Jakarta, Javanusa—Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat langkah membawa industri musik Indonesia ke panggung global melalui kolaborasi dengan musisi multikultural, lullaboy.
Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses kreator lokal ke jaringan hiburan internasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi sektor kreatif nasional.
Dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Jumat (19/6), Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara sebagai strategi memperluas pasar bagi talenta Indonesia.
“Kementerian Ekraf berkomitmen untuk memfasilitasi kreator lokal agar dapat saling bersinergi dan memperluas jangkauan pasar mereka melalui kolaborasi global. Kehadiran musisi dengan profil multikultural kuat seperti lullaboy membuka peluang besar bagi produk kreatif dan talenta musik Tanah Air untuk ikut tampil di ekosistem regional,” ujar Irene Umar.
Dorong Kreator Lokal Masuk Ekosistem Regional
Melalui pertemuan tersebut, Kementerian Ekraf dan manajemen lullaboy membahas peluang kerja sama yang memungkinkan keterlibatan produk kreatif serta musisi Indonesia dalam berbagai aktivitas internasional yang akan datang.
Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan aset kreatif nasional melalui penyelenggaraan konser dan kegiatan musik berskala internasional.
Selain memperluas eksposur talenta lokal, langkah tersebut juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Irene menjelaskan, pemerintah akan mengeksplorasi berbagai bentuk dukungan untuk menunjang rencana ekspansi regional dan global lullaboy.
“Kami akan menjajaki berbagai bentuk dukungan terhadap rencana tur regional dan global lullaboy, terutama dalam membantu kelancaran administrasi para penampil, mengoptimalkan promosi lewat KBRI di luar negeri serta membuka peluang kemitraan dengan maskapai nasional dan brand kreatif lokal. Momentum ini adalah wadah strategis untuk mengenalkan destinasi wisata, talenta lokal, dan inovasi budaya Indonesia ke panggung global melalui kolaborasi lintas sektor yang saling menguntungkan,” tambahnya.
Hotels & Heartbreaks Tour Jadi Ajang Promosi Kreatif Indonesia
Salah satu fokus pembahasan dalam audiensi tersebut adalah rangkaian tur konser regional bertajuk Hotels & Heartbreaks Tour, yang mendukung peluncuran album ketiga lullaboy.
Album terbaru tersebut mengangkat tema cinta, kehilangan, dan proses pemulihan diri. Tur ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan lebih banyak talenta kreatif Indonesia kepada audiens internasional.
Kementerian Ekraf menyambut positif rencana tersebut mengingat lullaboy merupakan musisi independen lulusan Berklee College of Music berdarah Indonesia-Tionghoa yang telah mengumpulkan lebih dari 200 juta pemutaran di berbagai platform musik digital global.
Manajer lullaboy, Cindy Clarissa Adriaan, menyebut dukungan pemerintah memberikan perspektif baru bagi tim dalam menjalankan agenda tur regional tersebut.
“Kami sangat senang bisa berdiskusi langsung dengan Wamen Ekraf, karena ada banyak insight baru yang kami dapatkan untuk menjalani tur ini. Dukungan dan sinergi dari Kementerian Ekraf tentu akan memperkuat pesan kolaboratif yang ingin kami bawa dalam ekspansi tur regional ini, termasuk saat tampil di Jakarta pada 18 Juli mendatang,” ungkap Cindy.
Sambangi Sembilan Kota Asia
Hotels & Heartbreaks Tour dijadwalkan berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026 dengan menyambangi sembilan kota besar di Asia.
Tur akan dibuka di Kuala Lumpur pada 15 Juli 2026. Setelah itu, lullaboy dijadwalkan tampil di Manila, Jakarta, Bangkok, Hong Kong, Taipei, Tokyo, dan Seoul sebelum menutup rangkaian konser di Singapura pada 17 Agustus 2026.
Melalui kolaborasi ini, Kementerian Ekraf berharap musik Indonesia semakin terintegrasi dalam ekosistem hiburan internasional sekaligus memperkuat posisi industri kreatif nasional di pasar global. (*/red)






