Padang, Javanusa—Semen Padang FC langsung bergerak melakukan pembenahan setelah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim 2026/2027.
Manajemen Kabau Sirah mulai menyusun langkah strategis untuk membangun kembali kekuatan tim dengan target kembali promosi ke Liga 1.
Salah satu keputusan yang diambil manajemen ialah menunjuk Deni Sulton sebagai General Manager sekaligus Asisten Manajer Tim.
Penunjukan tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan setelah berakhirnya kompetisi Liga 1 musim 2025/2026.
Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, mengatakan langkah tersebut menjadi upaya awal klub dalam menyiapkan seluruh kebutuhan tim untuk menghadapi kompetisi musim depan.
“Setelah laga terakhir melawan Persija Jakarta, manajemen langsung melakukan evaluasi dan mengambil sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah mengangkat Deni Sulton sebagai General Manager,” kata Braditi Moulevey.
Deni mulai menjalankan tugasnya secara efektif sejak Senin (25/5/2026). Kehadirannya diharapkan mampu mempercepat proses persiapan tim menuju Liga 2.
Pengalaman Deni di sepak bola nasional menjadi salah satu alasan utama manajemen mempercayakan posisi tersebut kepadanya.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Sekretaris Tim Nasional Indonesia pada era pelatih Shin Tae-yong.
Menurut Braditi, Deni akan mengoordinasikan berbagai kebutuhan tim, mulai dari pembentukan skuad hingga persiapan teknis dan operasional menjelang bergulirnya Liga 2.
“Deni dipercaya untuk mempersiapkan kebutuhan tim menghadapi Liga 2, termasuk pembentukan skuad dan penentuan stadion kandang,” ujarnya.
Stadion Kandang Jadi Perhatian Manajemen
Selain pembentukan tim, persoalan markas kandang juga menjadi perhatian serius manajemen. Semen Padang FC dipastikan tidak dapat menggunakan Stadion Haji Agus Salim karena stadion tersebut akan menjalani renovasi.
Kondisi itu membuat klub harus mencari stadion alternatif sebagai kandang selama kompetisi Liga 2 berlangsung.
Sejumlah opsi telah masuk dalam pertimbangan manajemen, termasuk Stadion Benteng Reborn di Tangerang dan Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi.
Braditi menyebutkan kedua stadion tersebut sudah melalui proses survei dan saat ini masih berada dalam tahap evaluasi.
“Kami telah meninjau beberapa stadion yang memungkinkan digunakan untuk Liga 2. Stadion Benteng dan Stadion Patriot sudah kami survei, termasuk menerima penawaran dari pengelolanya. Saat ini seluruh opsi masih dievaluasi,” katanya.
Manajemen Mulai Susun Kerangka Skuad
Di sisi lain, manajemen juga mulai menyusun kerangka tim untuk musim depan. Proses inventarisasi pemain telah berjalan meski klub masih menunggu pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Sejumlah pemain lama berpeluang tetap bertahan untuk menjaga fondasi tim sekaligus memudahkan proses pembentukan skuad baru.
“Kami sudah mulai menyusun kerangka tim untuk Liga 2. Target kami jelas, yaitu kembali ke Liga 1. Karena itu, proses pemetaan kebutuhan pemain sudah berjalan dan beberapa pemain lama kemungkinan akan tetap dipertahankan,” ujar Braditi.
Tak hanya memperkuat tim, Semen Padang FC juga membenahi struktur organisasinya. Dalam susunan kepengurusan terbaru, Andre Rosiade dipercaya sebagai Presiden Klub, Muhammad Ammar Tsaqif Rosiade menjabat Chief Executive Officer (CEO), sementara Braditi Moulevey mengemban tugas sebagai Chief Operating Officer (COO) sekaligus Manajer Tim.
Dengan pembenahan organisasi, persiapan skuad yang lebih awal, serta pencarian stadion kandang yang terus berjalan, Semen Padang FC menunjukkan keseriusannya untuk bangkit.
Klub berjuluk Kabau Sirah itu menargetkan Liga 2 hanya menjadi persinggahan sementara sebelum kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (*/red)






