Bupati Dharmasraya Instruksikan Camat dan Wali Nagari Cegah Pembakaran Lahan

Penulis -

Jumat, 4 September 2026 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan deklarasi bersama anti-karhutla bersama unsur Forkopimda di Auditorium Dharmasraya, Kamis (3/9/2026). (Foto: Diskominfo Dharmasraya)

Penandatanganan deklarasi bersama anti-karhutla bersama unsur Forkopimda di Auditorium Dharmasraya, Kamis (3/9/2026). (Foto: Diskominfo Dharmasraya)

Dharmasraya, Javanusa—Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memperketat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi El Nino Godzilla.

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani meminta camat dan wali nagari memastikan masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Arahan tersebut disampaikan Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni saat menghadiri penandatanganan deklarasi bersama anti-karhutla bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Auditorium Dharmasraya, Kamis (3/9/2026).

Bupati Dharmasraya Annisa menilai pencegahan karhutla tidak cukup dilakukan di tingkat kabupaten. Pengawasan harus berjalan hingga kecamatan dan nagari dengan melibatkan pemerintah, aparat kewilayahan, serta masyarakat.

Ia meminta camat dan wali nagari memetakan kawasan yang memiliki potensi tinggi terjadi karhutla. Sosialisasi kepada warga juga perlu diperkuat agar pembukaan lahan tidak menggunakan metode pembakaran.

“Deklarasi yang kita ucapkan bersama bukan sekadar seremonial, melainkan pernyataan sikap dan komitmen nyata yang harus langsung diimplementasikan di lapangan,” ujarnya.

Selain pencegahan, Bupati Annisa meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Penindakan berlaku bagi perorangan maupun korporasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pengawasan Melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas

Perangkat nagari juga mendapat arahan untuk meningkatkan pengawasan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Setiap temuan titik api harus segera dilaporkan agar petugas dapat melakukan penanganan.

Kepala Pelaksana BPBD Dharmasraya Suherman Junaidi mengatakan kondisi karhutla selama fenomena El Nino Godzilla masih cukup terkendali.

Menurut Suherman, karhutla tidak muncul setiap hari di Dharmasraya. Tidak ada pula titik api yang membutuhkan waktu penanganan lebih dari 1×24 jam.

Bahkan, pemantauan melalui SiPongi Karhutla saat ini tidak menunjukkan adanya titik api di Dharmasraya. Karena itu, kabut asap yang masih muncul diduga berasal dari luar daerah.

Baca Juga :  Ikuti Pelatihan Payet, Warga Silaing Bawah Padang Panjang Siap Kembangkan UMKM
Puluhan Personel Damkar Disiagakan

Jauh sebelum kabut asap meluas, Bupati Annisa telah meminta kesiapan personel dan peralatan menghadapi kondisi darurat. Sebanyak 66 personel Damkar disiagakan pada lima pos pemadam kebakaran.

BPBD dan fasilitas kesehatan juga disiapkan untuk memberikan respons selama 24 jam. Pemkab Dharmasraya turut membagikan masker kepada masyarakat ketika kabut asap mulai terjadi.

Kondisi tersebut sejauh ini belum mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat secara signifikan. Pasar tetap beroperasi normal, sementara kegiatan perkantoran berjalan seperti biasa.

Pemkab Dharmasraya sempat meliburkan kegiatan belajar mengajar bagi anak TK dan PAUD selama tiga hari. Kebijakan itu menjadi langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap.

Setelah evaluasi, kegiatan belajar kembali berjalan dengan ketentuan seluruh proses pembelajaran berlangsung di dalam ruangan.

Hotspot Menurun, Kualitas Udara Membaik

Kolaborasi BPBD, Damkar, perangkat daerah, TNI, Polri, camat, wali nagari, dan masyarakat selama tiga minggu terakhir menunjukkan perkembangan positif.

Jumlah titik panas atau hotspot tercatat jauh menurun dan dapat ditangani di lapangan. Perbaikan juga terlihat dari kualitas udara selama satu pekan terakhir.

Sebelumnya, indeks kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat dengan rata-rata sekitar 134. Angka tersebut kemudian turun menjadi sekitar 96 dan masuk kategori kurang sehat.

Sumbar Tambah Dukungan Armada Pemadaman

Penanganan karhutla di Dharmasraya turut mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Pemprov mengirimkan dua unit mobil air dan satu unit truk tangki.

Armada tersebut membantu pemadaman sekaligus mendukung penanganan kondisi kekeringan di wilayah Dharmasraya.

Setiap nagari juga diminta menginventarisasi peralatan pemadam darurat. Pemerintah nagari perlu memastikan sumber air tersedia dan membangun sistem pelaporan cepat untuk setiap temuan titik api.

Baca Juga :  Bupati Annisa Serahkan Zakat Profesi Melalui Baznas: Bukti Kepedulian Kepemimpinan
Deklarasi Anti-Karhutla Jadi Komitmen Bersama

Deklarasi anti-karhutla memuat komitmen untuk menolak seluruh bentuk pembakaran lahan pertanian, perkebunan, dan perhutanan. Masyarakat juga menyatakan dukungan terhadap penegakan hukum bagi pelaku pembakaran.

“Nasib kelestarian lingkungan dan kesehatan serta keselamatan masyarakat Dharmasraya ada di tangan kepedulian kita bersama. Mari kita kawal deklarasi ini dengan aksi nyata demi mewujudkan Dharmasraya Bebas Asap,” katanya.

Penandatanganan deklarasi turut dihadiri Kapolres Dharmasraya yang diwakili Kabag Ops AKP Zamrinaldi. Hadir pula Dandim 0310/SSD yang diwakili Danramil Koto Baru Kapten CKE Jarman.

Kepala Kejaksaan Negeri Dharmasraya diwakili Kasi Datun Abrinaldy Anwar. Sejumlah pejabat pemerintah daerah dan unsur terkait juga mengikuti kegiatan tersebut.

Deklarasi turut ditandatangani Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Dharmasraya Catur Eby serta Kalaksa BPBD Dharmasraya Suherman Junaidi.

Kesatpol-PP dan Damkar diwakili Kabid Penegakan Perda Rafi Usman. Sejumlah kepala OPD, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, camat, dan wali nagari se-Kabupaten Dharmasraya juga membubuhkan tanda tangan. (*)

Berita Terkait

Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Gavendri Rilis Album Kedua Sympathy/Empathy, Rekam Pergulatan Hidup sebagai Orang Dewasa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB