Javanusa.com—Rasa sakit di ujung penis saat buang air kecil bisa menandakan peradangan, infeksi, hingga iritasi pada saluran kemih. Mengenali penyebabnya membantu pria menentukan langkah pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Dalam istilah medis, nyeri, perih, atau sensasi terbakar ketika mengeluarkan urine disebut disuria. Keluhan ini dapat muncul akibat gangguan pada uretra, kepala penis, kandung kemih, maupun kelenjar prostat.
Meski terkadang berkaitan dengan iritasi ringan, nyeri saat berkemih juga dapat menandakan masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan dokter. Karena itu, pemeriksaan medis penting untuk memastikan penyebabnya sebelum menentukan pengobatan.
Dikutip dari Klik Dokter, berikut kondisi medis yang menyebabkan ujung penis sakit:
1. Uretritis atau Peradangan Saluran Kemih
Uretritis merupakan peradangan pada uretra, yaitu saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Pada pria, kondisi ini dapat menimbulkan rasa panas atau perih di ujung penis saat berkemih.
Gejala lain meliputi gatal di sekitar lubang kencing dan keluarnya cairan tidak normal dari penis. Dalam sejumlah kasus, uretritis berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS).
Beberapa bakteri penyebabnya antara lain Chlamydia trachomatis, Neisseria gonorrhoeae, dan Mycoplasma genitalium. Namun, iritasi mekanis maupun paparan bahan kimia tertentu juga dapat memicu peradangan tanpa infeksi.
2. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan ujung penis terasa perih ketika urine keluar. Kondisi ini memang lebih sering terjadi pada perempuan, tetapi pria juga dapat mengalaminya.
Selain nyeri saat berkemih, penderita mungkin mengalami anyang-anyangan, dorongan buang air kecil yang berulang, serta nyeri di perut bagian bawah. Gejala tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pada pria, dokter perlu mengevaluasi ISK secara menyeluruh untuk mencari faktor penyebabnya. Pemeriksaan juga dapat membantu mendeteksi gangguan yang menyertai, seperti pembesaran prostat atau hambatan aliran urine.
3. Balanitis atau Peradangan Kepala Penis
Balanitis merupakan peradangan pada glans atau kepala penis. Kondisi ini dapat menyebabkan kemerahan, pembengkakan, gatal, dan rasa sakit di sekitar ujung penis.
Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi jamur Candida dan bakteri hingga dermatitis kontak akibat paparan bahan iritan. Risiko balanitis juga meningkat ketika kebersihan area genital kurang terjaga.
Pria yang belum menjalani sunat lebih rentan mengalami kondisi ini. Saat urine mengenai jaringan yang meradang, rasa perih dapat bertambah kuat.
4. Prostatitis atau Peradangan Kelenjar Prostat
Prostatitis adalah peradangan pada kelenjar prostat yang dapat memengaruhi proses berkemih. Gangguan ini bisa menimbulkan nyeri saat kencing, kesulitan mengeluarkan urine, serta rasa tidak nyaman di panggul.
Sebagian penderita juga mengalami nyeri saat ejakulasi. Keluhan dapat terasa di area antara skrotum dan anus atau menjalar ke bagian tubuh lain di sekitar panggul.
Pada prostatitis akut akibat infeksi bakteri, penderita dapat mengalami demam tinggi dan menggigil. Sementara itu, sindrom nyeri panggul kronis dapat menyebabkan nyeri berulang dalam jangka panjang tanpa bukti infeksi bakteri aktif.
5. Batu Saluran Kemih
Batu yang terbentuk di kandung kemih atau berada di uretra dapat mengiritasi jaringan dan menghambat aliran urine. Kondisi tersebut dapat memicu nyeri ketika seseorang buang air kecil.
Gejala lain yang mungkin muncul meliputi aliran urine terputus-putus, urine berdarah, serta nyeri yang menjalar dari pinggang menuju selangkangan. Sebagian penderita juga mengalami mual, terutama ketika batu menimbulkan sumbatan atau nyeri hebat.
Tingkat keparahan gejala bergantung pada lokasi dan ukuran batu. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan keberadaan batu serta menentukan penanganan yang sesuai.
6. Iritasi Kimiawi dan Cedera Fisik
Tidak semua kasus ujung penis sakit saat kencing berasal dari infeksi. Paparan bahan iritan, seperti sabun mandi, gel pelumas, antiseptik, atau detergen tertentu, juga dapat menyebabkan iritasi pada area genital maupun lubang uretra.
Selain itu, gesekan berlebihan selama aktivitas seksual atau masturbasi dapat menimbulkan lecet dan luka kecil. Pakaian dalam yang terlalu ketat juga berpotensi memperburuk iritasi akibat gesekan.
Ketika urine melewati jaringan yang mengalami luka, penderita dapat merasakan sensasi terbakar atau nyeri. Jika keluhan muncul setelah menggunakan produk tertentu, hentikan pemakaiannya dan amati perkembangan gejala.
7. Infeksi Menular Seksual Lainnya
Selain klamidia dan gonore, infeksi menular seksual lainnya juga dapat menyebabkan nyeri di ujung penis. Salah satu penyebabnya adalah virus Herpes simplex (HSV), yang dapat menimbulkan lepuhan atau luka pada area genital.
Jika luka berada di sekitar lubang kencing, kontak dengan urine dapat memicu rasa perih. Namun, gejala IMS tidak selalu terlihat jelas pada tahap awal sehingga pemeriksaan laboratorium dapat membantu memastikan diagnosis.
Apabila mencurigai IMS, hindari hubungan seksual sampai menjalani pemeriksaan dan memperoleh arahan dokter. Jika dokter mendiagnosis infeksi, ikuti pengobatan hingga tuntas sesuai petunjuk medis untuk membantu mencegah penularan dan komplikasi.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Nyeri di ujung penis saat buang air kecil tidak selalu menunjukkan penyakit serius. Namun, keluhan yang menetap, berulang, atau disertai gejala lain perlu mendapatkan evaluasi medis.
Segera cari pertolongan medis apabila nyeri disertai demam tinggi, menggigil, darah dalam urine, atau nyeri hebat. Ketidakmampuan mengeluarkan urine juga memerlukan penanganan darurat.
Dokter dapat menentukan pemeriksaan berdasarkan gejala dan riwayat kesehatan, termasuk urinalisis, kultur urine, atau tes IMS bila diperlukan. Hindari mengonsumsi antibiotik tanpa resep karena pemilihan obat harus sesuai dengan penyebab infeksi. (*)






