Muhidi Dorong Wakil Kepala Sekolah Perkuat Kepemimpinan dan Karakter Siswa di Sumbar

Penulis -

Rabu, 9 September 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Sumbar Muhidi saat menghadiri Bimtek Peningkatan Kompetensi Wakil Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Sumbar, Rabu (9/9/2026). (Foto: Ist)

Ketua DPRD Sumbar Muhidi saat menghadiri Bimtek Peningkatan Kompetensi Wakil Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Sumbar, Rabu (9/9/2026). (Foto: Ist)

Padang, Javanusa—Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi meminta wakil kepala sekolah memperkuat kepemimpinan, karakter, dan kemampuan adaptasi peserta didik di tengah perubahan teknologi dan budaya yang semakin cepat.

Menurut Muhidi, sekolah menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Perubahan dunia kerja, kemajuan teknologi, serta arus budaya global menuntut sekolah menyiapkan generasi yang cerdas sekaligus berkarakter.

Hal itu disampaikan Muhidi saat menghadiri Bimbingan Teknis  (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Wakil Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Sumbar, Rabu (9/9/2026).

Keteladanan Jadi Kunci Kepemimpinan Sekolah

Muhidi menilai kualitas sumber daya manusia berkaitan erat dengan kualitas kepemimpinan di satuan pendidikan. Dalam konteks tersebut, wakil kepala sekolah memiliki posisi strategis untuk membangun budaya sekolah yang sehat dan produktif.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak berhenti pada kemampuan menyampaikan arahan atau kebijakan. Seorang pemimpin juga harus memperlihatkan sikap yang dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekolah.

“Dalam teori pendidikan, orang lebih mudah melihat kenyataan daripada sekadar mendengar perkataan. Karena itu, kepemimpinan harus menjadi contoh. Pemimpin harus lebih banyak berbuat daripada berkata,” ujar Muhidi.

Menurutnya, keteladanan dapat tumbuh melalui kebiasaan sederhana. Disiplin, ketepatan waktu, kebersihan, serta budaya kerja yang baik perlu menjadi bagian dari keseharian pemimpin sekolah.

Sekolah Perlu Target yang Terukur

Selain keteladanan, Muhidi meminta wakil kepala sekolah memiliki visi dan misi yang jelas. Sekolah juga perlu menetapkan target tahunan agar arah pengembangan pendidikan dapat diukur dan dievaluasi.

“Kalau kita ingin menjalankan kepemimpinan, kita harus memahami apa itu kepemimpinan. Sekolah harus punya visi dan misi, kemudian jelas setiap tahunnya apa target dan capaian yang ingin dicapai,” katanya.

Ia melihat dunia pendidikan kini bergerak dalam perubahan yang sangat cepat. Karena itu, sekolah tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik.

Baca Juga :  Perubahan APBD Sumbar 2026 Defisit Rp176,56 Miliar, DPRD Soroti Kenaikan Belanja

Peserta didik juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi agar mampu menghadapi perubahan lingkungan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

“Kita tidak hanya membutuhkan orang yang cerdas dan hebat, tetapi juga orang yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Sebagai pemimpin pendidikan, kita harus memahami perubahan itu dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapinya,” tuturnya.

Pendidikan Sumbar Tetap Berpijak pada Nilai Lokal

Muhidi juga menyoroti tantangan globalisasi terhadap generasi muda. Persaingan tenaga kerja semakin terbuka, sementara perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus bergerak dengan cepat.

Di tengah perubahan tersebut, ia meminta sekolah di Sumatera Barat tetap menjaga nilai adat, agama, dan kebangsaan. Wawasan global tetap penting, tetapi tidak boleh menghilangkan identitas lokal.

“Adat kita adalah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Nilai-nilai ini jangan sampai kita tinggalkan. Kita ingin anak-anak kita cerdas, tetapi juga mampu memuliakan dan menghargai orang lain,” katanya.

Menurut Muhidi, Sumatera Barat memiliki banyak figur yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda. Ia menyebut Mohammad Hatta, Buya Hamka, Tan Malaka, serta sejumlah tokoh lainnya.

Tokoh-tokoh tersebut, kata dia, memiliki prinsip dan kontribusi besar bagi bangsa. Nilai keteladanan mereka perlu terus dikenalkan melalui pendidikan.

Perkuat Keterampilan dan Literasi Digital

Untuk menghadapi masa depan, Muhidi mendorong sekolah mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Literasi digital serta penguasaan teknologi juga perlu mendapat perhatian.

Kebutuhan tersebut semakin penting bagi pendidikan vokasi. Muhidi menilai lulusan SMK harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Ia mengingatkan bahwa ijazah saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan dunia kerja. Keterampilan dan sertifikasi juga menjadi modal penting bagi lulusan pendidikan vokasi.

Baca Juga :  Cegah GAKI dari Rumah, Indra Catri Ajak Warga Baso Gunakan Garam Beriodium

“Tantangannya cukup besar. Dunia kerja ke depan tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi yang dimiliki. Karena itu, kita harus memberikan kesadaran kepada peserta didik sejak dini mengenai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.

Wakil Kepala Sekolah Jadi Ujung Tombak

Sementara itu, Kabid PGTK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Monica M Nur mengatakan kegiatan tersebut merupakan angkatan kedua Bimtek bagi wakil kepala sekolah.

Monica menilai wakil kepala sekolah memegang peran penting dalam operasional dan kepemimpinan satuan pendidikan. Mereka berinteraksi langsung dengan peserta didik serta berbagai unsur dalam lingkungan sekolah.

“Banyak sekali persoalan sekolah yang harus dihadapi. Bapak dan ibu adalah bagian penting dari kepemimpinan di sekolah. Wakil kepala sekolah juga langsung terjun berinteraksi dengan murid dan masyarakat sekolah,” kata Monica.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana.

Menurut Monica, pembangunan manusia harus menjadi perhatian utama agar sekolah mampu menghasilkan generasi yang kompeten sekaligus memiliki karakter kuat.

“Kita harus fokus pada pembangunan manusia, bukan hanya pembangunan fisik,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul
Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)
Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar
Muhidi Bagikan Kisah Perjuangan, Dorong Pelajar Padang Jadi Generasi Unggul Lewat Literasi
Hari Jadi Sumbar ke-81, Muhidi dan Mahyeldi Tekankan SDM, Inovasi, dan Ekonomi
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Perempuan Perkuat Ekonomi Keluarga dengan Skill dan Networking

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Gulat Sumbang Dua Emas, Pasbar Buka Perolehan Medali di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB