53.971 Rumah Rusak akibat Gempa Flores, BNPB Masih Verifikasi Data

Penulis -

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi kerusakan rumah yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peoza Karamba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, NTT, Kamis (21/8). (Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan/Danung Arifin)

Kondisi kerusakan rumah yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peoza Karamba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, NTT, Kamis (21/8). (Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan/Danung Arifin)

Maumere, Javanusa—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 53.971 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Data tersebut merupakan pembaruan pada hari kedelapan, Sabtu (22/8). BNPB masih melakukan verifikasi dan validasi untuk memastikan kondisi rumah sesuai fakta di lapangan.

Pendataan berjalan bersamaan dengan penanganan fase tanggap darurat. Langkah ini mengikuti arahan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto.

Puluhan Ribu Rumah Mengalami Kerusakan

Dari total 53.971 rumah, sebanyak 19.006 unit masuk kategori rusak berat. Kemudian, 11.777 rumah mengalami rusak sedang dan 23.188 lainnya rusak ringan.

Kerusakan tersebar di tujuh kabupaten terdampak. Kabupaten Manggarai Timur mencatat jumlah rumah rusak paling banyak.

Berikut rincian data sementara BNPB:

    • Manggarai Timur: 17.039 rumah, terdiri dari 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.
    • Manggarai Barat: 9.402 rumah, terdiri dari 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan.
    • Ngada: 8.129 rumah, terdiri dari 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.
    • Manggarai: 7.045 rumah, terdiri dari 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan.
    • Nagekeo: 4.829 rumah, terdiri dari 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan.
    • Ende: 3.953 rumah, terdiri dari 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.
    • Sikka: 3.574 rumah, terdiri dari 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.

BNPB menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara. Tim tetap mengecek dan mencocokkan data dengan kondisi rumah di lapangan.

Data BNBA Sudah Tersedia di Enam Kabupaten

BNPB melalui Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi telah mengirim tim ke tujuh kabupaten.

Baca Juga :  Program Semata Ke-9 di Pauh, Gubuk Turisno Dibedah Jadi Layak Huni

Tim tersebut menyiapkan proses verifikasi dan validasi data kerusakan rumah. Pemerintah juga menggunakan data by name by address (BNBA) hingga tingkat desa.

Data BNBA sudah tersedia untuk Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, petugas masih menginput data dari Kabupaten Manggarai.

BNPB menargetkan proses input data Manggarai selesai dalam satu hingga dua hari. Setelah itu, tim dapat melanjutkan tahapan pemeriksaan berikutnya.

Verifikasi Menentukan Keabsahan Data

Di Kabupaten Nagekeo, pemerintah daerah telah menjalankan verifikasi selama dua hari. Petugas menggunakan instrumen pendataan yang disiapkan BNPB.

Jika hasil pemeriksaan sesuai, pemerintah daerah dapat menetapkan data melalui keputusan kepala daerah. Namun, BNPB akan meminta verifikasi ulang jika hasil sampling menunjukkan ketidaksesuaian.

Proses tersebut bertujuan menjaga akurasi data sebelum pemerintah menetapkan dukungan bagi warga terdampak. Data yang valid juga menjadi dasar perencanaan kebutuhan pemulihan.

Data Kerusakan Jadi Dasar Bantuan Perumahan

Pendataan rumah rusak turut menentukan kebutuhan tenaga enumerator. BNPB dan pemerintah daerah akan menyesuaikan jumlah petugas dengan kebutuhan verifikasi lapangan.

Khusus rumah rusak berat, data menjadi salah satu dasar untuk menghitung kebutuhan hunian sementara (huntara). Data tersebut juga mendukung perhitungan dana tunggu perumahan (DTH) bagi masyarakat terdampak.

Dengan mekanisme itu, pemerintah dapat menyalurkan dukungan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Bimtek Digelar Sebelum Verifikasi Lapangan

BNPB berencana menggelar bimbingan teknis atau bimtek pada Selasa, 25 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam melakukan pendataan.

Setelah bimtek, petugas akan melanjutkan verifikasi dan validasi kerusakan rumah di setiap kabupaten terdampak. BNPB berharap proses tersebut menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Selaju Sampan Tradisional HJK Padang 357 Meriah, Peserta Junior Lampaui Target

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, sebelumnya menekankan pentingnya akurasi data. Menurutnya, data menjadi fondasi untuk menentukan bentuk dan sasaran dukungan pemerintah.

Pendataan Berjalan Bersamaan dengan Tanggap Darurat

BNPB tidak menunggu fase tanggap darurat berakhir untuk memulai pendataan. Pemerintah menjalankan kedua proses tersebut secara paralel sejak awal penanganan bencana.

Penanganan darurat tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah fokus menjaga keselamatan warga sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Di sisi lain, pendataan kerusakan terus berlangsung sebagai persiapan menuju tahap pemulihan. Langkah ini memungkinkan pemerintah menyusun kebutuhan secara lebih cepat dan terukur.

BNPB dan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dalam proses tersebut. Kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memastikan setiap bantuan mengacu pada data valid.

Dengan pendataan yang akurat, pemerintah dapat menyiapkan pemulihan secara bertahap. Masyarakat terdampak gempa bumi M 7,7 Flores diharapkan mendapat dukungan sesuai kondisi dan kebutuhannya. (*)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru