Javanusa.com—Persaingan gelar MotoGP 2026 memasuki fase paling ketat setelah Jorge Martin dan Marc Marquez hanya terpaut dua poin menjelang MotoGP Mandalika.
Martin dari Aprilia Racing masih memimpin klasemen setelah 16 Grand Prix. Namun, Marc Marquez dari Ducati Lenovo Team terus menempel ketat setelah meraih tambahan 37 poin di Jepang.
Situasi tersebut membuat MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, menjadi salah satu seri paling menentukan dalam perebutan gelar juara dunia.
Di belakang keduanya, Marco Bezzecchi juga belum kehilangan peluang. Pembalap Aprilia itu hanya tertinggal 49 poin dari Martin dan berpeluang memangkas jarak apabila tampil kuat di Indonesia.
Marc Marquez Bawa Modal Penting dari Jepang
Persaingan Martin dan Marquez semakin sengit setelah seri Jepang. Sebelumnya, Martin memiliki keunggulan 12 poin atas juara dunia bertahan tersebut.
Marquez kemudian menjawab tekanan dengan penampilan kuat di Motegi. Setelah memenangi Tissot Sprint, pembalap bernomor 93 itu mengumpulkan total 37 poin dari Jepang.
Hasil tersebut memangkas jarak dengan Martin menjadi hanya dua poin. Ducati kini memiliki peluang untuk mengambil alih puncak klasemen jika Marquez kembali tampil maksimal di Mandalika.
Namun, Indonesia memiliki catatan berbeda bagi Marquez. Ia belum pernah menyentuh garis finis pada balapan Minggu di Indonesia.
Marquez juga dua kali meninggalkan Lombok akibat cedera. Salah satunya terjadi musim lalu setelah insiden yang melibatkan dirinya dan Marco Bezzecchi.
Martin Punya Rekor Positif di Mandalika
Tekanan besar justru berada di sisi Martin dan Aprilia. Mandalika menjadi salah satu sirkuit yang memiliki catatan positif bagi pembalap Spanyol tersebut.
Martin meraih kemenangan bersama Ducati pada 2024. Setahun sebelumnya, ia juga berhasil finis di posisi kedua.
Meski demikian, Martin tidak turun pada balapan Mandalika musim lalu. Ia mengalami patah tulang selangka kanan setelah balapan di Jepang.
Kondisi itu membuat akhir pekan 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi pemimpin klasemen. Martin harus segera menemukan ritme setelah absen pada edisi sebelumnya.
Dengan jarak hanya dua poin, setiap hasil di Mandalika berpotensi mengubah posisi puncak klasemen MotoGP.
Bezzecchi Masih Bisa Mengganggu Persaingan
Selain Martin dan Marquez, Marco Bezzecchi tetap menjadi nama yang patut diperhitungkan.
Pembalap Aprilia itu telah mengoleksi empat podium dalam lima balapan Minggu terakhir. Seluruh podium tersebut ia raih dengan finis di posisi ketiga.
Bezzecchi juga memiliki pengalaman positif di Mandalika. Musim lalu, ia menjadi salah satu pembalap yang mampu tampil cepat di sirkuit tersebut.
Kini, ia hanya tertinggal 49 poin dari Martin. Dengan beberapa seri tersisa, selisih tersebut masih memungkinkan berubah drastis.
Bezzecchi datang ke Mandalika dengan status peraih pole position dan pemenang Sprint pada GP Indonesia musim lalu.
Aldeguer hingga Acosta Jadi Ancaman
Fermin Aldeguer juga patut masuk dalam daftar pembalap yang berpotensi mencuri perhatian. Pembalap BK8 Gresini Racing MotoGP itu tampil dominan dan memenangi GP Mandalika musim lalu.
Mengulang kemenangan tersebut memang bukan pekerjaan mudah. Namun, performa Aldeguer tetap membuatnya menjadi salah satu kandidat yang layak diperhatikan.
Pedro Acosta dan Alex Marquez juga memiliki peluang besar untuk bersaing di barisan depan. Keduanya finis di podium bersama Aldeguer pada balapan Indonesia musim lalu.
Acosta datang setelah menjalani balapan Minggu yang kurang memuaskan di Jepang. Sementara itu, Alex Marquez gagal finis setelah harus menjalani dua Long Lap Penalty.
Keduanya tentu memiliki motivasi untuk memberikan respons pada akhir pekan MotoGP Mandalika.
Bastianini Incar Momentum dari Jepang
Enea Bastianini juga membawa modal positif dari Motegi. Pembalap Red Bull KTM Tech3 itu menunjukkan ritme balapan yang kuat menjelang akhir GP Jepang.
Performa tersebut membuka peluang bagi Bastianini untuk kembali bersaing di barisan depan Mandalika.
