Vertigo Sering Kambuh? Kenali Penyebab, Gejala, dan Faktor Risiko BPPV yang Perlu Diwaspadai

Penulis -

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita mengalami vertigo. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi wanita mengalami vertigo. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Vertigo yang kambuh tiba-tiba dapat mengganggu aktivitas karena menimbulkan sensasi seolah-olah tubuh atau lingkungan sekitar berputar.

Kondisi ini sering dipicu oleh perubahan posisi kepala, tetapi sejumlah gangguan pada telinga bagian dalam juga dapat menjadi penyebabnya.

Serangan dapat muncul sewaktu-waktu, berlangsung beberapa menit hingga berjam-jam, dan sering kali membuat penderita kehilangan keseimbangan.

Pada banyak kasus, perubahan posisi kepala menjadi pemicu utama vertigo kambuh. Gerakan yang normal bagi orang sehat dapat memunculkan gejala pada penderita vertigo.

Selain perubahan posisi kepala, gangguan pada telinga bagian dalam juga berperan penting. Bagian telinga ini berfungsi sebagai pusat keseimbangan yang mengirimkan informasi mengenai posisi tubuh dan gerakan ke otak melalui saraf. Ketika sistem tersebut terganggu, otak menerima sinyal yang tidak sesuai sehingga muncul sensasi berputar.

Gejala Vertigo yang Perlu Dikenali

Saat serangan terjadi, penderita umumnya mengalami beberapa keluhan berikut:

    • Pandangan terasa berputar.
    • Tubuh kehilangan keseimbangan.
    • Terasa tertarik ke satu sisi.
    • Tubuh seperti miring.
    • Muncul sensasi bergoyang.

Selain itu, vertigo juga dapat disertai gejala lain, seperti:

    • Gerakan bola mata yang tidak normal (nistagmus).
    • Sakit kepala.
    • Rasa ingin pingsan.
    • Keringat berlebih.
    • Mual.
    • Telinga berdenging.
BPPV Menjadi Penyebab Vertigo yang Paling Sering

Salah satu penyebab vertigo kambuh yang paling umum adalah Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV). Kondisi ini memicu sensasi berputar secara mendadak akibat perubahan posisi kepala.

Beberapa aktivitas sederhana yang dapat memicu serangan pada penderita BPPV meliputi:

    • Berbaring.
    • Membalikkan posisi tubuh saat tidur.
    • Menengadah.
    • Menundukkan kepala.

Serangan BPPV biasanya berlangsung singkat, hanya beberapa detik hingga beberapa menit. Namun, gejala dapat muncul berulang dan diikuti rasa pusing atau gangguan keseimbangan selama beberapa menit bahkan beberapa jam setelah serangan mereda.

Baca Juga :  Terkena Percikan Minyak Panas saat Memasak? Ini Pertolongan Pertama yang Wajib Dilakukan
Mengapa BPPV Bisa Terjadi?

BPPV terjadi ketika kristal kalsium karbonat di telinga bagian dalam terlepas dari tempatnya. Saat kepala bergerak, kristal tersebut masuk ke saluran yang berisi cairan sehingga mengirimkan sinyal yang keliru ke otak. Akibatnya, otak menafsirkan tubuh sedang bergerak meskipun sebenarnya tidak.

Penyebab pasti terlepasnya kristal tersebut belum diketahui. Namun, sejumlah kondisi diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami BPPV.

Faktor Risiko Vertigo Kambuh

Beberapa faktor yang berkaitan dengan meningkatnya risiko BPPV antara lain:

    • Riwayat infeksi telinga.
    • Pernah menjalani operasi telinga.
    • Cedera pada kepala.
    • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat vertigo berulang.
    • Diabetes.
    • Tirah baring dalam waktu lama selama masa pemulihan penyakit.

BPPV paling sering ditemukan pada orang berusia di atas 50 tahun. Meski demikian, kondisi ini dapat terjadi pada semua kelompok usia dan dilaporkan lebih banyak dialami perempuan dibandingkan laki-laki.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Pengobatan dengan obat-obatan tidak selalu efektif untuk mengatasi vertigo akibat BPPV. Karena itu, siapa pun yang mengalami vertigo berulang, terutama jika gejalanya mengganggu aktivitas atau semakin sering muncul, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. (*)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Berita Terbaru