Prediksi Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Rekor Pertemuan, Susunan Pemain, dan Peluang Juara

Penulis -

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina. (Foto: FIFA.com)

Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina. (Foto: FIFA.com)

Javanusa.com—Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua kekuatan terbesar sepak bola dunia.

Spanyol, juara Eropa, menantang Argentina, sang juara bertahan, dalam perebutan trofi paling bergengsi yang digelar di New York New Jersey Stadium, Minggu (19/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Laga penutup Piala Dunia 2026 dipastikan menghadirkan pertandingan berkelas. Duel ke-104 sekaligus partai terakhir turnamen ini mempertemukan Spanyol dan Argentina, dua tim yang tampil konsisten sepanjang kompetisi.

Spanyol mengincar gelar Piala Dunia kedua setelah sukses pada edisi 2010. Sementara Argentina datang dengan misi mempertahankan mahkota juara yang mereka raih di Qatar 2022 sekaligus menambah koleksi trofi dunia.

Spanyol Melaju ke Final dengan Pertahanan Kokoh

Performa Spanyol terus meningkat sejak fase grup. Tim besutan Luis de la Fuente keluar sebagai juara Grup H setelah bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde, kemudian menang 4-0 atas Arab Saudi dan mengalahkan Uruguay 1-0.

Memasuki fase gugur, La Roja semakin sulit dihentikan. Austria disingkirkan dengan skor 3-0, sebelum Portugal takluk 1-0 melalui gol Mikel Merino.

Perempat final menjadi ujian berikutnya. Spanyol mengatasi Belgia 2-1, dengan Merino kembali mencatatkan namanya di papan skor. Laga tersebut menjadi satu-satunya pertandingan ketika gawang Spanyol kebobolan selama turnamen.

Momentum positif berlanjut di semifinal. Spanyol menyingkirkan Prancis 2-0 melalui permainan kolektif yang disiplin serta dominasi penguasaan bola. Hasil itu mengantar La Roja kembali tampil di final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara pada 2010.

Argentina Tembus Final Lewat Sejumlah Laga Dramatis

Berbeda dengan Spanyol, Argentina harus melewati jalan yang lebih berat untuk mencapai partai puncak.

Tim racikan Lionel Scaloni membuka turnamen dengan sempurna. Albiceleste mengalahkan Aljazair 3-0 lewat hattrick Lionel Messi, menundukkan Austria 2-0 melalui dua gol kapten mereka, lalu mengakhiri fase grup dengan kemenangan 3-1 atas Yordania.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Resmikan RS Kardiologi Emirates–Indonesia, Simbol Eratnya Kerja Sama Indonesia–PEA

Namun, tantangan sesungguhnya datang pada fase gugur. Argentina membutuhkan perpanjangan waktu untuk menaklukkan Tanjung Verde 3-2.

Drama kembali terjadi saat menghadapi Mesir. Sempat tertinggal dua gol hingga menit ke-79, Argentina bangkit dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2.

Perempat final berlangsung tak kalah menegangkan. Bermain hingga babak tambahan dan kehilangan satu pemain, Argentina akhirnya menyingkirkan Swiss setelah Julian Alvarez mencetak gol penting sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan.

Semifinal melawan Inggris kembali menguji mental juara Albiceleste. Setelah tertinggal akibat gol Anthony Gordon, Argentina membalas melalui Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez untuk menang 2-1 sekaligus memastikan tempat di final.

Sepanjang turnamen, Lionel Messi tampil sebagai pemain paling produktif. Ia telah mencetak delapan gol sehingga total koleksi golnya di putaran final Piala Dunia kini mencapai 21 gol.

Rekor Pertemuan Spanyol vs Argentina

Final Piala Dunia 2026 menjadi pertemuan kedua Spanyol dan Argentina di ajang Piala Dunia.

Pertemuan pertama berlangsung pada edisi 1966 di Villa Park, Inggris. Saat itu Argentina menang 2-1 berkat dua gol Luis Artime, sedangkan Spanyol hanya membalas melalui Pirri.

Di luar Piala Dunia, kedua negara sudah bertemu dalam 13 laga persahabatan. Spanyol mengoleksi enam kemenangan, Argentina meraih lima kemenangan, sementara dua pertandingan lainnya berakhir imbang.

Pertemuan terakhir terjadi pada 2018 di Madrid. Kala itu Spanyol tampil dominan dan menang telak 6-1 atas Argentina.

Adu Generasi di Partai Puncak

Final kali ini juga menghadirkan benturan dua generasi pemain. Spanyol mengandalkan talenta muda seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsi, dan Pedri yang dipadukan dengan pengalaman Rodri, Dani Olmo, serta Mikel Oyarzabal.

Di kubu Argentina, Lionel Messi masih menjadi tumpuan utama. Ia akan didukung Julian Alvarez di lini depan, bersama Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Cristian Romero, dan Emiliano Martinez.

Baca Juga :  Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina: Tuan Rumah Waspadai Kejutan The Dragons

Perbedaan karakter permainan membuat duel ini semakin menarik. Spanyol dikenal dengan penguasaan bola dan organisasi permainan yang rapi, sedangkan Argentina memiliki mental juara serta kemampuan bangkit dalam situasi sulit.

Hanya satu tim yang akan mengangkat trofi di New York dan mengukuhkan diri sebagai juara Piala Dunia 2026. (*)

Prediksi Susunan Pemain

Spanyol (4-2-3-1):
Unai Simon; Pedro Porro, Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, Marc Cucurella; Rodri, Fabian Ruiz; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.

Argentina (4-4-2):
Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Leandro Paredes, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Giuliano Simeone; Lionel Messi, Julian Alvarez.

Berita Terkait

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap Mandalika, Aprilia Kuasai Tiga Besar
Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain
Maigus Nasir Lepas 12 Atlet SOIna ke Pesonas II 2026, Berharap Bawa Pulang Medali
Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026
Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026
Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  
Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026
Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru