Padang, Javanusa—Ada yang berbeda dari perlombaan kebersihan di Kota Padang tahun ini. Lomba Padang Rancak Award (PRA) 2026 yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak sedang mencari lingkungan yang ”cantik dadakan” saat juri datang, melainkan lingkungan yang benar-benar hidup dengan budaya bersih setiap hari.
Tahun ini, Sesi I Padang Rancak Award telah resmi mengumumkan pemenangnya. Penghargaan ini menjadi bukti apresiasi bagi RT, RW, Bank Sampah, hingga Lembaga Pengelola Sampah (LPS) yang mampu menjaga konsistensi pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
“Setelah melalui proses penjurian yang cukup alot dan panjang, akhirnya kita umumkan pemuncak Padang Rancak Award 2026 Sesi I,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, Rabu (6/5/2026).
Daftar Juara RT, RW, Bank Sampah dan LPS
DLH Padang menetapkan sejumlah kategori pemenang dalam ajang tersebut. Untuk kategori RT Terbaik, gelar juara diraih RT 05 RW 08 Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.
Sementara itu, RW Terbaik dimenangkan RW 02 Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan.
Di kategori Bank Sampah Terbaik, Bank Sampah Pasie Nan Tigo dari Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah berhasil meraih posisi puncak.
Untuk Lembaga Pengelola Sampah (LPS) Terbaik, LPS Jati Berkah dari Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur keluar sebagai juara.
Penghargaan Tingkat Kecamatan Juga Diberikan
DLH Padang juga memberikan penghargaan di tingkat kecamatan. Total peserta mencapai 171 RT dan 33 RW yang tersebar di seluruh Kota Padang.
“Selain pemenang tingkat kota, penghargaan juga diberikan kepada pemenang tingkat kecamatan yang melibatkan total 171 RT dan 33 RW se-Kota Padang,” tambah Fadelan.
Sistem Penilaian PRA 2026 Lebih Dinamis
Tahun ini, sistem penilaian Padang Rancak Award berubah lebih dinamis. Penilaian tidak lagi berlangsung satu kali, tetapi berjalan selama periode panjang.
“Penilaian tidak hanya dilakukan sekali, tetapi melibatkan proses panjang selama 1 April hingga 6 Mei 2026,” jelas Fadelan.
Tahap Penilaian Berlapis dan Melibatkan Warga
Proses seleksi PRA 2026 berlangsung bertahap dan berlapis. Warga lebih dulu melakukan Penilaian Mandiri atau self-assessment.
Tahap berikutnya, camat, lurah, dan RW melakukan klasifikasi. Relawan mahasiswa kemudian turun ke lapangan untuk verifikasi langsung.
Tahap akhir melibatkan dewan juri gabungan dari akademisi, jurnalis, dan Pemerintah Kota Padang.
Budaya Bersih Jadi Indikator Utama
DLH Padang menegaskan Padang Rancak Award bukan ajang dekorasi sementara. Penilaian tidak berfokus pada tampilan yang muncul saat lomba berlangsung.
Sebaliknya, indikator utama meliputi kedisiplinan memilah sampah dari sumber, semangat gotong royong, serta inovasi lingkungan yang berkelanjutan.
Perubahan fisik seperti taman tetap penting, namun DLH menilai perubahan perilaku warga menjadi faktor utama.
Harapan Menjadi Gerakan Bersama
Pemerintah Kota Padang berharap Padang Rancak Award tidak berhenti sebagai kompetisi. Program ini diharapkan berkembang menjadi gerakan lingkungan mandiri.
DLH menargetkan kebersihan menjadi bagian dari karakter masyarakat. Dengan begitu, budaya bersih dapat mengakar kuat di Kota Padang. Dimana menjaga kebersihan harus menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat Kota Padang. (*/red)






