Menhaj: Transformasi Haji dan Umrah Harus Terintegrasi, Transparan, dan Berorientasi pada Jemaah

Penulis -

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menhaj Moch. Irfan Yusuf membuka International Islamic Expo (IIE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026). (Foto: Kemenhaj)

Menhaj Moch. Irfan Yusuf membuka International Islamic Expo (IIE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026). (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf menegaskan transformasi penyelenggaraan haji dan umrah harus menghasilkan perubahan nyata dalam kualitas layanan.

Menurutnya, reformasi tidak cukup sebatas pembentukan kelembagaan, tetapi harus diwujudkan melalui sistem yang terintegrasi, transparan, profesional, dan berfokus pada kebutuhan jemaah.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka International Islamic Expo (IIE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026).

Transformasi Haji Harus Berdampak Langsung bagi Jemaah

Menhaj menekankan transformasi penyelenggaraan haji dan umrah harus menyentuh seluruh aspek pelayanan. Perubahan tersebut mencakup sistem, regulasi, pengelolaan data, standar pelayanan, hingga mekanisme pengawasan.

“Transformasi haji dan umrah tidak boleh berhenti pada seremoni. Transformasi harus hadir dalam sistem, regulasi, data, standar pelayanan, dan pengawasan agar setiap jemaah merasakan pelayanan yang semakin baik,” ujar Menhaj.

Ia menjelaskan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) merupakan bagian dari reformasi tata kelola nasional. Kehadiran kementerian ini diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan kebijakan sekaligus meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Selain itu, kementerian baru tersebut akan mengintegrasikan pengelolaan data, sumber daya manusia, aset, serta sistem pelayanan agar seluruh proses berjalan lebih efektif.

Fokus pada Pelayanan dan Ekosistem Haji

Menhaj menyebut transformasi yang sedang berjalan ini memiliki tiga sasaran utama. Ketiganya meliputi keberhasilan pelaksanaan ibadah, pengembangan ekosistem ekonomi haji, serta penguatan nilai keadaban dan peradaban.

Pengalaman penyelenggaraan Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi modal penting untuk melakukan penyempurnaan layanan. Pada musim haji tahun ini, Indonesia melayani 203.149 jemaah dengan 527 kelompok terbang (kloter).

Ke depan, Kemenhaj akan memprioritaskan percepatan penerbitan visa melalui integrasi data, memperluas digitalisasi layanan, meningkatkan standar asrama haji, memperkuat pengawasan penyelenggara, serta menghadirkan layanan yang lebih ramah bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok berisiko tinggi.

Baca Juga :  Kemenhaj Tindak Tegas Oknum KBIHU Nakal, Bongkar Kasus Badal Fiktif hingga Dam Mukimin
IIE 2026 Jadi Ajang Kolaborasi

International Islamic Expo (IIE) 2026 berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Jakarta. Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 peserta pameran, sekitar 3.000 buyer, serta delegasi dari 16 negara.

Forum tersebut menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional untuk memperkuat ekosistem haji dan umrah Indonesia yang sehat dan berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Menhaj berharap IIE 2026 menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji dan umrah di Indonesia.

“IIE 2026 harus menjadi momentum konsolidasi besar. Kita ingin ekosistem haji dan umrah memberikan manfaat yang lebih luas. Jemaah memperoleh pelayanan terbaik, penyelenggara semakin profesional, pelaku usaha nasional tumbuh, dan tata kelolanya semakin transparan serta akuntabel. Itulah arah transformasi yang sedang kita bangun,” pungkas Menhaj. (*/red)

Berita Terkait

BPIH 2027 Disepakati Rp98,46 Juta, Jemaah Haji Cukup Lunasi Rp23,04 Juta
Lindungi Dana Jemaah Umrah, Kemenhaj dan OJK Kaji Rekening Penampungan
Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tetap Aman
Travel Umrah Diperingatkan Tak Promosikan Haji Khusus Tanpa Izin PIHK
368 ASN Lulus Seleksi Mutasi Karier Batch II, Mulai Bergabung 1 November 2026
189 Pengaduan Travel Haji dan Umrah Masuk hingga September 2026, Kemenhaj Perketat Pengawasan
Kemenhaj Sumbar Ingatkan Travel Umrah Gunakan Identitas Sesuai Izin, ID Card Wajib Diberikan H-1
Perkuat Perlindungan Jemaah, Kemenhaj Sumbar Bentuk Satgas Awasi Travel Umrah di Bandara

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:57 WIB

Berbagi Pengalaman di Unand, Fadly Amran Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin Berintegritas dan Peduli Sesama

Senin, 14 September 2026 - 20:33 WIB

Dies Natalis ke-70 Unand, Mahyeldi Minta Riset Tak Berhenti di Publikasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Buka PKKMB PNP 2026, Fadly Amran Dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi dan Kejar Prestasi

Senin, 2 Maret 2026 - 08:06 WIB

Cegah Sejak Dini, FK Unbrah Edukasi Mahasiswa Baru tentang Bahaya Infeksi Menular Seksual

Jumat, 15 November 2024 - 07:02 WIB

Dosen PA Unbrah dan RSUD dr. Rasidin Padang Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis

Senin, 4 November 2024 - 15:15 WIB

FK Unbrah Edukasi Masyarakat Padang Pariaman tentang Diabetes Melitus

Berita Terbaru