Sementara itu, duo Trackhouse MotoGP, Raul Fernandez dan Ai Ogura, juga berpotensi memberikan kejutan.
Ogura hanya finis keenam di kandangnya sendiri. Persaingannya dengan Fernandez dan Acosta di Jepang berlangsung ketat hingga menjadi salah satu duel menarik pada akhir pekan tersebut.
Di Giannantonio Kejar Podium
Pertamina Enduro VR46 juga memiliki target penting di Mandalika melalui Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli.
Di Giannantonio belum masuk lima besar pada balapan Minggu sejak finis keempat di GP Belanda. Hasil tersebut membuat posisinya turun ke peringkat keenam klasemen.
Pembalap Italia itu juga harus menahan rasa sakit ketika menjalani balapan Jepang setelah mengalami insiden dengan Alex Marquez pada Sabtu.
Dengan kondisi yang diharapkan lebih baik, Di Giannantonio membidik hasil lebih tinggi di Mandalika, termasuk peluang kembali naik podium.
Moreira dan Yamaha Punya Peluang
Diogo Moreira menunjukkan tanda-tanda positif di Jepang meski akhir pekannya berakhir di area kerikil.
Sebelumnya, pembalap Pro Honda LCR itu berhasil meraih medali Sprint pertamanya. Hasil tersebut menjadi sinyal perkembangan positif bagi pembalap Brasil tersebut.
Fabio Quartararo juga membawa modal penting dari Jepang setelah mengeluarkan kemampuan terbaik Yamaha. Ia finis ketujuh di Mandalika musim lalu.
Rekan setimnya, Alex Rins, bahkan sempat berada di posisi kedua dalam GP Indonesia 2025. Kondisi tersebut membuka peluang bagi keduanya untuk kembali bersaing lebih dekat dengan barisan depan.
Bagnaia Berusaha Bangkit
Francesco Bagnaia masih mencari momentum untuk memperbaiki performanya. Juara dunia MotoGP dua kali itu hanya finis kedelapan pada GP Jepang.
Hasil tersebut memperpanjang catatan tanpa podium Bagnaia menjadi tujuh Grand Prix.
Namun, Mandalika memiliki kenangan positif bagi pembalap Ducati tersebut. Bagnaia merupakan pemenang GP Indonesia 2023.
Karena itu, seri Mandalika menjadi kesempatan penting bagi Bagnaia untuk mengakhiri periode sulit dan kembali mengumpulkan poin besar.
Zarco, Binder, dan Marini Pantang Diremehkan
Johann Zarco juga berambisi memperbaiki catatan musim ini. Pembalap Castrol Honda LCR tersebut baru mencatat hasil terbaik berupa posisi ketujuh.
Brad Binder turut mengincar posisi 10 besar. Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu memiliki catatan positif setelah finis keempat di Mandalika musim lalu.
Luca Marini juga memiliki peluang mencuri perhatian. Pembalap Honda HRC Castrol tersebut pernah finis kelima di Indonesia, yang menjadi hasil terbaiknya pada musim lalu.
Marini juga mempertahankan rekor selalu meraih poin dalam setiap balapan Minggu pada 2026. Di Jepang, ia finis di posisi ke-10.
Aleix Espargaro Kembali ke MotoGP
Absennya Joan Mir karena sakit membuat Honda kembali menyambut Aleix Espargaro untuk GP Mandalika.
Di sisi lain, Somkiat Chantra kembali menjalankan tugasnya di WorldSBK Portugal. Kehadiran Espargaro menambah persaingan di grid MotoGP Indonesia.
Maverick Viñales juga kembali beraksi setelah menjalani comeback di Jepang tanpa mengalami cedera.
Pembalap Red Bull KTM Tech3 itu masih memiliki peluang untuk memberikan hasil positif di Mandalika.
Sementara itu, Jack Miller dan Toprak Razgatlioglu dari Prima Pramac Yamaha MotoGP terus memburu tambahan poin untuk tim.
Razgatlioglu Punya Kenangan Manis di Indonesia
Mandalika memiliki arti khusus bagi Toprak Razgatlioglu. Sebelum bergabung dengan MotoGP, pembalap Turki itu meraih tiga kemenangan di Mandalika pada WorldSBK 2022.
Setahun sebelumnya, Razgatlioglu juga memastikan gelar WorldSBK pertamanya di Indonesia.
Kini, ia kembali ke sirkuit yang memiliki sejarah penting dalam perjalanan kariernya. Pengalaman tersebut menjadi modal tambahan saat menghadapi MotoGP Mandalika 2026.
Dengan Martin hanya unggul dua poin atas Marquez dan Bezzecchi masih berada dalam jarak 49 poin, GP Indonesia berpotensi menjadi salah satu seri paling menentukan dalam perebutan gelar MotoGP 2026. (*)






