Bidik Investasi dan Pasar Eurasia, Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Industri

Penulis -

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov di Indonesia Alexander Masaltsev di Jakarta. (Foto: Kemenperin)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov di Indonesia Alexander Masaltsev di Jakarta. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah Indonesia semakin serius memperluas jejaring industri internasional dengan memperkuat kemitraan strategis bersama Rusia.

Langkah ini untuk membuka peluang investasi baru, memperluas akses pasar ekspor ke kawasan Eurasia, sekaligus mempercepat kolaborasi teknologi dan manufaktur.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan daya saing industri nasional serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

INNOPROM 2026 Jadi Momentum Penguatan Kemitraan

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keikutsertaan Indonesia sebagai Partner Country pada ajang INNOPROM 2026 menjadi peluang penting untuk mempererat hubungan ekonomi dan industri kedua negara.

“Kepercayaan ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama industri dan menghasilkan kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi Indonesia dan Rusia,” ujar Agus saat menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov bersama Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia Alexander Masaltsev di Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas berbagai persiapan menjelang penyelenggaraan INNOPROM 2026 yang akan berlangsung di Ekaterinburg, Rusia, pada 6–9 Juli 2026.

Selain agenda pameran industri, kedua negara juga menjajaki penguatan kolaborasi melalui rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di sektor industri. Kesepakatan itu diharapkan menjadi landasan bagi berbagai program kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang.

Percepat Implementasi Dua Nota Kesepahaman

Indonesia dan Rusia juga berkomitmen mempercepat pelaksanaan dua nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada Desember 2025.

Kedua kerja sama tersebut mencakup sektor industri perkapalan dan kajian ilmiah mengenai penggunaan asbes krisotil secara aman. Implementasi kesepakatan itu diharapkan mampu menghasilkan program konkret yang mendukung peningkatan kapasitas industri sekaligus mempererat hubungan antarpelaku usaha kedua negara.

Indonesia Bawa 50 Perusahaan ke Rusia

Dalam ajang INNOPROM 2026, Indonesia akan menghadirkan sekitar 50 perusahaan yang berasal dari berbagai sektor strategis.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 5,02 Persen, Gubernur Mahyeldi: Hasil Kerja Bersama

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang makanan dan minuman, permesinan, elektronik, furnitur, industri digital, energi hijau, hingga manufaktur berorientasi ekspor.

Kehadiran para pelaku industri nasional tersebut diharapkan mampu membuka peluang kemitraan bisnis baru, menarik investasi, serta memperluas akses pasar Indonesia di Rusia dan kawasan Eurasia.

Forum Bisnis Bahas Sektor Potensial

Partisipasi Indonesia tidak hanya berfokus pada promosi produk dan kemampuan industri nasional. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah forum bisnis dan diskusi panel yang melibatkan pelaku usaha serta pemangku kepentingan dari kedua negara.

Forum tersebut akan membahas berbagai sektor potensial, antara lain industri kelapa sawit, petrokimia, perkapalan, aluminium, dan pengembangan kawasan industri.

Melalui forum itu, Indonesia dan Rusia diharapkan dapat bertukar gagasan sekaligus menjajaki peluang kerja sama baru yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Menutup pertemuan tersebut, Agus menyampaikan optimisme terhadap prospek hubungan kedua negara ke depan.

“Kami yakin kerja sama yang erat antara Indonesia dan Rusia akan menghasilkan manfaat yang nyata bagi kedua negara. Melalui INNOPROM 2026, kami harap semakin banyak peluang investasi, perdagangan, transfer teknologi, dan kemitraan industri yang dapat diwujudkan untuk mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan,” tutupnya. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal
Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi
Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak
Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen
Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru