Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Penulis -

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lafa Pratomo, Ari Lesmana, dan White Chorus Hadirkan Juara Dua. (Foto: IG @podcastsomestory)

Lafa Pratomo, Ari Lesmana, dan White Chorus Hadirkan Juara Dua. (Foto: IG @podcastsomestory)

Javanusa.com—Tidak semua orang harus menjadi yang pertama untuk bisa merasa bahagia. Gagasan itu menjadi napas utama Juara Dua, single keempat dari EP Garis Tegak yang mempertemukan Lafa Pratomo, Ari Lesmana, dan White Chorus.

Lagu tersebut mengangkat keresahan tentang ritme hidup yang serba cepat. Ketiganya kemudian menerjemahkan keresahan itu menjadi karya yang memberi ruang bagi pilihan untuk menjalani hidup dengan lebih tenang.

Juara Dua dan Pilihan untuk Hidup Lebih Bahagia

Bagi Lafa Pratomo, posisi kedua bukan sesuatu yang harus dianggap sebagai kegagalan. Ia melihat Juara Dua sebagai pilihan yang tetap sah ketika posisi tersebut justru membuat seseorang lebih nyaman dan bahagia.

Gagasan itu sekaligus memperkuat tema resiliensi yang sejak awal menjadi payung proyek Garis Tegak. Melalui kolaborasi tersebut, Lafa menemukan bentuk baru dari keresahan yang muncul ketika tiga pihak menghadapi pengalaman hidup dengan ritme berbeda.

Ari Lesmana membawa pengalaman dari kehidupan yang bergerak cepat. Kesibukan dengan ritme kerja tinggi membuatnya mulai mempertanyakan kembali hal yang sebenarnya ingin ia kejar.

Pada akhirnya, Ari memilih ketenangan dan kehidupan yang secukupnya. Ia juga tidak lagi melihat validasi sebagai sesuatu yang harus terus dicari.

“Gak perlu validasi juga, gak perlu apa-apa gitu,” ujar Ari.

Sementara itu, White Chorus menemukan kegelisahan yang serupa dalam perkembangan musik saat ini. Mereka melihat banyak orang terburu-buru membuat sekaligus merilis lagu.

Meski tetap memiliki target, White Chorus menilai perjalanan bermusik tidak harus berubah menjadi perlombaan dengan orang lain.

“Kita tuh gak lomba sama orang lain,” tambah White Chorus.

Berawal dari Enam Pilihan Beat

Kesamaan keresahan tersebut kemudian berkembang melalui percakapan. Dari sisi musik, prosesnya bermula dari stok beat milik White Chorus.

Baca Juga :  Syarat Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Imbang Lawan Malaysia

Saat itu, White Chorus membawa enam pilihan beat untuk dikembangkan bersama. Draft nomor enam akhirnya menarik perhatian dan menjadi embrio lagu Juara Dua.

Pada tahap awal, materi tersebut masih sangat sederhana. Isinya baru beberapa bar dengan drum break dan gitar akustik.

Materi itu sempat tersimpan karena arahnya tidak sesuai dengan konsep EP yang ketika itu ingin dibuat lebih elektronik dan menghentak. Namun, Ari justru tertarik dengan nada dan karakter mentah yang muncul dari draft tersebut.

Setelah mendengarkan sejumlah opsi berulang kali, ketiganya akhirnya sepakat mengembangkan materi tersebut lebih jauh.

Kolaborasi Membentuk Karakter Lagu

Proses pengembangan kemudian membuka kemungkinan baru dalam aransemen. Mereka memasukkan bagian yang lebih tenang dengan gitar akustik serta perubahan nada di tengah pola awal yang repetitif.

Bagi Ari, bagian tersebut menjadi salah satu titik penting dalam proses kreatif. Karakter Lafa, Ari, dan White Chorus mulai menyatu tanpa kehilangan identitas masing-masing.

Bagian itu sekaligus memperkuat pesan utama Juara Dua tentang hak seseorang untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri.

Dari sisi produksi, karakter drum break tetap dipertahankan. Emir menjelaskan bahwa sampel drum pada versi awal kemudian berkembang menjadi permainan drum yang direkam ulang.

Menurut Lafa, seluruh proses penggarapan Juara Dua berlangsung melalui dua pertemuan utama. Proses tersebut menjadi ruang bagi ketiganya untuk menemukan bentuk akhir lagu sekaligus mempertemukan gagasan tentang ritme hidup, kebebasan memilih, dan kebahagiaan. (*)

Sumber: IG Podcast Some Story

Berita Terkait

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih
Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial
Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa
Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih
Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta
Aplikasi Iblis Tayang 15 Oktober 2026, Rindu Kekasih Berujung Teror Mengerikan
Meiska Remake Lagu Aku Cuma Punya Hati, Beri Sentuhan Baru dari Versi Mytha Lestari
VVonderland Rilis Single GhoSt, Bawa Nuansa Alternative Rock dan Grunge

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru