Javanusa.com—Radang tenggorokan dapat menyebabkan nyeri saat menelan, demam, hingga pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
Mengenali gejalanya sejak awal membantu menentukan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi.
Radang tenggorokan merupakan kondisi peradangan pada faring atau bagian belakang tenggorokan. Infeksi virus menjadi penyebab paling umum, tetapi bakteri, terutama Streptococcus pyogenes atau Group A Streptococcus, juga dapat memicu kondisi ini.
Gejala yang muncul bisa berbeda pada setiap orang, bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan infeksi.
Karena itu, mengenali ciri-ciri radang tenggorokan penting untuk menentukan kapan seseorang cukup menjalani perawatan mandiri dan kapan perlu mendapatkan pemeriksaan dokter.
Dikutip dari Klik Dokter, berikut enam gejala yang umum muncul saat seseorang mengalami radang tenggorokan.
1. Tenggorokan Terasa Perih dan Panas
Rasa perih, kering, atau panas di bagian belakang tenggorokan sering menjadi tanda awal peradangan. Keluhan ini dapat muncul secara bertahap maupun mendadak.
Rasa sakit biasanya semakin terasa ketika penderita menelan makanan, minuman, atau air liur. Pada infeksi bakteri streptokokus, nyeri tenggorokan sering muncul mendadak. Sementara itu, infeksi virus kerap disertai bersin dan pilek.
2. Nyeri Saat Menelan
Sakit ketika menelan atau odinofagia merupakan salah satu gejala radang tenggorokan yang paling mengganggu. Peradangan pada jaringan faring membuat proses menelan terasa nyeri, sehingga penderita mungkin kesulitan makan dan minum.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian apabila penderita mulai mengurangi asupan cairan akibat rasa sakit. Jika seseorang tidak mampu menelan air liur hingga terus mengeluarkannya, segera cari pertolongan medis darurat.
3. Tenggorokan Memerah dan Amandel Membengkak
Peradangan dapat membuat dinding belakang tenggorokan tampak merah dan mengalami pembengkakan. Amandel juga dapat membesar, terutama jika infeksi turut menyebabkan tonsilitis atau radang amandel.
Pada kondisi tertentu, permukaan amandel menunjukkan bercak putih atau kekuningan yang menyerupai nanah. Temuan ini dapat muncul pada infeksi bakteri maupun sebagian infeksi virus, sehingga tidak cukup untuk memastikan penyebab penyakit tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
4. Demam
Demam merupakan respons tubuh ketika sistem kekebalan melawan infeksi. Suhu tubuh dapat meningkat bersamaan dengan munculnya rasa nyeri di tenggorokan.
Demam yang muncul mendadak, terutama tanpa batuk dan pilek, dapat meningkatkan kecurigaan terhadap infeksi streptokokus. Sebaliknya, demam yang disertai hidung berair, hidung tersumbat, atau nyeri otot lebih sering ditemukan pada infeksi virus.
Meski demikian, dokter perlu mempertimbangkan keseluruhan gejala sebelum menentukan penyebabnya.
5. Kelenjar Getah Bening di Leher Membesar
Infeksi di tenggorokan dapat memicu pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di bagian depan leher. Benjolan biasanya terasa lunak atau nyeri ketika disentuh.
Pembesaran tersebut merupakan bagian dari respons sistem kekebalan terhadap infeksi. Dokter juga menilai kondisi kelenjar getah bening, demam, pembengkakan amandel, dan ada tidaknya batuk untuk memperkirakan kemungkinan infeksi streptokokus.
Penilaian klinis ini dapat membantu menentukan kebutuhan pemeriksaan lanjutan, termasuk tes untuk mendeteksi bakteri penyebab infeksi.
6. Batuk, Pilek, dan Suara Serak
Radang tenggorokan akibat virus sering muncul bersama gejala infeksi saluran pernapasan lainnya. Penderita dapat mengalami batuk kering, pilek, hidung tersumbat, suara serak, mata berair, atau sariawan.
Sebaliknya, infeksi streptokokus lebih patut dicurigai ketika nyeri tenggorokan muncul tanpa batuk. Namun, gejala saja tidak selalu dapat membedakan infeksi virus dan bakteri secara pasti.
Tanda Bahaya Radang Tenggorokan yang Memerlukan Penanganan Segera
Sebagian besar kasus radang tenggorokan membaik dengan perawatan yang sesuai. Namun, gejala tertentu dapat menandakan gangguan serius yang memerlukan pertolongan medis segera.
Segera datangi fasilitas kesehatan jika muncul tanda-tanda berikut:
-
- Kesulitan bernapas atau suara nyaring saat menarik napas (stridor).
- Tidak mampu menelan cairan atau air liur.
- Kesulitan membuka mulut akibat kekakuan rahang (trismus).
- Pembengkakan leher yang membesar dengan cepat, terutama pada satu sisi.
- Tubuh sangat lemas atau terjadi penurunan kesadaran.
Jangan menunda pertolongan apabila penderita mengalami gangguan pernapasan. Gejala tersebut dapat menunjukkan kondisi yang mengancam keselamatan dan membutuhkan evaluasi segera.
Cara Mencegah Penularan Radang Tenggorokan
Virus dan bakteri penyebab infeksi tenggorokan dapat menyebar melalui percikan pernapasan serta kontak dengan tangan atau benda yang terkontaminasi.
Untuk mengurangi risiko penularan, lakukan beberapa langkah berikut:
-
- Cuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir.
- Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
- Hindari berbagi gelas, alat makan, dan barang pribadi.
- Batasi kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan.
- Bersihkan permukaan benda yang sering disentuh.
Jika mengalami gejala, istirahat yang cukup dan penuhi kebutuhan cairan. Antibiotik hanya diperlukan untuk infeksi bakteri tertentu sesuai penilaian dokter. Obat tersebut tidak efektif untuk mengatasi infeksi virus.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Pemeriksaan medis diperlukan jika nyeri tenggorokan semakin berat, demam menetap, atau keluhan tidak kunjung membaik. Dokter akan menilai gejala, memeriksa tenggorokan, dan mempertimbangkan pemeriksaan untuk memastikan kemungkinan infeksi streptokokus.
Penanganan yang tepat bergantung pada penyebabnya. Dengan mengenali ciri-ciri radang tenggorokan dan tanda bahayanya, penderita dapat memperoleh pertolongan sesuai kebutuhan serta mengurangi risiko komplikasi. (*)






