Javanusa.com—Buah loquat atau biwa mungkin belum populer di Indonesia. Namun, buah berwarna kuning hingga oranye ini mengandung serat, mineral, serta senyawa antioksidan yang menarik untuk kesehatan.
Salah satu perhatian peneliti tertuju pada kandungan karotenoid dan senyawa fenolik dalam loquat. Sejumlah penelitian menunjukkan potensi aktivitas antikanker, meski bukti tersebut masih banyak berasal dari penelitian laboratorium dan belum cukup untuk menyimpulkan efek pencegahan kanker pada manusia.
Mengenal buah loquat
Loquat (Eriobotrya japonica) merupakan buah yang berasal dari Asia Timur. Buah ini tumbuh dalam kelompok dan memiliki bentuk kecil dengan warna kulit kuning hingga oranye ketika matang.
Di sejumlah negara, loquat juga dikenal sebagai Japanese plum atau buah biwa. Rasanya cenderung manis dengan sedikit rasa asam.
Buah ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di Asia. Selain buahnya, masyarakat juga memanfaatkan daun dan bagian tanaman lainnya.
Dari sisi nutrisi, loquat termasuk buah rendah kalori. Kandungan seratnya juga dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian.
Kandungan nutrisi buah loquat
Data komposisi pangan menunjukkan bahwa setiap 100 gram loquat mengandung sekitar 47 kalori dan 87 gram air. Buah ini juga menyediakan sejumlah mineral penting.
Kandungan tersebut meliputi:
-
- Protein sekitar 0,4 gram
- Lemak sekitar 0,2 gram
- Karbohidrat sekitar 12 gram
- Serat sekitar 1,7–2 gram
- Kalsium sekitar 16 miligram
- Magnesium sekitar 13 miligram
- Fosfor sekitar 27 miligram
- Kalium sekitar 266 miligram
Loquat juga mengandung vitamin C serta berbagai senyawa bioaktif. Karotenoid dan senyawa fenolik termasuk komponen yang banyak mendapat perhatian dalam penelitian.
9 manfaat buah loquat bagi kesehatan
Kandungan nutrisi tersebut membuat loquat berpotensi memberikan sejumlah manfaat. Berikut beberapa di antaranya.
1. Mendukung kesehatan jantung
Loquat mengandung kalium, magnesium, karotenoid, dan senyawa fenolik. Kalium berperan dalam menjaga keseimbangan cairan serta mendukung fungsi normal pembuluh darah.
Sementara itu, senyawa antioksidan membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Pola makan yang kaya buah dan sayuran juga berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular yang lebih baik.
2. Berpotensi membantu mencegah kanker
Potensi antikanker menjadi salah satu manfaat loquat yang menarik perhatian penelitian. Ekstrak buah dan daun loquat menunjukkan aktivitas antioksidan serta antiproliferatif dalam sejumlah penelitian laboratorium.
Penelitian pada kultur sel juga menemukan aktivitas terhadap beberapa jenis sel kanker. Namun, hasil tersebut belum membuktikan bahwa mengonsumsi loquat dapat mencegah kanker pada manusia.
Karena itu, loquat sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari pola makan sehat. Buah ini bukan pengganti pemeriksaan, pencegahan, atau pengobatan kanker.
3. Membantu melawan peradangan
Loquat mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan. Beberapa penelitian juga menemukan potensi aktivitas antiradang dari komponen tanaman tersebut.
Meski demikian, sebagian besar bukti mengenai efek antiradang loquat masih berasal dari penelitian eksperimental. Efek klinis pada manusia membutuhkan penelitian lebih lanjut.
4. Mendukung daya tahan tubuh
Kandungan vitamin C dan senyawa antioksidan dalam loquat dapat mendukung fungsi pertahanan tubuh. Antioksidan juga membantu melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Namun, konsumsi satu jenis buah saja tidak cukup untuk meningkatkan imunitas secara optimal. Tubuh tetap membutuhkan pola makan dengan beragam sumber nutrisi.
5. Membantu menjaga kesehatan tulang
Loquat menyediakan sejumlah mineral, termasuk kalsium, magnesium, dan fosfor. Ketiganya berperan dalam berbagai proses yang berkaitan dengan kesehatan tulang.
Buah ini dapat menjadi salah satu bagian dari pola makan bergizi. Namun, kebutuhan tulang juga bergantung pada asupan protein, vitamin D, aktivitas fisik, serta faktor usia.
6. Mendukung pengendalian tekanan darah
Kandungan kalium dalam loquat dapat mendukung pengaturan tekanan darah. Mineral ini membantu menjaga keseimbangan natrium dan cairan dalam tubuh.
Meski demikian, penderita hipertensi tetap perlu mengatur konsumsi garam. Penggunaan obat juga harus mengikuti anjuran dokter.
7. Membantu menjaga berat badan
Loquat memiliki kandungan kalori yang relatif rendah. Buah ini juga menyediakan serat yang dapat membantu memberikan rasa kenyang.
Karena itu, loquat dapat menjadi pilihan camilan dalam pola makan untuk mengontrol berat badan. Hasil penurunan berat badan tetap bergantung pada keseimbangan asupan energi dan aktivitas fisik.
8. Mendukung kesehatan pencernaan
Serat dalam loquat dapat membantu menjaga fungsi saluran pencernaan. Serat membantu meningkatkan volume tinja dan mendukung keteraturan buang air besar.
Asupan cairan yang cukup juga penting agar serat bekerja secara optimal. Kombinasi keduanya dapat membantu mengurangi risiko sembelit.
9. Menunjang kesehatan mata
Loquat mengandung karotenoid, termasuk beta-karoten. Tubuh dapat mengubah beta-karoten menjadi vitamin A sesuai kebutuhannya.
Vitamin A berperan penting dalam menjaga fungsi penglihatan. Asupan nutrisi yang memadai juga mendukung kesehatan mata secara keseluruhan.
Cara aman mengonsumsi loquat
Loquat dapat dimakan langsung setelah dicuci dan dikupas sesuai kebutuhan. Buah ini juga dapat diolah menjadi jus atau selai.
Jika dibuat jus, sebaiknya hindari tambahan gula berlebihan. Konsumsi buah utuh tetap lebih menguntungkan untuk mendapatkan serat.
Ada satu hal penting yang perlu diperhatikan. Biji loquat mengandung glikosida sianogenik sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi, terutama dalam jumlah banyak.
Orang yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu juga perlu memperhatikan kemungkinan reaksi setelah mengonsumsi buah ini. Gejalanya dapat berupa gatal, ruam, atau gangguan pernapasan.
Jika muncul sesak napas atau reaksi alergi berat setelah makan loquat, segera cari pertolongan medis. (*)






