KLH Dorong Sampah Pasar Caringin Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

Penulis -

Senin, 11 Mei 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh. Jumhur Hidayat meninjau pengelolaan sampah di Pasar Induk Caringin, Minggu (10/5/2026). (Foto: Kementerian LH/BPLH)

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh. Jumhur Hidayat meninjau pengelolaan sampah di Pasar Induk Caringin, Minggu (10/5/2026). (Foto: Kementerian LH/BPLH)

Bandung, Javanusa—Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat meninjau pengelolaan sampah di Pasar Induk Caringin, Minggu (10/5/2026).

Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalian sampah di pasar tradisional perkotaan.

Pasar tradisional dinilai menjadi salah satu penyumbang timbulan sampah terbesar di kawasan perkotaan. Karena itu, KLH/BPLH mendorong pengelolaan sampah berbasis pengolahan di sumber.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Jumhur melihat langsung fasilitas pengolahan sampah yang telah beroperasi di Pasar Caringin. Pengelola memanfaatkan sampah organik menjadi kompos, silase, pupuk cair, dan bioetanol.

Selain itu, pengelola juga mengolah sampah anorganik menjadi briket biochar. Menurut Jumhur, langkah itu tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

“Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi dan membuka green jobs bagi masyarakat. Apa yang dilakukan Pasar Caringin ini menunjukkan bahwa sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Praktik baik seperti ini perlu didukung dan direplikasi secara lebih luas,” ujar Menteri Jumhur.

Kapasitas Pengolahan Masih Kurang

Menteri Jumhur mengapresiasi inisiatif pengelolaan sampah yang telah berjalan di Pasar Caringin. Namun, kapasitas pengolahan saat ini masih belum sebanding dengan volume sampah harian.

Dari sekitar 50 ton sampah per hari, sekitar 15 ton masih tertahan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar. Kondisi itu berpotensi memicu penumpukan sampah, terutama saat akhir pekan.

Hasil pemantauan lapangan juga menunjukkan masih adanya tumpukan sampah di area TPS dan jalan lingkungan pasar. Karena itu, KLH/BPLH menilai perlu peningkatan kapasitas fasilitas pengolahan.

Selain memperkuat sarana dan prasarana, pemerintah juga perlu mengoptimalkan sumber daya manusia dalam pengelolaan sampah pasar.

Baca Juga :  Pemko Pariaman Gandeng Kementerian LHK Dalam Pengelolaan Sampah, Inovasi Sebotik Layak Jadi Percontohan
Dorong Pengelolaan Berbasis Ekonomi Sirkular

KLH/BPLH menilai pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Pasar Induk Caringin memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Dominasi sampah organik membuka peluang produksi kompos, pakan fermentasi, hingga energi alternatif. Sementara itu, sampah anorganik dapat diolah menjadi bahan bakar padat seperti briket.

Ke depan, KLH/BPLH akan terus mendorong pemerintah daerah, pengelola pasar, dan pemangku kepentingan memperkuat tata kelola persampahan berbasis pengurangan dan pengolahan di sumber.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Selain itu, upaya itu juga mendukung percepatan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. (*/red)

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru