Padang, Javanusa—Hujan deras mengguyur Kota Padang pada Selasa (5/5) malam. Kondisi itu tidak menghambat proses pemberangkatan jemaah haji Kloter 11 Embarkasi Padang.
Penerbangan tetap berjalan sesuai jadwal. Bahkan, proses keberangkatan berlangsung lebih cepat dari waktu yang ditentukan.
Kloter 11 dilepas oleh Kakanwil Kemenhaj M. Rifki. Hadir pula Wakil Bupati Sijunjung Iraddatillah, Kabag Kesra, Kakan Kemenhaj Sijunjung Hamid Arwani, pimpinan Garuda Indonesia, Otoritas Bandara, Gapura, Angkasa Pura, serta tim PPIH Embarkasi.
Kloter 11 berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau Bandara Internasional Minangkabau menuju Bandara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz Madinah. Penerbangan menggunakan pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 777-300ER dengan nomor GA3511.
Komitmen Garuda Jaga Ketepatan Waktu
Manager Station Garuda Indonesia Padang, Rusdi Saad, menegaskan komitmen maskapai menjaga keselamatan dan ketepatan waktu.
Ia menyebut arahan Direktur Operasi Capt. Dani Haikal menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.
“Kami tetap mengutamakan keselamatan, baik saat cuaca cerah maupun hujan,” ujarnya.
Mitigasi Cuaca dan Percepatan Boarding
Rusdi menjelaskan berbagai langkah mitigasi telah disiapkan. Langkah itu untuk menghadapi hujan deras yang terjadi. Tim menggunakan tangga boarding berkanopi untuk melindungi jemaah.
Selain itu, proses boarding dimulai 30 menit lebih awal. Garuda juga menambah petugas di dalam pesawat. Petugas membantu penataan bagasi jemaah.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan Angkasa Pura. Dukungan termasuk penyediaan dua unit mobil follow me.
Terbang Lebih Cepat dari Jadwal
Upaya tersebut membuat proses berjalan lancar. Pesawat Kloter 11 lepas landas pada 23.17 WIB. Waktu itu lebih cepat 18 menit dari jadwal. Penerbangan tercatat sebagai early take off.
Rusdi menegaskan seluruh tim Garuda Indonesia berkomitmen menjaga on time performance. Komitmen berlaku pada setiap penerbangan jemaah haji.
Apresiasi Kemenhaj Sumbar
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat M. Rifki menyampaikan apresiasi. Ia menilai seluruh pihak bekerja optimal.
“Sinergi Garuda Indonesia, Angkasa Pura, Gapura, Otoritas Bandara, dan tim teknis berjalan sangat baik,” ujarnya.
Kloter 11 terdiri dari beberapa daerah. Kabupaten Pesisir Selatan berjumlah 208 orang. Kabupaten Sijunjung 90 orang, Kabupaten Dharmasraya 83 orang, dan Kota Padang 4 orang. Total jemaah mencapai 393 orang dengan lima petugas pendamping. Tiga kursi tercatat kosong karena alasan kesehatan. Selain itu, 16 jemaah menggunakan layanan kursi roda. (*/red)






