BNPB Siapkan Bantuan Rumah Warga Terdampak Gempa Flores, Rusak Ringan Rp15 Juta

Penulis -

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menjenguk pasien Puskesmas Riung di Kabupaten Ngada, NTT, Selasa (18/8). (Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan/Danung Arifin)

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menjenguk pasien Puskesmas Riung di Kabupaten Ngada, NTT, Selasa (18/8). (Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan/Danung Arifin)

Ngada, Javanusa—Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak gempa Magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Skema bantuan menyesuaikan kategori kerusakan rumah. BNPB akan menyalurkan dukungan setelah petugas menyelesaikan pendataan dan verifikasi.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan pemerintah telah menyiapkan bantuan untuk memperbaiki rumah warga terdampak.

Besaran Bantuan Berdasarkan Kerusakan Rumah

Warga dengan rumah rusak ringan akan memperoleh bantuan sebesar Rp15 juta. Sementara itu, BNPB menyiapkan Rp30 juta bagi pemilik rumah yang masuk kategori rusak sedang.

Untuk rumah yang mengalami kerusakan berat, pemerintah menyiapkan pembangunan hunian tetap atau huntap. Sebelum huntap tersedia, warga dapat memilih tempat tinggal sementara melalui dua skema.

Pilihan pertama berupa dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu. Dana tersebut dapat digunakan warga untuk menyewa rumah selama menunggu pembangunan hunian tetap.

Pilihan kedua berupa hunian sementara atau huntara. Skema tersebut bertujuan memastikan warga tetap memiliki tempat tinggal layak selama proses pemulihan berlangsung.

“Rusak ringan akan menerima 15 juta rupiah, rusak sedang 30 juta rupiah, dan yang rusak berat misal rumahnya hancur akan dibangunkan hunian sementara untuk tempat tinggal sambil menunggu hunian permanen, hunian tetap dibangun atau diberikan dana tunggu hunian,” jelas Suharyanto saat meninjau Puskesmas Riung, Ngada, Selasa (18/8/2026).

Pendataan Menjadi Dasar Penyaluran Bantuan

Suharyanto menegaskan, pemerintah belum dapat merealisasikan bantuan sebelum proses pendataan dan verifikasi selesai. Langkah tersebut diperlukan agar bantuan sesuai dengan kondisi rumah masing-masing warga.

Selain memastikan ketepatan sasaran, verifikasi juga bertujuan mencegah data ganda dan kesalahan dalam menentukan kategori kerusakan.

Karena itu, Suharyanto meminta organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat koordinasi dalam proses pendataan. Pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait perlu bekerja bersama agar verifikasi berjalan cepat dan akurat.

Baca Juga :  Cara Menghilangkan Komedo di Hidung dengan Aman, Hindari Memencet agar Tak Iritasi
BNPB Dorong Pembentukan Satgas

Untuk mempercepat penanganan pascagempa, BNPB juga meminta setiap kabupaten dan kota terdampak segera membentuk satuan tugas (satgas) percepatan penanganan darurat.

Bupati atau wali kota dapat membentuk satgas dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Tim tersebut akan memperkuat koordinasi, termasuk dalam pendataan kerusakan rumah dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Pendataan harus menjadi perhatian bersama. Kita ingin memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan sesuai dengan kondisi kerusakan rumahnya. Karena itu, sinergi seluruh unsur di daerah sangat penting agar proses ini berjalan cepat, tepat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Suharyanto.

Selanjutnya, BNPB bersama pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan penanganan pascagempa Flores. Pemantauan mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta penyediaan solusi tempat tinggal bagi warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan rumah. (*)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Muhammad Fakhri Ramadan Raih Emas Lompat Tinggi Porprov Sumbar 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Debut Manis, Alfarel Radhiya Bawa Emas MMA Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Alesha, Pesenam 6 Tahun Asal Payakumbuh Bersama Tsafani dan Adiba Raih Perunggu Porprov Sumbar 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Berita Terbaru