Wamenhaj Minta Layanan Kesehatan Haji Madinah Siaga Hadapi Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua

Penulis -

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak saat meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Jumat (5/6/2026). (Foto: Kemenhaj)

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak saat meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Jumat (5/6/2026). (Foto: Kemenhaj)

Madinah, Javanusa—Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta petugas kesehatan haji di Madinah meningkatkan kesiapsiagaan menjelang kedatangan jemaah Indonesia gelombang kedua.

Para jemaah diperkirakan tiba dengan kondisi fisik yang lebih rentan setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Makkah dan Armuzna.

Permintaan tersebut disampaikan Dahnil saat meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, fase perpindahan jemaah dari Makkah ke Madinah memerlukan perhatian khusus karena kelelahan yang menumpuk selama pelaksanaan ibadah haji.

Jemaah Berpotensi Mengalami Kelelahan Pascapuncak Haji

Dahnil menjelaskan, sebagian besar jemaah gelombang kedua telah menjalani aktivitas fisik yang cukup berat. Mereka mengikuti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, serta rangkaian ibadah di Mina.

Setelah tiba di Madinah, banyak jemaah melanjutkan ibadah arbain dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tingkat kelelahan yang dialami jemaah.

“Kondisi ini perlu diantisipasi karena kelelahan yang dialami jemaah bisa semakin meningkat setelah menjalani seluruh rangkaian ibadah haji,” ujar Dahnil.

Petugas Diminta Aktif Memantau Kondisi Jemaah

Karena itu, Dahnil meminta petugas kesehatan tidak hanya menunggu jemaah datang berobat. Sebaliknya, petugas perlu aktif memantau kondisi kesehatan jemaah di sektor-sektor pemondokan.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antara KKHI Madinah dan tim kesehatan lapangan. Langkah tersebut diperlukan agar petugas dapat mendeteksi potensi gangguan kesehatan lebih dini.

Menurutnya, layanan kesehatan harus hadir secara proaktif melalui penguatan kegiatan visitasi ke hotel dan sektor tempat jemaah menginap. Dengan cara itu, jemaah yang membutuhkan penanganan segera bisa memperoleh layanan kesehatan tepat waktu.

Kesiapan Fasilitas dan Obat-obatan Diperiksa

Dalam kunjungan tersebut, Dahnil juga memeriksa kesiapan fasilitas kesehatan, ketersediaan obat-obatan, serta distribusi kebutuhan medis ke berbagai sektor pelayanan di Madinah.

Baca Juga :  Masjidil Haram Padat, Jemaah Diimbau Salat di Hotel dan Masjid Sekitar Hotel

Ia menegaskan seluruh perangkat layanan harus berada dalam kondisi siap guna untuk mendukung kebutuhan jemaah selama berada di Madinah.

Selain itu, petugas perlu memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia serta mereka yang memiliki penyakit penyerta atau risiko kesehatan tertentu. Kelompok tersebut dinilai lebih rentan mengalami gangguan kesehatan setelah menjalani puncak ibadah haji.

“Kami ingin memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, mudah diakses, dan berkualitas,” katanya.

Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan Jemaah

Dahnil juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas kesehatan haji yang terus melayani jemaah selama operasional haji berlangsung. Ia berharap para petugas tetap menjaga kondisi fisik serta semangat pelayanan agar dapat menjalankan tugas secara optimal.

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah terus memperkuat layanan kesehatan di Madinah sebagai bagian dari upaya perlindungan jemaah pada fase pasca-Armuzna.

Selain layanan di KKHI, petugas melakukan pemantauan kesehatan melalui sektor pelayanan dan tim visitasi. Upaya tersebut bertujuan memastikan jemaah tetap sehat hingga menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dan kembali ke Indonesia. (*/red)

Berita Terkait

BPIH 2027 Disepakati Rp98,46 Juta, Jemaah Haji Cukup Lunasi Rp23,04 Juta
Lindungi Dana Jemaah Umrah, Kemenhaj dan OJK Kaji Rekening Penampungan
Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tetap Aman
Travel Umrah Diperingatkan Tak Promosikan Haji Khusus Tanpa Izin PIHK
368 ASN Lulus Seleksi Mutasi Karier Batch II, Mulai Bergabung 1 November 2026
189 Pengaduan Travel Haji dan Umrah Masuk hingga September 2026, Kemenhaj Perketat Pengawasan
Kemenhaj Sumbar Ingatkan Travel Umrah Gunakan Identitas Sesuai Izin, ID Card Wajib Diberikan H-1
Perkuat Perlindungan Jemaah, Kemenhaj Sumbar Bentuk Satgas Awasi Travel Umrah di Bandara

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru