Justin Bieber Meriahkan Halftime Show Final Piala Dunia FIFA 2026, Tampil Bersama Madonna, Shakira, dan BTS

Penulis -

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Justin Bieber. (Foto: IG @lilbieber)

Justin Bieber. (Foto: IG @lilbieber)

Javanusa.com—Final Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menghadirkan duel perebutan gelar juara dunia, tetapi juga mencetak sejarah lewat penyelenggaraan Halftime Show perdana.

FIFA resmi mengumumkan Justin Bieber sebagai salah satu penampil utama yang akan berbagi panggung dengan Madonna, Shakira, BTS, serta sejumlah musisi dunia pada Minggu 19 Juli 2026 di New York New Jersey Stadium.

Hadirkan Deretan Bintang Dunia

Halftime Show ini menjadi yang pertama dalam sejarah final Piala Dunia FIFA. Konsep tersebut menggabungkan sepak bola, musik, dan hiburan dalam satu panggung yang ditujukan kepada miliaran penonton di seluruh dunia.

Selain Justin Bieber, panggung utama juga akan diisi Madonna, Shakira, dan BTS. Sementara itu, Burna Boy, konduktor ternama asal Venezuela Gustavo Dudamel. Serta PS22 Chorus yang akan berkolaborasi dengan Coldplay turut dijadwalkan tampil dalam pertunjukan berdurasi 11 menit tersebut.

Burna Boy juga akan membawakan penampilannya setelah lagu hit globalnya, “Dai Dai” bersama Shakira, terus mencatatkan popularitas di berbagai tangga lagu dunia.

Dukung Dana Pendidikan Global

Halftime Show Final Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menjadi hiburan bagi penggemar sepak bola. Acara ini juga menjadi bagian dari kampanye penggalangan dana melalui FIFA Global Citizen Education Fund.

Dana tersebut menargetkan penghimpunan dana sebesar 100 juta dolar AS untuk memperluas akses pendidikan berkualitas. Sekaligus membuka kesempatan bermain sepak bola bagi anak-anak di berbagai negara.

Hingga saat ini, lebih dari 50 juta dolar AS telah berhasil dikumpulkan. FIFA juga menetapkan satu dolar AS dari setiap tiket pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 akan disalurkan ke dana tersebut guna mendukung berbagai proyek sosial di seluruh dunia.

Baca Juga :  Membanggakan, Hendarti Darmawan Masuk 10 Besar Ajang Masterclass Pengembangan SCENE 2024

Presiden FIFA Gianni Infantino menilai pendidikan merupakan kebutuhan paling mendasar yang harus terus diperjuangkan.

“Jika berbicara tentang apa yang dibutuhkan dunia, tidak ada yang lebih penting daripada pendidikan. Kami bangga Justin Bieber bergabung dengan Madonna, Shakira, dan BTS untuk menjadi penampil utama dalam Halftime Show di Final Piala Dunia FIFA 2026 untuk mendukung FIFA Global Citizen Education Fund. Dan misi kami memperluas akses ke pendidikan berkualitas serta kesempatan sepak bola bagi anak-anak di seluruh dunia,” kata Gianni Infantino.

Ia menambahkan Burna Boy, Gustavo Dudamel, serta PS22 Chorus bersama Coldplay akan memperkuat pesan persatuan dan harapan kepada masyarakat dunia.

“Saat dunia bersatu untuk pertandingan sepak bola terpenting dalam sejarah pada hari Minggu, 19 Juli 2026 di New York New Jersey Stadium, pertunjukan inovatif yang dikuratori oleh Chris Martin dari Coldplay akan merayakan sepak bola, musik, dan nilai-nilai bersama, memastikan warisan yang akan melampaui peluit akhir,” ujarnya.

Justin Bieber dan Burna Boy Soroti Pentingnya Pendidikan

Justin Bieber mengaku bangga menjadi bagian dari pertunjukan bersejarah tersebut. Menurutnya, Halftime Show Final Piala Dunia FIFA 2026 memiliki dampak yang jauh lebih besar dibanding sekadar hiburan.

“Piala Dunia FIFA menyatukan dunia dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh hal lain. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari Halftime Show ini. Lebih bersyukur lagi karena mengetahui bahwa ini telah membantu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di seluruh dunia,” kata Justin Bieber.

Hal senada disampaikan Burna Boy. Penyanyi asal Nigeria itu menyebut kesempatan tampil dalam Halftime Show Final Piala Dunia FIFA pertama sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

“Piala Dunia FIFA adalah salah satu dari sedikit momen yang benar-benar menyatukan seluruh dunia. Mewakili Afrika di Halftime Show di Final Piala Dunia FIFA pertama kalinya adalah sebuah hak istimewa dan tanggung jawab yang tidak saya anggap enteng. Saya merasa terhormat menjadi bagian dari pertunjukan yang tidak hanya merayakan sepak bola dan budaya. Tetapi juga membantu menciptakan peluang yang lebih besar bagi anak-anak melalui pendidikan di seluruh dunia,” ujarnya.

Baca Juga :  Wako Hendri Septa Lepas Kafell Ikuti O2SN, Berharap Harumkan Kota Padang di Kancah Nasional
Sesame Street dan The Muppets Ikut Meriahkan Pertunjukan

FIFA juga memastikan karakter-karakter ikonik dari Sesame Street dan The Muppets akan tampil dalam Halftime Show Final Piala Dunia FIFA 2026.

Kehadiran tokoh-tokoh yang telah lama dikenal sebagai bagian dari pendidikan anak di berbagai negara itu memperkuat pesan utama pertunjukan. Yakni mendorong akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak di seluruh dunia melalui kekuatan olahraga dan hiburan. (*)

Berita Terkait

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap Mandalika, Aprilia Kuasai Tiga Besar
Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain
Maigus Nasir Lepas 12 Atlet SOIna ke Pesonas II 2026, Berharap Bawa Pulang Medali
Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026
Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026
Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  
Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026
Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru