Javanusa.com—Memilih bra tidak hanya soal penampilan, tetapi juga kenyamanan dan kesehatan payudara.
Bra berkawat maupun tanpa kawat memiliki keunggulan masing-masing, tergantung bentuk payudara, aktivitas, hingga kebutuhan pemakainya.
Meski bra kawat sering dikaitkan dengan kanker payudara atau gangguan produksi ASI, tidak semua anggapan tersebut benar. Sejumlah penelitian dan organisasi kesehatan justru memberikan penjelasan yang berbeda.
Perbedaan Bra Kawat dan Bra Tanpa Kawat
Bra berkawat (underwire bra) dan bra tanpa kawat (wireless bra) dirancang dengan fungsi yang berbeda. Perbedaan utamanya terletak pada struktur penyangga di bagian bawah cup.
Pada bra berkawat, terdapat kawat logam tipis yang membantu menopang sekaligus membentuk payudara.
Desain ini menghasilkan tampilan yang lebih terangkat, tegas, dan proporsional sehingga banyak dipilih saat mengenakan pakaian formal atau busana yang mengikuti lekuk tubuh.
Model tersebut juga kerap menjadi pilihan perempuan dengan payudara besar yang ingin memperoleh penopang tambahan.
Sebaliknya, sebagian perempuan dengan payudara kecil memanfaatkan efek push-up agar payudara tampak lebih penuh.
Namun, bra berkawat tidak selalu cocok untuk semua orang. Pengguna dengan ukuran payudara sangat kecil atau sangat besar sering kesulitan menemukan ukuran yang pas sehingga berpotensi merasa kurang nyaman.
Sementara itu, bra tanpa kawat menggunakan bahan yang lebih lentur tanpa penyangga logam. Meski daya topangnya tidak sekuat bra berkawat, model ini tetap mampu menopang payudara dengan baik untuk penggunaan sehari-hari.
Mana yang Lebih Nyaman Dipakai?
Dari sisi kenyamanan, bra tanpa kawat umumnya lebih unggul karena mengikuti bentuk tubuh secara lebih fleksibel.
Tekanan dari kawat pada bra underwire dapat memicu rasa tidak nyaman apabila ukuran atau bentuknya tidak sesuai. Dalam beberapa kondisi, pemakai bisa mengalami nyeri ringan, lecet, atau iritasi di area bawah payudara, terutama setelah digunakan dalam waktu lama.
Sebaliknya, bra tanpa kawat terasa lebih ringan sehingga cocok digunakan saat bekerja, beristirahat di rumah, tidur, maupun menjalani aktivitas harian dengan intensitas ringan.
Karena itu, kenyamanan tidak hanya ditentukan oleh jenis bra, tetapi juga kesesuaian ukuran dengan bentuk tubuh.
Fungsi Bra Sesuai Aktivitas
Bra berkawat lebih sering digunakan ketika seseorang menginginkan tampilan payudara yang lebih terangkat dan rapi.
Dukungan tambahan dari kawat membuat model ini cocok dipadukan dengan gaun, kemeja, atau pakaian yang memiliki potongan pas di badan. Tidak heran jika bra jenis ini banyak dipakai saat menghadiri pesta, rapat, maupun acara resmi.
Sebaliknya, bra tanpa kawat menawarkan fleksibilitas yang lebih baik untuk aktivitas sehari-hari. Bahannya yang lembut membuat pemakai dapat bergerak lebih leluasa tanpa merasa tertekan.
Cara Merawat Bra agar Lebih Awet
Perawatan bra berkawat membutuhkan perhatian lebih agar struktur kawat tetap terjaga. Saat mencuci, hindari memeras atau menggiling bra terlalu keras. Jika menggunakan mesin cuci, sebaiknya masukkan bra ke dalam kantong jaring khusus agar kawat tidak berubah bentuk.
Selain itu, jangan menggunakan mesin pengering bersuhu tinggi karena panas dapat merusak elastisitas kain sekaligus bentuk kawat. Simpan bra dalam posisi yang rapi tanpa melipat cup secara berlebihan.
Sementara itu, bra tanpa kawat relatif lebih mudah dirawat. Meski lebih tahan terhadap pencucian dengan mesin, mencuci menggunakan tangan tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga elastisitas dan memperpanjang usia pakainya.
Apakah Bra Kawat Menyebabkan Kanker Payudara?
Salah satu mitos yang paling sering beredar adalah bra berkawat dapat memicu kanker payudara. Hingga saat ini, anggapan tersebut tidak didukung bukti ilmiah.
Rasa tidak nyaman akibat tekanan kawat memang bisa terjadi, tetapi kondisi itu tidak terbukti meningkatkan risiko kanker payudara.
Banyak perempuan menghubungkan keduanya karena bra berkawat terkadang menimbulkan nyeri, sementara kanker payudara merupakan penyakit yang cukup sering ditemukan. Padahal, rasa nyeri bukan gejala khas kanker payudara pada tahap awal.
Selain itu, meski kanker dapat muncul di area bawah payudara, lokasi tersebut bukan bagian yang paling sering menjadi tempat berkembangnya kanker. Tekanan dari kawat bra juga tidak dapat menyebabkan terbentuknya sel kanker.
Mengutip National Breast Cancer Foundation, hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa jenis bra tertentu dapat memicu kanker payudara.
Bra berkawat juga tidak menyebabkan penumpukan cairan yang berkembang menjadi kanker. Meski demikian, penggunaan bra dengan ukuran yang tidak sesuai memang dapat menimbulkan ketidaknyamanan maupun pembengkakan ringan.
Benarkah Bra Kawat Menghambat Produksi ASI?
Berbeda dengan mitos kanker payudara, penggunaan bra berkawat pada ibu menyusui memang perlu mendapat perhatian.
Dikutip dari La Leche League International, bra berkawat berpotensi menekan saluran ASI sehingga meningkatkan risiko penyumbatan. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi mastitis atau infeksi pada jaringan payudara.
Karena itu, ibu menyusui, terutama pada bulan-bulan awal setelah melahirkan, disarankan menghindari penggunaan bra berkawat.
Pilih Bra Sesuai Kebutuhan
Tidak ada jenis bra yang paling baik untuk semua perempuan. Pilihan antara bra berkawat dan bra tanpa kawat sebaiknya disesuaikan dengan ukuran payudara, aktivitas, serta tingkat kenyamanan masing-masing.
Apabila menginginkan bentuk payudara yang lebih tegas, bra berkawat dapat menjadi pilihan selama ukurannya benar-benar sesuai.
Sebaliknya, jika kenyamanan menjadi prioritas, bra tanpa kawat umumnya lebih nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. (*/red)






