Limapuluh Kota, Javanusa—Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Padang Mengatas terus memperkuat perannya sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian dalam mendukung pembangunan subsektor peternakan.
Fokus utamanya mencakup penyediaan bibit ternak unggul, pengembangan hijauan pakan, peningkatan kualitas layanan publik, hingga optimalisasi penerimaan negara.
Memasuki Semester I Tahun Anggaran 2026, balai tersebut membukukan PNBP sebesar Rp1.446.860.455. Nilai itu setara dengan 64,31 persen dari target yang ditetapkan sepanjang tahun.
Pendapatan tersebut berasal dari berbagai layanan kepada masyarakat, seperti penjualan sapi bibit, hijauan pakan ternak, kompos, serta pemanfaatan fasilitas yang tersedia di lingkungan balai.
Kepala BPTUHPT Padang Mengatas, Farouk Mochtar, menegaskan seluruh program yang dijalankan diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi peternak sekaligus memperkuat ketersediaan bibit ternak unggul di Indonesia.
“Setiap program yang kami laksanakan diarahkan untuk menghasilkan manfaat bagi peternak dan memperkuat penyediaan bibit ternak unggul nasional. Kami terus meningkatkan kualitas pelayanan, produktivitas, inovasi, serta tata kelola yang profesional agar manfaat program Kementerian Pertanian dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujar Farouk di Kantor BPTUHPT Padang Mengatas, Lima Puluh Kota, Jumat (24/7/2026).
Kelola Lebih dari 1.300 Ekor Sapi
Selain mencatat capaian pendapatan, BPTUHPT Padang Mengatas juga mengelola populasi ternak yang menjadi sumber daya genetik penting bagi pengembangan peternakan nasional.
Saat ini, balai memiliki 1.351 ekor sapi yang terdiri atas Simmental, Limousin, Pesisir, Belgian Blue, persilangan Simmental-Belgian Blue, persilangan Limousin-Belgian Blue, serta sapi perah.
Sepanjang Semester I 2026, BPTUHPT Padang Mengatas telah mendistribusikan 138 ekor sapi bibit unggul ke berbagai daerah. Penyaluran tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas, kualitas genetik, dan daya saing peternakan di Indonesia.
Produksi Pakan dan Kompos Terus Ditingkatkan
Di bidang penyediaan pakan, BPTUHPT Padang Mengatas terus mengembangkan berbagai jenis hijauan unggul untuk memenuhi kebutuhan peternak.
Beberapa varietas yang dibudidayakan meliputi rumput Pakchong, Odot, Gama Umami, Brachiaria decumbens, serta tanaman Indigofera yang dikenal memiliki nilai nutrisi tinggi bagi ternak.
Sementara itu, balai juga mengembangkan sistem pengelolaan limbah peternakan menjadi pupuk organik. Selama Semester I 2026, produksi kompos mencapai 11.400 kilogram sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi usaha peternakan sekaligus mendukung praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan.
Indeks Kepuasan Masyarakat Raih Predikat Sangat Baik
Peningkatan kinerja tidak hanya terlihat dari aspek produksi, tetapi juga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Berdasarkan Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Triwulan II Tahun 2026, BPTUHPT Padang Mengatas memperoleh nilai 90,11 dengan kategori “Sangat Baik”. Penilaian tersebut berasal dari 108 responden yang menggunakan layanan balai.
Farouk menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja seluruh pegawai yang mengedepankan nilai-nilai BerAKHLAK sebagai budaya kerja Aparatur Sipil Negara.
“Berbagai capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat penyediaan bibit ternak unggul, dan menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan peternak. Kami ingin BPTUHPT Padang Mengatas terus memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembangunan peternakan yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan,” tutup Farouk. (*)






