Gubernur Mahyeldi: Kesiapsiagaan Bencana Harus Jadi Budaya Masyarakat

Penulis -

Rabu, 30 September 2026 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami tingkat Provinsi Sumbar 2026 di Balai Naras, Lapangan Parkir Josal Football Academy, Cubadak Air Utara, Kota Pariaman, Rabu (30/9/2026). (Foto: Adpsb)

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami tingkat Provinsi Sumbar 2026 di Balai Naras, Lapangan Parkir Josal Football Academy, Cubadak Air Utara, Kota Pariaman, Rabu (30/9/2026). (Foto: Adpsb)

Pariaman, Javanusa—Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan tsunami tidak berhenti sebagai latihan.

Menurutnya, kesiapan menghadapi bencana harus menjadi kebiasaan masyarakat dan pemerintah dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami tingkat Provinsi Sumbar 2026 di Balai Naras, Lapangan Parkir Josal Football Academy, Cubadak Air Utara, Kota Pariaman, Rabu (30/9/2026).

Gladi itu melibatkan tiga tahapan latihan, yakni Tabletop Exercise (TTX), Command Post Exercise (CPX), dan Field Training Exercise (FTX).

Ketiganya menguji kesiapan pemerintah serta berbagai unsur terkait dalam menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami.

Mahyeldi mengatakan setiap tahapan latihan harus menghasilkan pembelajaran yang dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana. Karena itu, evaluasi tidak boleh berhenti setelah kegiatan selesai.

“Keberhasilan gladi ini justru diukur dari berapa banyak pembelajaran yang dapat kita peroleh untuk memperkuat kesiapsiagaan kita di masa depan,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, TTX berfungsi menguji pemahaman peserta terhadap skenario bencana, pembagian tugas, kebijakan, hingga proses pengambilan keputusan.

Sementara itu, CPX menguji sistem komando, koordinasi, komunikasi, pelaporan, serta mobilisasi sumber daya. Adapun FTX memastikan seluruh rencana dapat diterapkan secara langsung dalam situasi lapangan.

Mahyeldi meminta seluruh temuan selama gladi dicatat secara lengkap. Catatan itu mencakup kendala, keterlambatan, ketidaksesuaian prosedur, hingga keterbatasan sumber daya.

Pemerintah kabupaten dan kota bersama perangkat daerah terkait kemudian harus menindaklanjuti setiap temuan tersebut.

Langkah ini penting agar kelemahan yang muncul saat latihan tidak kembali terjadi ketika bencana sesungguhnya datang.

“Jangan menunggu bencana datang untuk belajar berkoordinasi. Jangan menunggu sirene berbunyi untuk mencari jalur evakuasi. Jangan menunggu keadaan darurat untuk menentukan siapa berbuat apa. Semua itu harus kita siapkan dari sekarang,” tegasnya.

Baca Juga :  Shalat Ied di Kantor Gubernur, Mahyeldi Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Ranah Minang

Selain evaluasi, Mahyeldi menyoroti pentingnya sistem komando dan koordinasi lintas instansi. Seluruh unsur perlu memahami SOP penanganan bencana dan menjalankannya secara terkoordinasi.

Sistem komunikasi kedaruratan juga perlu diuji secara berkala. Penguatan tersebut membutuhkan sinergi BPBD, BMKG, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, organisasi kemanusiaan, serta relawan.

Kesiapsiagaan Perlu Menjadi Kebiasaan

Mahyeldi menegaskan hasil gladi tidak boleh hanya tersimpan sebagai laporan kegiatan. Pemerintah kabupaten dan kota perlu membawa pembelajaran tersebut ke wilayah masing-masing.

Sosialisasi kepada organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat juga perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan cara itu, pengetahuan serta keterampilan menghadapi bencana dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Semakin banyak yang terlibat dan semakin sering dilaksanakan, semakin baik, sehingga proses internalisasi terhadap kebencanaan itu betul-betul menjadi sesuatu yang melekat dalam keseharian kita,” katanya.

Menurut Mahyeldi, gempa bumi dan tsunami tidak mengenal batas wilayah administratif. Karena itu, kesiapsiagaan juga membutuhkan kerja sama antardaerah.

Ia turut mengingatkan pemerintah agar memperhatikan kebutuhan dasar warga saat kondisi darurat.

Kebutuhan tersebut mencakup konsumsi, tempat pengungsian yang layak, layanan kesehatan, serta kebutuhan penting lainnya.

“Kesiapsiagaan kita menghadapi musibah bencana ini harus menjadi budaya kita, harus menjadi hal yang melekat dalam keseharian kita,” ujarnya.

BNPB Dorong Pembaruan Rencana Kontinjensi

Sekretaris Utama BNPB Rustian mengapresiasi Pemprov Sumbar dan BPBD yang telah menguji Rencana Kontinjensi (Renkon) gempa bumi dan tsunami.

Rustian meminta Renkon diperbarui dan diuji secara berkala. Menurutnya, dokumen tersebut harus tetap menyesuaikan kondisi serta kebutuhan setiap daerah.

Ia juga menekankan kesiapan jalur dan lokasi evakuasi. Selain itu, pemerintah perlu menyiapkan skenario rujukan kesehatan jika fasilitas kesehatan terdampak bencana.

Baca Juga :  Halalbihalal KSB Padang Timur, Wako Fadly Amran: KSB Garda Terdepan Penanggulangan Bencana

Rumah sakit yang berada di kawasan aman perlu dipersiapkan untuk mendukung pelayanan medis dalam kondisi darurat. Langkah tersebut penting untuk menjaga kesinambungan layanan kesehatan ketika bencana terjadi.

“Bencana ini kita tidak tahu kapan terjadinya, dan yang pasti akan terjadi. Karena itu kita tidak boleh takut, tetapi harus siap,” katanya.

Pariaman Dorong Masyarakat Siap untuk Selamat

Wali Kota Pariaman Yota Balad menyebut gladi kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan masyarakat.

Menurutnya, manusia tidak dapat mencegah alam ketika bencana terjadi. Namun, masyarakat dapat mempersiapkan diri untuk mengurangi risiko dan dampaknya.

Yota mengajak masyarakat menggunakan momentum gladi untuk memahami langkah yang harus dilakukan saat gempa bumi dan tsunami. Pemahaman itu mencakup pengenalan jalur evakuasi serta titik aman.

Ia mendorong masyarakat membangun kesiapan dengan semangat “Siap untuk Selamat”. (*)

Berita Terkait

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen
Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang
KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru