Javanusa.com—Penderita asam urat perlu lebih cermat memilih makanan setiap hari. Sejumlah buah, sayuran, dan sumber protein rendah purin dapat menjadi bagian dari pola makan yang membantu mengendalikan kondisi tersebut.
Asam urat muncul ketika tubuh memecah purin. Senyawa ini secara alami terdapat dalam tubuh dan juga ditemukan pada berbagai jenis makanan.
Jeroan, daging merah, sejumlah makanan laut, alkohol, serta minuman tinggi gula sebaiknya dibatasi.
Sebaliknya, pola makan dengan lebih banyak buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan produk susu rendah lemak dapat mendukung pola hidup yang lebih sehat.
Dilansir dari Halodoc, berikut sejumlah makanan dan buah yang dapat menjadi pilihan bagi penderita asam urat.
1. Buah yang kaya vitamin C
Jeruk, kiwi, dan lemon termasuk buah yang kaya vitamin C. Sejumlah penelitian mengaitkan asupan vitamin C dengan kadar asam urat yang lebih rendah.
Selain itu, pisang, apel, pir, dan anggur dapat menjadi pilihan karena kandungan purinnya relatif rendah. Buah-buahan tersebut juga menyediakan serat dan berbagai zat gizi.
Meski demikian, buah tidak menggantikan obat untuk gout. Pasien tetap perlu mengikuti terapi dokter jika kondisi membutuhkan pengobatan.
2. Alpukat
Alpukat mengandung lemak tak jenuh dan berbagai senyawa antioksidan. Buah ini dapat masuk dalam menu harian sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Kandungan vitamin E turut menjadi salah satu keunggulan alpukat. Namun, porsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi harian.
3. Sayuran rendah purin
Penderita asam urat tidak harus menghindari seluruh jenis sayuran. Wortel, mentimun, selada, paprika, kol, kale, dan kentang dapat menjadi pilihan.
Sayuran membantu memenuhi kebutuhan serat, vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif. Pengolahan yang tidak berlebihan juga membantu mempertahankan kualitas gizinya.
4. Yoghurt rendah lemak
Produk susu rendah lemak dapat menjadi pilihan dalam pola makan penderita gout. Yoghurt menyediakan protein dan kalsium dengan kandungan lemak yang relatif lebih rendah.
Konsumsi produk susu rendah lemak juga dapat melengkapi pola makan yang seimbang. Pilih produk dengan kandungan gula tambahan yang tidak berlebihan.
5. Ikan salmon
Salmon mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan secara umum. Kandungan tersebut juga berkaitan dengan mekanisme respons peradangan dalam tubuh.
Namun, salmon tetap termasuk kelompok makanan laut. Penderita asam urat perlu memperhatikan porsinya sebagai bagian dari keseluruhan asupan makanan.
6. Karbohidrat kompleks
Beras merah, jagung, kentang, dan ubi dapat menjadi sumber karbohidrat kompleks. Pilihan tersebut membantu membentuk menu yang lebih seimbang.
Biji-bijian utuh juga dapat dimasukkan dalam pola makan sehari-hari. Sebaiknya pilih sumber karbohidrat yang tidak mendapat tambahan gula dalam jumlah tinggi.
7. Telur
Telur dapat menjadi alternatif sumber protein karena kandungan purinnya relatif rendah. Pilihan ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada sumber protein dari daging tertentu.
Cara memasaknya juga perlu diperhatikan. Rebus atau masak dengan sedikit minyak untuk menghindari tambahan lemak yang berlebihan.
8. Jahe
Jahe mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antiinflamasi. Rempah ini dapat ditambahkan ke makanan atau minuman sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
Namun, jahe bukan pengganti obat untuk menurunkan kadar asam urat. Penderita sebaiknya menggunakannya sebagai pelengkap pola makan, bukan terapi utama.
9. Teh hijau
Teh hijau mengandung katekin dan senyawa antioksidan lainnya. Sejumlah penelitian juga telah mengevaluasi potensi teh hijau dalam kaitannya dengan metabolisme asam urat.
Meski begitu, bukti yang tersedia belum menempatkan teh hijau sebagai terapi utama gout. Konsumsilah dalam jumlah wajar dan hindari tambahan gula berlebihan.
10. Pisang
Pisang termasuk buah dengan kandungan purin yang relatif rendah. Buah ini juga menyediakan vitamin C, serat, dan sejumlah mineral.
Pisang dapat menjadi bagian dari pola makan rendah purin. Namun, konsumsinya tetap perlu disertai variasi makanan lain agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.
11. Teh hibiscus atau rosella
Teh hibiscus atau rosella mengandung berbagai senyawa bioaktif. Minuman ini dapat menjadi alternatif bagi penderita yang ingin mengurangi konsumsi minuman dengan tambahan gula.
Namun, manfaat rosella secara khusus untuk menurunkan kadar asam urat masih membutuhkan bukti lebih lanjut. Karena itu, minuman ini tidak sebaiknya menggantikan terapi medis.
Itulah berbagai makanan dan buah untuk pengidap asam urat. Jika serangan nyeri sendi sering muncul atau kadar asam urat tetap tinggi, segera konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter. (*)






