Padang, Javanusa—Musyawarah Daerah (Musda) IX Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang memasuki agenda penting. Forum tersebut akan menentukan kepengurusan LKAAM Kota Padang untuk periode 2026-2031.
Musda berlangsung di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Selasa (22/9/2026). Sebanyak 23 pemilik suara mengikuti proses pemilihan tersebut.
Wali Kota Padang Fadly Amran membuka langsung Musda IX LKAAM Kota Padang. Ia meminta proses pemilihan berjalan kondusif dan mengutamakan kebersamaan.
“Musda ini merupakan tahapan penting dalam penguatan organisasi LKAAM Kota Padang. Kita berharap proses pemilihan berlangsung secara badunsanak, mengedepankan musyawarah dan mufakat,” ujar Fadly Amran.
Menurutnya, penguatan LKAAM memiliki kaitan dengan upaya memperkuat peran lembaga adat di tengah masyarakat. Ia juga menghubungkan peran tersebut dengan Program Unggulan (Progul) Sinergi Nagari.
“Kita ingin nagari memiliki peran kuat dalam menjaga adat, membina generasi muda, serta mendukung pembangunan di tengah masyarakat. Tentunya, hal ini diperkuat melalui keberadaan LKAAM bersama KAN dan ninik mamak,” katanya.
Fadly menyatakan Pemerintah Kota Padang siap memfasilitasi program LKAAM yang selaras dengan agenda pembangunan daerah. Pemko juga ingin memperkuat kolaborasi bersama ninik mamak dan Kerapatan Adat Nagari (KAN).
LKAAM Diharapkan Bersinergi Tangani Persoalan Sosial
Selain urusan organisasi, Fadly menyoroti pentingnya kesamaan pandangan antara pemerintah dan lembaga adat. Menurutnya, sinergi tersebut dibutuhkan untuk menghadapi sejumlah persoalan sosial di Kota Padang.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain narkoba, LGBT, tawuran, dan penyakit masyarakat. Pemerintah, LKAAM, KAN, serta pemangku kepentingan terkait perlu memiliki pemahaman yang selaras dalam menanganinya.
“Penyamaan persepsi penting agar berbagai persoalan ke depan dapat ditangani secara efektif dengan tetap menghormati fungsi masing-masing lembaga,” ujar Fadly.
Ia menambahkan, Pemko Padang bersama DPRD mendorong penyesuaian regulasi. Langkah tersebut bertujuan agar penguatan lembaga adat tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
23 Pemilik Suara Ikuti Musda IX
Ketua Pelaksana Musda IX LKAAM Kota Padang, Yolanda Kaharudin Datuak Sati Nan Balatiah, mengatakan terdapat dua kandidat yang kini maju dalam pemilihan ketua.
Keduanya yakni Irwan Basir Datuak Rajo Alam dan Hendri Yazid Datuak Rajo Diguci. Sebelumnya, panitia mencatat tujuh kandidat yang diusulkan.
“Dari tujuh kandidat yang sebelumnya diusulkan, kini tersisa dua calon Ketua LKAAM Kota Padang, yakni Irwan Basir Datuak Rajo Alam dan Hendri Yazid Datuak Rajo Diguci,” kata Yolanda.
Ia menjelaskan, Musda IX LKAAM Kota Padang melibatkan 23 pemilik suara. Komposisinya terdiri dari 11 ketua LKAAM kecamatan dan 10 ketua KAN.
Selain itu, terdapat satu perwakilan LKAAM Kota Padang dan satu perwakilan LKAAM Sumatera Barat. Mereka memiliki peran dalam proses pemilihan kepengurusan LKAAM Kota Padang periode 2026-2031.
Musda IX mengusung tema “Memperkuat Peran LKAAM Kota Padang dalam Mewujudkan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah Menuju Kota Padang yang Berbudaya, Bermartabat dan Religius”.
Ia berharap seluruh tahapan pemilihan berlangsung dalam suasana badunsanak. Musda juga mengedepankan prinsip musyawarah dan mufakat.
Ketua LKAAM Kota Padang Syafril Ulbi Datuak Bagindo Rajo mengapresiasi dukungan Pemko Padang terhadap pelaksanaan Musda IX. Ia berharap forum tersebut menghasilkan kepengurusan yang mampu memperkuat persatuan lembaga adat.
Menurutnya, kepengurusan baru juga perlu memperkuat pembinaan anak kemenakan. Keterlibatan ninik mamak dalam pembangunan Kota Padang diharapkan semakin meningkat.
Musda IX turut dihadiri Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar Datuak Sati bersama jajaran pengurus. Unsur Forkopimda, pimpinan OPD terkait, pengurus LKAAM kecamatan, serta KAN se-Kota Padang juga hadir dalam kegiatan tersebut. (*)






