Javanusa.com—Vertigo yang kambuh tiba-tiba dapat mengganggu aktivitas karena menimbulkan sensasi seolah-olah tubuh atau lingkungan sekitar berputar.
Kondisi ini sering dipicu oleh perubahan posisi kepala, tetapi sejumlah gangguan pada telinga bagian dalam juga dapat menjadi penyebabnya.
Serangan dapat muncul sewaktu-waktu, berlangsung beberapa menit hingga berjam-jam, dan sering kali membuat penderita kehilangan keseimbangan.
Pada banyak kasus, perubahan posisi kepala menjadi pemicu utama vertigo kambuh. Gerakan yang normal bagi orang sehat dapat memunculkan gejala pada penderita vertigo.
Selain perubahan posisi kepala, gangguan pada telinga bagian dalam juga berperan penting. Bagian telinga ini berfungsi sebagai pusat keseimbangan yang mengirimkan informasi mengenai posisi tubuh dan gerakan ke otak melalui saraf. Ketika sistem tersebut terganggu, otak menerima sinyal yang tidak sesuai sehingga muncul sensasi berputar.
Gejala Vertigo yang Perlu Dikenali
Saat serangan terjadi, penderita umumnya mengalami beberapa keluhan berikut:
-
- Pandangan terasa berputar.
- Tubuh kehilangan keseimbangan.
- Terasa tertarik ke satu sisi.
- Tubuh seperti miring.
- Muncul sensasi bergoyang.
Selain itu, vertigo juga dapat disertai gejala lain, seperti:
-
- Gerakan bola mata yang tidak normal (nistagmus).
- Sakit kepala.
- Rasa ingin pingsan.
- Keringat berlebih.
- Mual.
- Telinga berdenging.
BPPV Menjadi Penyebab Vertigo yang Paling Sering
Salah satu penyebab vertigo kambuh yang paling umum adalah Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV). Kondisi ini memicu sensasi berputar secara mendadak akibat perubahan posisi kepala.
Beberapa aktivitas sederhana yang dapat memicu serangan pada penderita BPPV meliputi:
-
- Berbaring.
- Membalikkan posisi tubuh saat tidur.
- Menengadah.
- Menundukkan kepala.
Serangan BPPV biasanya berlangsung singkat, hanya beberapa detik hingga beberapa menit. Namun, gejala dapat muncul berulang dan diikuti rasa pusing atau gangguan keseimbangan selama beberapa menit bahkan beberapa jam setelah serangan mereda.
Mengapa BPPV Bisa Terjadi?
BPPV terjadi ketika kristal kalsium karbonat di telinga bagian dalam terlepas dari tempatnya. Saat kepala bergerak, kristal tersebut masuk ke saluran yang berisi cairan sehingga mengirimkan sinyal yang keliru ke otak. Akibatnya, otak menafsirkan tubuh sedang bergerak meskipun sebenarnya tidak.
Penyebab pasti terlepasnya kristal tersebut belum diketahui. Namun, sejumlah kondisi diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami BPPV.
Faktor Risiko Vertigo Kambuh
Beberapa faktor yang berkaitan dengan meningkatnya risiko BPPV antara lain:
-
- Riwayat infeksi telinga.
- Pernah menjalani operasi telinga.
- Cedera pada kepala.
- Memiliki anggota keluarga dengan riwayat vertigo berulang.
- Diabetes.
- Tirah baring dalam waktu lama selama masa pemulihan penyakit.
BPPV paling sering ditemukan pada orang berusia di atas 50 tahun. Meski demikian, kondisi ini dapat terjadi pada semua kelompok usia dan dilaporkan lebih banyak dialami perempuan dibandingkan laki-laki.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Pengobatan dengan obat-obatan tidak selalu efektif untuk mengatasi vertigo akibat BPPV. Karena itu, siapa pun yang mengalami vertigo berulang, terutama jika gejalanya mengganggu aktivitas atau semakin sering muncul, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. (*)






