Kenapa Payudara Nyeri Padahal Haid Masih Lama? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penulis -

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang wanita sedang memeriksa payudaranya (Foto: Unplash)

Ilustrasi seorang wanita sedang memeriksa payudaranya (Foto: Unplash)

Javanusa.com—Nyeri pada payudara atau mastalgia sering menimbulkan kekhawatiran pada sebagian wanita, terutama ketika keluhan muncul jauh sebelum jadwal menstruasi.

Kondisi ini kerap dikaitkan dengan siklus haid, namun kenyataannya nyeri payudara bisa dipicu oleh berbagai faktor lain di luar periode tersebut.

Mastalgia umumnya tidak berbahaya, tetapi tetap perlu dikenali penyebabnya agar penanganan yang dilakukan tepat dan tidak menimbulkan kekhawatiran berlebih.

Penyebab Payudara Nyeri Meski Haid Masih Lama

Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan payudara terasa nyeri di luar siklus menstruasi:

1. Fluktuasi hormon di luar masa haid

Perubahan hormon estrogen dan progesteron tidak hanya terjadi menjelang menstruasi, tetapi juga saat ovulasi, kondisi stres, hingga penggunaan kontrasepsi hormonal. Perubahan ini dapat membuat jaringan payudara lebih sensitif sehingga menimbulkan rasa nyeri atau tegang.

2. Efek samping obat hormonal

Penggunaan obat tertentu seperti pil KB, terapi hormon, atau obat kesuburan dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh. Dampaknya, payudara bisa menjadi lebih sensitif, nyeri, bahkan sedikit membengkak meski tidak mendekati jadwal haid.

3. Tanda awal kehamilan

Pada sebagian wanita, nyeri payudara dapat menjadi salah satu gejala awal kehamilan. Kondisi ini terjadi akibat peningkatan hormon yang membuat aliran darah ke payudara meningkat, sehingga payudara terasa lebih penuh, berat, dan nyeri.

4. Benjolan jinak pada payudara

Kista atau fibroadenoma dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada payudara. Meski umumnya bersifat jinak, kondisi ini tetap perlu diperiksa jika disertai benjolan atau perubahan tekstur jaringan payudara.

5. Stres dan kelelahan

Tekanan emosional maupun kelelahan fisik dapat mengganggu keseimbangan hormon tubuh. Hal ini dapat memicu nyeri payudara yang muncul di luar siklus menstruasi, bahkan disertai rasa tidak nyaman pada tubuh.

Baca Juga :  11 Makanan dan Buah yang Baik untuk Penderita Asam Urat, Apa Saja?
6. Penggunaan bra yang tidak sesuai

Bra yang terlalu ketat atau tidak sesuai ukuran dapat memberikan tekanan berlebih pada jaringan payudara. Kondisi ini sering memicu rasa nyeri, terutama setelah beraktivitas dalam waktu lama.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Meskipun sebagian besar kasus nyeri payudara tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang perlu segera diperiksakan ke dokter, antara lain:

    • Nyeri disertai benjolan keras yang tidak hilang
    • Perubahan pada kulit payudara seperti kemerahan, penebalan, atau berlekuk
    • Keluar cairan dari puting, terutama bercampur darah
    • Nyeri berlangsung lama, semakin berat, atau mengganggu aktivitas

Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.

Cara Mengurangi Nyeri Payudara

Beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan keluhan:

1. Gunakan bra yang tepat

Pilih bra yang nyaman dan mampu menopang payudara dengan baik agar tidak menambah tekanan pada jaringan payudara.

2. Terapkan pola makan seimbang

Konsumsi makanan bergizi seperti buah, sayur, biji-bijian, dan protein sehat untuk membantu menjaga keseimbangan hormon.

3. Kelola stres dengan baik

Istirahat cukup, olahraga ringan, atau melakukan aktivitas relaksasi dapat membantu menstabilkan hormon tubuh.

4. Lakukan pemeriksaan payudara mandiri

Periksa payudara secara rutin setiap bulan untuk mengenali perubahan sejak dini, seperti benjolan atau perubahan bentuk.

Kesimpulan

Nyeri payudara yang muncul sebelum waktu haid umumnya tidak berbahaya dan sering berkaitan dengan perubahan hormon, gaya hidup, atau faktor lain.

Namun, kewaspadaan tetap diperlukan apabila muncul gejala yang tidak biasa atau berlangsung lama.

Pemantauan kondisi tubuh secara rutin menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan payudara dan mendeteksi gangguan sejak dini. (*/red)

Berita Terkait

Perkuat Pariwisata Kesehatan Sumbar, Fadly Amran Dorong Digitalisasi Herbal
Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru