Investasi Manufaktur Tetap Tumbuh, 1.236 Perusahaan Siap Produksi dan Serap 218 Ribu Tenaga Kerja

Penulis -

Kamis, 5 Februari 2026 - 04:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief. (Foto: Kemenperin)

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Investasi manufaktur 2026 menunjukkan tren pertumbuhan kuat dengan 1.236 perusahaan industri siap berproduksi perdana.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat kapasitas baru dan serapan tenaga kerja meningkat signifikan. Data ini memperkuat sinyal ekspansi sektor riil nasional.

Berdasarkan data Kemenperin per 15 Januari 2026, sebanyak 1.236 perusahaan industri telah menuntaskan pembangunan fasilitas produksi sepanjang 2025. Seluruhnya dijadwalkan mulai beroperasi pertama kali pada 2026.

Kehadiran perusahaan baru ini menunjukkan investasi tidak berhenti di tahap komitmen. Investor telah merealisasikan proyek hingga siap masuk tahap produksi komersial.

Perusahaan tersebut berasal dari relokasi industri luar negeri, ekspansi pabrik lama, serta penanaman modal baru di berbagai subsektor manufaktur.

Kemenperin memperkirakan industri baru itu akan menyerap sekitar 218.000 tenaga kerja. Angka ini menambah kontribusi langsung sektor manufaktur terhadap penciptaan lapangan kerja nasional.

Selain itu, tambahan kapasitas produksi diproyeksikan mendorong Produk Domestik Bruto (PDB). Dampaknya juga memperkuat PDB industri pengolahan nonmigas.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan industri manufaktur tetap terjaga di atas 5 persen melalui tambahan investasi tersebut.

Kemenperin: Indikator Riil Lebih Akurat dari Sentimen

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief mengatakan penilaian investasi tidak bisa hanya berbasis sentimen. Menurut dia, indikator riil menunjukkan arah yang berbeda.

“Fakta bahwa lebih dari seribu perusahaan industri siap beroperasi pada 2026 menunjukkan investasi manufaktur berjalan dan berkelanjutan,” ujar Febri dalam keterangan resmi di Jakarta.

Ia menambahkan, data operasional pabrik baru menjadi bukti konkret aktivitas investasi. Karena itu, evaluasi perlu berbasis realisasi, bukan persepsi.

Data BPS: Impor Barang Modal Naik 34,66 Persen

Kemenperin juga merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait perdagangan. Rilis terbaru menunjukkan impor barang modal pada 2025 tumbuh lebih dari 34,66 persen dibanding 2024.

Baca Juga :  Lulusan SMAKPA Padang Diburu Industri, 153 Alumni Terserap Sebelum Pelantikan

Kenaikan impor terutama terjadi pada mesin dan peralatan mekanis. Komponen ini berkaitan langsung dengan pembangunan pabrik dan perluasan kapasitas produksi.

“Peningkatan signifikan impor barang modal, khususnya mesin dan peralatan mekanis, menjadi indikator kuat bahwa investasi manufaktur tumbuh pesat sepanjang 2025,” kata Febri.

Impor mesin biasanya terjadi saat industri membangun lini produksi baru. Karena itu, lonjakan impor barang modal sering dipakai sebagai penanda ekspansi sektor manufaktur.

Modernisasi peralatan juga menandakan transformasi teknologi produksi. Langkah ini sejalan dengan agenda industri 4.0 yang sedang didorong pemerintah.

Ke depan, Kemenperin memperkuat iklim investasi melalui kebijakan hilirisasi dan pengembangan kawasan industri. Pemerintah juga mendorong transformasi industri 4.0 dan penguatan pasar domestik.

Selain itu, perluasan pasar ekspor terus dipacu agar utilisasi pabrik tetap tinggi. Strategi ini diharapkan menjaga kesinambungan investasi dan produksi.

“Kami optimistis investasi industri manufaktur akan terus tumbuh, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Febri.

Dengan kombinasi data perusahaan baru, impor barang modal, dan kebijakan industri, pemerintah menilai fondasi pertumbuhan manufaktur tetap kuat menuju 2026. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru