7 Cara Merawat Rambut Tipis agar Tampak Lebih Tebal dan Tetap Sehat

Penulis -

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita menjalani perawatan rambut. (Foto: Pexels)

Ilustrasi wanita menjalani perawatan rambut. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Rambut tipis sering membuat sebagian orang merasa kurang percaya diri karena terlihat lepek, kurang bervolume, dan lebih mudah mengalami kerontokan.

Meski faktor genetik berperan, perawatan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan rambut sekaligus membuatnya tampak lebih tebal.

Memiliki rambut tipis bukan berarti Anda tidak bisa mendapatkan rambut yang sehat. Dengan kebiasaan perawatan yang tepat, rambut dapat tumbuh lebih kuat, berkilau, dan terhindar dari kerusakan yang memperparah kondisi rambut.

Berikut tujuh langkah yang dapat diterapkan untuk merawat rambut tipis.

1. Rutin Membersihkan Rambut

Kulit kepala terus memproduksi minyak alami (sebum) dan keringat setiap hari. Produksi keduanya biasanya meningkat setelah beraktivitas atau berolahraga.

Pada rambut tipis, minyak berlebih membuat helaian rambut mudah lepek sehingga kulit kepala semakin terlihat. Karena itu, menjaga kebersihan rambut menjadi langkah penting. Pemilik rambut lurus dan tipis disarankan mencuci rambut secara rutin, misalnya setiap dua hari sekali atau sesuai kebutuhan.

2. Pilih Sampo yang Sesuai dengan Kondisi Rambut

Pemilihan sampo berperan penting dalam menjaga kekuatan rambut. Gunakan produk yang diformulasikan untuk membantu mengurangi kerontokan atau mendukung pertumbuhan rambut agar tampil lebih bervolume.

Saat keramas, aplikasikan sampo langsung ke kulit kepala, pijat secara lembut hingga merata, diamkan beberapa saat, lalu bilas hingga bersih. Cara ini membantu membersihkan kulit kepala secara optimal tanpa meninggalkan residu.

3. Pakai Pelembap dan Masker Rambut

Rambut tipis lebih rentan menjadi kering dan mudah patah. Untuk mengatasinya, gunakan pelembap rambut setelah keramas dengan mengoleskannya pada bagian tengah hingga ujung rambut, bukan pada kulit kepala.

Selain itu, aplikasikan masker rambut setidaknya sekali dalam seminggu. Produk yang mengandung minyak jojoba, vitamin A, vitamin C, dan antioksidan dapat membantu menjaga kekuatan serta kilau rambut.

Baca Juga :  PSP Padang Hajar Gaung Putra FC 14-0, Lugas dan Seva Cetak Hattrick
4. Batasi Penggunaan Alat Penata Rambut

Paparan suhu tinggi dari catokan maupun hair dryer dapat merusak batang rambut sehingga lebih rapuh. Jika harus menggunakan alat penata rambut, pilih suhu yang lebih rendah untuk meminimalkan kerusakan.

American Academy of Dermatology Association juga menyarankan penggunaan alat styling maksimal satu kali dalam seminggu atau lebih jarang. Di samping itu, rapikan ujung rambut setiap enam hingga delapan minggu agar tetap sehat dan terhindar dari ujung bercabang.

5. Penuhi Asupan Nutrisi Rambut

Kesehatan rambut tidak hanya dipengaruhi produk perawatan, tetapi juga pola makan. Konsumsi makanan tinggi protein seperti telur, ikan, dan kacang-kacangan untuk mendukung pertumbuhan rambut.

Lengkapi pula kebutuhan zat besi, asam lemak omega-3, serta vitamin B kompleks. Berbagai nutrisi tersebut membantu memperkuat folikel rambut sehingga risiko kerontokan dapat berkurang.

6. Hindari Mengikat Rambut Terlalu Kencang

Mengikat rambut terlalu kuat dapat menarik akar rambut secara terus-menerus. Kebiasaan ini meningkatkan risiko rambut patah, rontok, bahkan dapat memicu kebotakan jika berlangsung dalam waktu lama.

Gunakan ikat rambut berbahan lembut seperti scrunchie dan hindari mengikat rambut saat masih basah karena kondisinya lebih mudah rusak.

7. Lindungi Rambut dari Paparan Sinar Matahari

Sinar matahari berlebihan dapat merusak folikel rambut, terutama pada pemilik rambut tipis yang lebih rentan mengalami kerusakan.

Saat beraktivitas di luar ruangan, gunakan topi atau payung sebagai pelindung. Anda juga dapat memilih produk perawatan rambut yang memiliki kandungan pelindung sinar UV untuk memberikan perlindungan tambahan.

Menjaga rambut tipis tetap sehat memerlukan perawatan yang konsisten. Membersihkan rambut secara rutin, memilih produk yang tepat, memenuhi kebutuhan nutrisi, mengurangi paparan panas, dan melindungi rambut dari sinar matahari dapat membantu menjaga kekuatan rambut sekaligus membuatnya tampak lebih tebal. (*)

Baca Juga :  Pj Wako Padang Bahas Ketahanan Pangan dengan Pimpinan Bulog Sumbar

Berita Terkait

Kenali 7 Ciri Penyakit Jantung pada Wanita, Jangan Abaikan Gejala Awalnya
Perkuat Pariwisata Kesehatan Sumbar, Fadly Amran Dorong Digitalisasi Herbal
Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru