Javanusa.com—Penyanyi dan penulis lagu soul/R&B asal Pamulang, Gavendri, menghadirkan album keduanya, Sympathy/Empathy, yang merekam berbagai pergulatan dalam menjalani kehidupan sebagai orang dewasa.
Album tersebut memuat 11 lagu dengan cerita yang berangkat dari pengalaman personal Gavendri. Ia mengeksplorasi tema kehilangan, pertumbuhan, harapan, sekaligus proses berdamai dengan berbagai perubahan dalam hidup.
Sebelum meluncurkan Sympathy/Empathy, Gavendri lebih dulu mencatat pencapaian dalam Mastercard Music Accelerator. Ia meraih posisi runner-up dalam program pengembangan musisi yang digelar Mastercard bersama TikTok dan SoundOn.
On & On Bicara tentang Kerinduan Masa Kanak-Kanak
Salah satu lagu yang menjadi fokus Gavendri dalam album terbaru ini ialah On & On. Lagu tersebut mengangkat keinginan untuk kembali merasakan masa kanak-kanak ketika kehidupan belum dipenuhi tuntutan sebagai orang dewasa.
Melalui lagu itu, Gavendri membawa kembali ingatan tentang masa ketika hidup terasa lebih sederhana. Kerinduan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar seseorang tetap menjaga harapan dan rasa ingin tahu yang pernah tumbuh sejak kecil.
Pesan tersebut membuat On & On menjadi bagian penting dalam perjalanan musikal Gavendri di Sympathy/Empathy. Lagu ini menghubungkan pengalaman masa lalu dengan realitas kehidupan yang ia jalani saat dewasa.
Video Musik Libatkan Murid Gavendri
Cerita On & On kemudian akan diterjemahkan melalui video musik yang melibatkan murid-murid Gavendri. Konsep tersebut mempertemukan dua bidang yang dekat dengan dirinya, yakni musik dan pendidikan.
Video musik itu mengambil inspirasi dari film favorit Gavendri, Linda Linda Linda. Nuansanya dirancang ceria, sederhana, sekaligus menghadirkan sentuhan nostalgia.
Kehadiran para murid memperkuat gambaran tentang kebebasan dan kepolosan masa kanak-kanak. Konsep tersebut juga memberikan ruang bagi Gavendri untuk mempertemukan pengalaman bermusik dengan aktivitasnya di dunia pendidikan.
Melalui Sympathy/Empathy, Gavendri tidak hanya menyajikan rangkaian lagu, tetapi juga merekam perjalanan menghadapi berbagai fase kehidupan. Album ini menjadi ruang bagi dirinya untuk menyampaikan kehilangan, proses bertumbuh, harapan, dan penerimaan. (*)
Sumber: IG Podcast Some Story/Delaz






