Saat Masturbasi, Ini 7 Perubahan yang Terjadi pada Tubuh

Penulis -

Kamis, 10 September 2026 - 23:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: AI Generated

Foto: AI Generated

Javanusa.com—Masturbasi memicu sejumlah perubahan fisiologis pada tubuh, mulai dari meningkatnya aliran darah hingga perubahan hormon setelah orgasme.

Respons tersebut melibatkan kerja otak, sistem saraf, pembuluh darah, dan organ reproduksi.

Aktivitas seksual secara mandiri ini umum dilakukan pria maupun wanita. Tubuh akan memberikan respons otomatis ketika seseorang menerima rangsangan seksual.

Memahami respons tersebut dapat membantu seseorang mengenali proses normal yang terjadi selama aktivitas seksual. Melansir Halodoc, berikut tujuh perubahan utama yang dapat muncul saat masturbasi.

1. Aliran Darah ke Area Genital Meningkat

Rangsangan seksual membuat sistem saraf otonom meningkatkan aliran darah menuju area genital. Kondisi ini dapat menyebabkan ereksi pada pria.

Pada wanita, peningkatan aliran darah dapat memicu pembengkakan klitoris serta meningkatkan pelumasan vagina.

2. Otak Melepaskan Dopamin

Rangsangan seksual juga mengaktifkan sistem penghargaan atau reward system di otak. Salah satu zat kimia saraf yang berperan dalam proses tersebut ialah dopamin.

Pelepasan dopamin berkaitan dengan munculnya rasa senang, puas, dan penghargaan setelah mendapatkan stimulasi seksual.

3. Oksitosin dan Endorfin Meningkat

Ketika orgasme terjadi, tubuh melepaskan sejumlah hormon dan zat kimia saraf, termasuk oksitosin dan endorfin.

Keduanya berkaitan dengan rasa rileks dan membantu tubuh meredakan sensasi nyeri secara alami. Respons ini turut membuat tubuh terasa lebih tenang setelah orgasme.

4. Detak Jantung dan Tekanan Darah Naik Sementara

Aktivitas seksual meningkatkan kerja sistem saraf simpatik. Akibatnya, detak jantung, laju pernapasan, dan tekanan darah dapat meningkat untuk sementara.

Respons tersebut biasanya berlangsung selama fase rangsangan seksual dan mencapai puncaknya menjelang atau saat orgasme.

5. Otot Mengalami Ketegangan

Tubuh juga mengalami myotonia atau peningkatan ketegangan otot selama rangsangan seksual. Kondisi ini terutama terlihat pada otot di sekitar panggul, paha, dan perut.

Baca Juga :  7 Penyebab Tidak Bergairah saat Berhubungan Intim, Mulai dari Stres hingga Gangguan Hormon

Menjelang orgasme, beberapa kelompok otot dapat mengalami kontraksi secara involunter. Setelah orgasme, ketegangan tersebut kemudian berangsur mereda.

6. Respons Stres Tubuh Berubah

Aktivitas seksual dapat memengaruhi respons biologis yang berkaitan dengan stres. Salah satu perubahan yang dikaitkan dengan proses tersebut ialah penurunan kadar kortisol.

Kortisol dikenal sebagai hormon yang berperan dalam respons tubuh terhadap stres. Perubahan kadar hormon ini turut mendukung munculnya perasaan lebih rileks.

7. Prolaktin Dapat Memicu Rasa Kantuk

Setelah orgasme, tubuh mengalami perubahan hormonal, termasuk pelepasan prolaktin. Kondisi tersebut berkaitan dengan munculnya rasa tenang dan kantuk.

Karena itu, sebagian orang merasa lebih mudah mengantuk setelah mengalami orgasme. Respons ini merupakan bagian dari perubahan fisiologis setelah aktivitas seksual.

Tetap Perhatikan Kebersihan dan Kenyamanan

Masturbasi merupakan aktivitas seksual yang umum dan secara fisiologis tidak selalu menimbulkan masalah. Namun, kebersihan serta cara melakukannya tetap perlu diperhatikan.

Cuci tangan sebelum dan sesudah aktivitas seksual. Langkah sederhana ini membantu mengurangi risiko iritasi atau masuknya bakteri ke area genital.

Jika membutuhkan pelumas, pilih produk berbahan dasar air. Pelumas dapat mengurangi gesekan berlebihan yang berpotensi menyebabkan lecet atau luka kecil pada kulit genital.

Frekuensi juga perlu diperhatikan. Aktivitas seksual sebaiknya tidak sampai mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, aktivitas sehari-hari, atau menimbulkan masalah pada sensitivitas area genital.

Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?

Keluhan tertentu setelah masturbasi membutuhkan perhatian medis. Nyeri hebat pada organ intim, iritasi yang tidak kunjung membaik, atau luka yang terus berulang menjadi alasan untuk berkonsultasi.

Seseorang juga sebaiknya mencari bantuan profesional jika dorongan untuk melakukan masturbasi terasa sulit dikendalikan. Terutama jika kebiasaan tersebut mulai mengganggu aktivitas, hubungan sosial, atau kondisi psikologis.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Sumbar 15 Oktober 2026: Berawan, 5 Wilayah Berpotensi Hujan

Dengan memahami respons tubuh dan memperhatikan kebersihan serta kenyamanan, seseorang dapat mengenali perubahan normal sekaligus mengetahui tanda yang membutuhkan pemeriksaan medis. (*)

Berita Terkait

4 Variasi Gaya Bercinta yang Bisa Dicoba Pasangan Suami Istri untuk Menjaga Keharmonisan
7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Gairah Seksual, Apa Saja?
Ujung Penis Sakit Saat Kencing? Ini 7 Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Ejakulasi Setiap Hari, Apakah Berbahaya? Ini Efeknya bagi Kesehatan Pria
Anatomi Vagina dan Selaput Dara: Bentuk, Fungsi, serta Fakta yang Perlu Diketahui
7 Persiapan Pengantin Pria Sebelum Malam Pertama, Jangan Abaikan Hal Ini
5 Cara Meningkatkan Vitalitas Pria agar Stamina Tetap Prima dan Tubuh Lebih Bugar
7 Penyebab Tidak Bergairah saat Berhubungan Intim, Mulai dari Stres hingga Gangguan Hormon

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB