Padang, Javanusa—Sebanyak 136 dari 261 lulusan SMK-SMAK Padang Angkatan ke-58 atau 52,11 persen telah berhasil memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, maupun memulai usaha sebelum resmi dilantik.
Capaian tersebut mencerminkan tingginya daya serap lulusan sekolah vokasi tersebut terhadap kebutuhan dunia industri dan pendidikan tinggi.
Hal itu terungkap saat prosesi pelantikan lulusan Angkatan ke-58 “Astareksa Bumantara” yang berlangsung di The ZHM Premiere Hotel Padang, Kamis (16/7/2026).
Sebanyak 261 lulusan yang dikukuhkan terdiri atas 85 laki-laki dan 176 perempuan. Dengan bertambahnya angkatan ke-58, jumlah alumni SMK-SMAK Padang kini mencapai 7.176 orang.
Para lulusan ini dilantik dan dilepas oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita bersama SMK di bawah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di SMK SMAK Bogor secara live.
Acara ini juga dirangkaikan dengan Studium Generale Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. Dalam sambutannya secara virtual, Menperin berpesan agar para lulusan percaya diri menghadapi dunia kerja.
“Kinerja kalian tidak akan kalah dari lulusan perguruan tinggi. Kalian harus memastikan setiap pekerjaan dapat dilakukan dengan baik. Kalian adalah orang-orang di balik angka dan proses yang sangat menentukan. Di situlah industri modern yang kuat dibangun. Kalian bukan pelengkap, tetapi salah satu syarat utama kemajuan industri,” ujar Menperin.
Sementara itu, Kepala SMK-SMAK Padang, Silvania Lorina, mengatakan SMK SMAK Padang terus memperkuat pendidikan vokasi melalui penerapan kurikulum berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), kurikulum nasional, serta konsep link and match dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Selama empat tahun, peserta didik dibekali pembelajaran teori, praktik laboratorium, Proyek Kerja Mandiri (PKM), sistem Dual System, hingga Praktik Kerja Industri di berbagai perusahaan dan lembaga pemerintah maupun swasta,” ujarnya.
Silvania menjelaskan, pada Tahun Ajaran 2025/2026 seluruh jenjang pendidikan di SMK-SMAK Padang telah menerapkan sistem Dual System. Melalui skema tersebut, praktisi industri terlibat langsung sebagai Silver Expert dalam proses pembelajaran kejuruan sehingga kompetensi lulusan semakin selaras dengan kebutuhan industri.
Lulusan Kantongi Sertifikasi Nasional dan Internasional
Selain memperoleh ijazah, para lulusan juga mengantongi berbagai sertifikasi kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Sebanyak 70 lulusan menerima Sertifikat Garuda KKNI Level III Kimia Analisis, empat lulusan memperoleh Sertifikat Garuda Okupasi, sedangkan 21 lulusan berhasil meraih kedua sertifikat tersebut.
“Sebanyak 90 lulusan juga berhasil memperoleh sertifikat kompetensi internasional dari Hobart Technology, Australia, dan seluruh lulusan mengikuti sertifikasi TOEIC,” kata Silvania.
Prestasi Sekolah Terus Bertambah
Di tingkat kelembagaan, SMK-SMAK Padang kembali mencatat sejumlah capaian. Sekolah mempertahankan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tertinggi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) selama tujuh tahun berturut-turut.
Selain itu, sekolah juga meraih nilai audit kinerja tertinggi di antara satuan kerja SMK Kementerian Perindustrian serta memperoleh predikat “Sangat Layak” dalam implementasi KSP.
Prestasi guru dan siswa pun terus bertambah melalui berbagai kejuaraan tingkat provinsi hingga nasional, baik pada bidang akademik maupun olahraga.
Berdasarkan hasil penelusuran lulusan hingga 10 Juli 2026, sebanyak 136 orang atau 52,11 persen telah memiliki aktivitas lanjutan setelah menyelesaikan pendidikan.
