perdagangan di Jerman untuk memperkuat hubungan ekonomi.

Perwakilan tersebut meliputi Atase Perdagangan di Berlin dan Indonesian Trade Promotion Center di Hamburg.
Langkah ini bertujuan memperluas akses pasar dan meningkatkan kinerja ekspor nasional.

Ekspor industri mesin cetak Indonesia ke Jerman mencapai lebih dari USD 281 juta pada 2025.
Selain itu, ekspor kopi, teh, dan rempah-rempah mencatat nilai USD 243 juta dengan pertumbuhan 175 persen.

Di sisi lain, Jerman mengekspor pipa dan tabung baja ke Indonesia senilai USD 215 juta pada 2025. Nilai tersebut tumbuh 225 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Data ini menunjukkan struktur perdagangan kedua negara saling melengkapi dan terus berkembang.

I-EU CEPA Dorong Peluang Lebih Luas

Roro menilai momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kerja sama perdagangan secara lebih luas.
Ia menyebut Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) menjadi instrumen penting.

Perjanjian tersebut saat ini memasuki tahap akhir peninjauan hukum. Pemerintah menargetkan penandatanganan pada akhir 2026 dan implementasi pada awal 2027.

Baca Juga :  Dorong Inovasi dan Daya Saing UMKM, Wako Solok Buka Pelatihan SDM Pembatik Batik Prada

Roro optimistis I-EU CEPA akan memberikan kepastian hukum dan insentif strategis bagi pelaku usaha.
Perjanjian ini juga membuka peluang bagi UMKM untuk mengakses pasar global yang lebih luas.

Selain itu, pelaku bisnis Jerman dapat memperkuat investasi di sektor energi, bahan baku, dan industri hijau di Indonesia.

Kerja Sama Merambah Sektor Jasa Profesional

Kemitraan Indonesia dan Jerman kini berkembang hingga sektor jasa profesional. Pemerintah mendorong kolaborasi penempatan tenaga kerja terampil ke luar negeri.

Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran menempatkan 4.000 tenaga kerja Indonesia di Jerman. Tenaga kerja tersebut akan mengisi sektor perhotelan, ritel, dan kesehatan.

Roro menyebut program ini sebagai bukti transformasi kemitraan menjadi lebih komprehensif. Kerja sama kini mencakup mobilitas talenta dan pengembangan sumber daya manusia.

Hubungan Bilateral Kian Kuat

Anggota parlemen Jerman, Thomas Bareiß, menyatakan hubungan Indonesia dan Jerman telah terjalin lebih dari 60 tahun. Hubungan tersebut dibangun atas dasar kepercayaan dan kepentingan ekonomi bersama.

Saat ini, sekitar 300 perusahaan Jerman beroperasi di Indonesia dari berbagai skala usaha. Ia meyakini kehadiran I-EU CEPA akan memperkuat perdagangan dan investasi kedua negara.

Nilai Perdagangan Capai USD 860,6 Juta

Total perdagangan Indonesia dan Jerman pada Januari hingga Februari 2026 mencapai USD 860,6 juta. Ekspor Indonesia ke Jerman tercatat sebesar USD 331,1 juta.

Sementara itu, impor Indonesia dari Jerman mencapai USD 529,5 juta. Angka tersebut menunjukkan hubungan ekonomi kedua negara terus tumbuh secara signifikan. (*/red)

Berita Terkait

Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:57 WIB

Berbagi Pengalaman di Unand, Fadly Amran Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin Berintegritas dan Peduli Sesama

Senin, 14 September 2026 - 20:33 WIB

Dies Natalis ke-70 Unand, Mahyeldi Minta Riset Tak Berhenti di Publikasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Buka PKKMB PNP 2026, Fadly Amran Dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi dan Kejar Prestasi

Senin, 2 Maret 2026 - 08:06 WIB

Cegah Sejak Dini, FK Unbrah Edukasi Mahasiswa Baru tentang Bahaya Infeksi Menular Seksual

Jumat, 15 November 2024 - 07:02 WIB

Dosen PA Unbrah dan RSUD dr. Rasidin Padang Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis

Senin, 4 November 2024 - 15:15 WIB

FK Unbrah Edukasi Masyarakat Padang Pariaman tentang Diabetes Melitus

Berita Terbaru