Prancis Comeback 4-1 atas Belgia, Michael Olise Cetak Brace

Penulis -

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prancis comeback dan menang 4-1 atas Belgia di UEFA Nations League. (Foto: IG @equipedefrance)

Prancis comeback dan menang 4-1 atas Belgia di UEFA Nations League. (Foto: IG @equipedefrance)

Javanusa.com—Timnas Prancis menutup jeda internasional dengan kemenangan meyakinkan. Les Bleus membalikkan keadaan dan menghajar Belgia 4-1 dalam pertandingan Grup 1 UEFA Nations League A.

Laga di Stade de France, Selasa (6/10/2026) dini hari WIB, berlangsung sengit sejak awal. Belgia sempat unggul melalui Dodi Lukebakio, tetapi Prancis bangkit setelah jeda dan mencetak empat gol.

Michael Olise menjadi bintang kemenangan Prancis dengan dua gol. Dua gol lainnya lahir dari Desire Doue dan Rayan Cherki.

Belgia Unggul Lebih Dulu

Pelatih Prancis melakukan 10 perubahan dalam komposisi pemain setelah timnya bermain imbang melawan Italia. Leny Yoro menjalani debut sebagai bek tengah dan berduet dengan Maxence Lacroix.

Guillaume Restes juga mendapat kesempatan mengawal gawang sejak awal. Andy Diouf mengisi posisi bek kiri, sedangkan Esteban Lepaul tampil sebagai starter.

Prancis langsung mengambil inisiatif serangan. Ousmane Dembele dan Bradley Barcola menjadi tumpuan serangan dari kedua sisi lapangan.

Barcola hampir membuka keunggulan pada menit ke-16. Ia mencoba mengangkat bola melewati Marten Vandevoordt, tetapi kiper Belgia mampu menggagalkan peluang tersebut.

Belgia justru mencuri gol sembilan belas menit kemudian. Romeo Lavia memenangkan penguasaan bola di lini tengah sebelum mengirim umpan terobosan kepada Lukebakio.

Lukebakio bergerak cepat menuju kotak penalti. Ia kemudian melepaskan tembakan ke sudut atas gawang Guillaume Restes dan membawa Belgia unggul 1-0.

Prancis gagal membalas hingga babak pertama berakhir.

Prancis Bangkit Setelah Jeda

Prancis meningkatkan tekanan setelah turun minum. Namun, penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat sejumlah peluang belum menghasilkan gol.

Pelatih Prancis kemudian memasukkan Michael Olise, Rayan Cherki, dan Lucas De Cunha untuk menambah daya gedor.

Kehadiran Olise dan Cherki langsung memberikan ancaman. Kolaborasi keduanya hampir menghasilkan gol, tetapi Vandevoordt masih mampu menepis tembakan Olise.

Baca Juga :  Pemko Pariaman Terima DJPb Award 2023

Lima menit kemudian, kiper Belgia kembali melakukan penyelamatan. Ia menggagalkan tembakan Cherki dari jarak sekitar 20 yard.

Tekanan Prancis akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-77. Da Cunha mengirim umpan pendek kepada Desire Doue di dalam kotak penalti.

Doue mengecoh seorang pemain Belgia sebelum melepaskan tembakan. Bola melewati sela kaki lawan dan bersarang di pojok kanan gawang untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Olise Jadi Penentu Kemenangan Prancis

Momentum kemudian sepenuhnya menjadi milik Prancis. Hanya empat menit setelah gol penyama, Les Bleus berbalik unggul.

Olise melewati Joaquin Seys sebelum memberikan bola kepada Cherki di sisi kanan kotak penalti. Cherki langsung menyambutnya dengan tembakan first time yang tak mampu dihentikan Vandevoordt.

Prancis kembali mencetak gol setelah kerja sama Olise dan Doue. Olise melakukan solo run dari sisi kanan dan melewati tiga pemain Belgia.

Ia kemudian melakukan kombinasi satu-dua dengan Doue. Setelah menerima umpan terakhir, Olise melepaskan tembakan ke tiang jauh untuk membawa Prancis unggul 3-1.

Olise melengkapi penampilan gemilangnya pada menit ke-91. Ia menerima umpan Doue di kotak penalti dan menyelesaikan peluang dari jarak dekat.

Gol tersebut memastikan kemenangan Prancis dengan skor 4-1.

Prancis Kokoh di Puncak Grup

Tambahan tiga poin membuat Prancis semakin nyaman di puncak Grup 1 UEFA Nations League A. Les Bleus kini mengoleksi 10 poin dari empat pertandingan. Belgia berada di posisi ketiga dengan enam poin. (*)

Susunan Pemain

Prancis: Guillaume Restes; Jules Kounde, Leny Yoro, Maxence Lacroix, Andy Diouf; Maghnes Akliouche, Manu Kone, Eduardo Camavinga; Ousmane Dembele, Esteban Lepaul; Bradley Barcola.

Belgia: Marten Vandevoordt; Timothy Castagne, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, Joaquin Seys; Nicolas Raskin, Romeo Lavia, Hans Vanaken; Dodi Lukebakio, Romelu Lukaku, Diego Moreira.

Baca Juga :  Barcelona vs Feyenoord 5-1: Raphinha Brace, Lamine Yamal Cetak Gol Cantik

Berita Terkait

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap Mandalika, Aprilia Kuasai Tiga Besar
Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain
Maigus Nasir Lepas 12 Atlet SOIna ke Pesonas II 2026, Berharap Bawa Pulang Medali
Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026
Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026
Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  
Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026
Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru