Javanusa.com—Rasa lemas dan mengantuk setelah makan siang sering muncul ketika tubuh mulai mencerna makanan. Kondisi ini umumnya wajar, tetapi bisa berkaitan dengan pola makan atau masalah kesehatan tertentu.
Istilah food coma atau postprandial somnolence menggambarkan rasa kantuk dan penurunan energi setelah makan. Keluhan tersebut biasanya lebih terasa setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak.
Mengapa Badan Bisa Lemas Setelah Makan?
Tubuh membutuhkan energi untuk memproses makanan yang masuk. Karena itu, rasa mengantuk setelah makan tidak selalu menandakan adanya penyakit.
Namun, beberapa faktor dapat membuat rasa lelah muncul lebih kuat. Dilansir dari Klikdokter, berikut sejumlah kemungkinan penyebab yang perlu diperhatikan.
1. Terlalu Banyak Gula dan Karbohidrat Olahan
Makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Setelah itu, kadar gula dapat kembali turun dan membuat energi tubuh terasa berkurang.
Sebagai pilihan, konsumsi karbohidrat kompleks yang kaya serat. Gandum, kacang polong, dan berbagai jenis kacang dapat menjadi alternatif.
2. Asupan Protein Berlebihan
Protein memiliki peran penting dalam berbagai fungsi tubuh. Namun, konsumsi dalam jumlah berlebihan juga dapat membuat tubuh terasa lebih berat dan lelah setelah makan.
Karena itu, pola makan sebaiknya tetap memperhatikan keseimbangan berbagai kelompok zat gizi.
3. Porsi Makan Terlalu Besar
Makan dalam porsi besar dapat membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mencerna makanan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan rasa kenyang, mengantuk, dan lemas.
Kebiasaan makan berlebihan juga dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman setelah makan.
4. Tubuh Sedang Mencerna Makanan
Sistem pencernaan membutuhkan waktu dan energi untuk memproses makanan. Efek ini bisa terasa lebih kuat setelah seseorang mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak.
Karena itu, rasa mengantuk ringan setelah makan dapat menjadi respons normal tubuh.
5. Diabetes
Diabetes mellitus juga dapat menjadi salah satu penyebab tubuh mudah lemas setelah makan. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan pengaturan kadar gula darah akibat masalah pada kerja insulin.
Setelah makan, tubuh seharusnya mengatur dan menyimpan glukosa untuk memenuhi kebutuhan energi. Pada diabetes, proses tersebut mengalami gangguan sehingga kadar gula darah dapat meningkat dan tubuh terasa lelah.
Selain makanan dan kondisi metabolik, kebiasaan sehari-hari turut memengaruhi munculnya rasa lemas setelah makan.
6. Jarang Berolahraga
Kurangnya aktivitas fisik dapat membuat tubuh lebih mudah merasa lelah. Sebaliknya, olahraga secara rutin dapat membantu menjaga kebugaran dan mendukung tingkat energi sepanjang hari.
Aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten juga menjadi bagian penting dari pola hidup sehat.
7. Kurang Tidur
Kurang tidur tidak hanya berkaitan dengan durasi tidur. Kualitas istirahat juga menentukan apakah tubuh benar-benar mendapatkan pemulihan yang cukup.
Seseorang yang kurang tidur cenderung lebih mudah mengantuk setelah makan. Efek tersebut dapat semakin terasa ketika makan dalam porsi besar pada siang hari.
8. Alergi atau Intoleransi Makanan
Reaksi terhadap makanan tertentu juga dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman setelah makan. Selain lemas, keluhan dapat berupa perut kembung, konstipasi, atau diare.
Jika mencurigai makanan tertentu sebagai pemicu, konsultasikan keluhan dengan dokter. Pengaturan pola makan dapat membantu memastikan hubungan antara makanan dan gejala yang muncul.
Jika rasa lemas terus berulang atau berlangsung lama, penyebabnya perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
9. Gangguan Tiroid
Gangguan kelenjar tiroid dapat mengubah keseimbangan hormon dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat memengaruhi metabolisme dan membuat seseorang lebih mudah mengalami kelelahan.
Gangguan pengaturan energi juga dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih berat.
10. Gangguan Penyerapan di Saluran Cerna
Masalah pada proses penyerapan makanan dapat mengurangi jumlah zat gizi yang masuk ke tubuh. Akibatnya, tubuh bisa kekurangan sumber energi dan seseorang lebih mudah merasa lemas.
Beberapa kondisi lain juga dapat menimbulkan keluhan serupa. Contohnya anemia, hipotiroid, penyakit celiac, dan sleep apnea.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Badan lemas setelah makan tidak selalu menunjukkan masalah kesehatan. Pada banyak orang, keluhan tersebut berkaitan dengan porsi makan, jenis makanan, atau kondisi tubuh saat itu.
Namun, keluhan yang sering muncul dan berlangsung dalam waktu lama sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan dokter dapat membantu menemukan penyebab yang mendasari dan menentukan penanganan sesuai kondisi. (*)






