Padang, Javanusa—Sekitar 8.000 anak Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Padang mengikuti latihan manasik haji massal di Lapangan RTH Imam Bonjol, Kamis (27/8/2026).
Mengenakan pakaian ihram serba putih, ribuan anak mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia-Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kota Padang.
Kegiatan tersebut mengenalkan rukun Islam kelima kepada anak melalui pengalaman belajar yang lebih konkret. Mereka juga diperkenalkan dengan tata cara pelaksanaan ibadah haji sejak usia dini.
Manasik Haji Jadi Media Pendidikan Agama
Bunda PAUD Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, turut hadir memberikan arahan kepada peserta.
Menurut Dian, usia sekitar lima tahun merupakan fase penting dalam pembentukan karakter anak. Pada masa tersebut, perkembangan sosial, kognitif, emosional, dan moral berlangsung secara intensif.
Karena itu, pengenalan nilai keagamaan melalui kegiatan yang sesuai dengan usia anak memiliki peran penting.
“Pengenalan manasik haji ini menjadi fondasi penting dalam membangun karakter anak. Melalui pakaian ihram yang mereka kenakan hari ini, anak-anak belajar nilai kesucian dan kesetaraan—bahwa di hadapan Allah SWT seluruh manusia adalah sama tanpa ada perbedaan derajat,” ujarnya.
Selain memahami tata cara ibadah, kegiatan tersebut mengajak anak mengenal makna kesetaraan dan kesucian melalui simbol pakaian ihram.
Kolaborasi Guru dan Orang Tua
Dian juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan pendidik yang ikut menyukseskan latihan manasik haji massal tersebut.
Pendampingan orang tua, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mendukung proses tumbuh kembang anak.
Ia menilai pendidikan karakter tidak cukup berlangsung di lingkungan sekolah. Nilai-nilai yang diperkenalkan guru perlu mendapat penguatan melalui kebiasaan anak bersama keluarga.
“Pendidikan yang utuh dan berkualitas tidak dapat berdiri sendiri. Dibutuhkan kerja sama yang kuat dan komitmen bersama antara pihak sekolah, guru, dan orang tua di rumah agar nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan hari ini dapat terus bertumbuh dalam diri anak-anak kita,” pungkas Dian yang juga Ibunda Guru PGRI Kota Padang itu.
Melalui latihan manasik haji massal ini, Pemerintah Kota Padang bersama IGTKI-PGRI mendorong pendidikan anak yang lebih menyeluruh.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya membantu anak mengenal ibadah haji. Lebih dari itu, manasik menjadi sarana menumbuhkan kecerdasan spiritual dan akhlak mulia sejak masa kanak-kanak. (*)