Dari jumlah tersebut, 96 lulusan telah bekerja di berbagai perusahaan, 38 lulusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sedangkan dua lulusan memilih menekuni dunia wirausaha.
Sementara itu, 125 lulusan lainnya masih mengikuti proses seleksi dan rekrutmen di berbagai perusahaan maupun institusi.
Tiga Lulusan Terbaik
Pada pelantikan tahun ini, Manda Aulia Izra dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan nilai ijazah tertinggi, yakni 3.175 atau rata-rata 93,38.
Posisi kedua diraih Rayfa Azizi dengan rata-rata nilai 93,21, sedangkan Rezky Syawal Prasetya menempati peringkat ketiga dengan rata-rata nilai 93,00.
Pihak sekolah juga memberikan penghargaan Murid Teladan kepada satu lulusan yang dinilai mampu menunjukkan prestasi akademik sekaligus karakter terbaik selama menempuh pendidikan.
Silvania menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perindustrian, pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri, lembaga penelitian, komite sekolah, orang tua, serta seluruh mitra yang selama ini mendukung peningkatan mutu pendidikan di SMK-SMAK Padang.
Ia berharap seluruh lulusan mampu menjadi sumber daya manusia yang berkarakter, memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri, serta berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Disdik Sumbar Apresiasi Kualitas Lulusan SMK-SMAK Padang
Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Sumbar, Suryanto, menilai SMK-SMAK Padang berhasil mempertahankan kualitas pendidikan vokasi dengan menghasilkan lulusan yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi.
Tingginya angka serapan alumni di dunia kerja maupun perguruan tinggi menjadi indikator kuat keberhasilan sekolah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan industri.
Suryanto menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi SMK-SMAK Padang dalam mencetak lulusan yang unggul, berkualitas, dan siap memasuki dunia kerja. Menurutnya, sekolah vokasi tersebut mampu menjawab kebutuhan dunia industri.
“SMK-SMAK Padang merupakan salah satu sekolah vokasi yang mampu melahirkan lulusan berkualitas. Para alumninya tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang baik, tetapi juga karakter dan etos kerja yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri,” ujar Suryanto.
Ia menegaskan, capaian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi memegang peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja profesional. Lulusan SMK dinilai harus memiliki keterampilan yang relevan agar mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun global.
Tingkat Serapan Alumni Menjadi Bukti
Selain kualitas kompetensi, Suryanto juga menyoroti tingginya tingkat penyerapan lulusan SMK-SMAK Padang. Banyak alumni telah bekerja di berbagai perusahaan, sementara sebagian lainnya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Ini menunjukkan kompetensi yang dimiliki para lulusan memang dibutuhkan oleh dunia kerja. Kami berharap capaian ini terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga SMK-SMAK Padang semakin dipercaya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang menghasilkan SDM unggul,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan kesesuaian antara proses pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Pelantikan Menjadi Awal Pengabdian
Pada kesempatan itu, Suryanto juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan yang baru dilantik. Ia mengingatkan pelantikan bukan menjadi akhir perjalanan belajar, melainkan langkah awal untuk mengaplikasikan ilmu dan keterampilan di tengah masyarakat.
“Kami berharap seluruh lulusan mampu menjaga nama baik almamater, terus mengembangkan kompetensi, serta menjadi generasi yang adaptif, inovatif, dan berintegritas dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang,” tutup Suryanto.
Pelantikan ini turut dihadiri para pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemenperin, Kepala Satker Kemenperin di Padang, pimpinan dunia usaha dan dunia industri, perwakilan Pemko Padang dan Pemprov Sumbar.
Hadir juga pengawas pembina SMK SMAK Padang, Ketua HASTA Pusat dan HASTA Padang, Ketua Komite SMK SMAK Padang, Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMK SMAK Padang, para orang tua, serta para undangan lainnya. (*)






