Padang, Javanusa—Jurnalis televisi menghadapi tantangan besar dalam menyampaikan informasi kebencanaan yang akurat di tengah maraknya hoaks dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Isu tersebut menjadi salah satu fokus Musyawarah Daerah (Musda) V Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Sumatera Barat pada 23–25 Oktober 2026 di Kota Padang.
Forum ini akan mengevaluasi peran jurnalis televisi dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah, pemangku kebijakan lingkungan, dan masyarakat terdampak bencana.
Musda V IJTI Pengda Sumbar mengangkat tema “Menjadikan Musyawarah Daerah IJTI Pengda Sumbar 2026 sebagai Basis Evaluasi Peran Jurnalis Televisi dalam Menjembatani Komunikasi antara Pemerintah, Pemangku Kebijakan Lingkungan, dan Masyarakat Terdampak Bencana Sumbar”.
Ketua Pelaksana Musda V IJTI Pengda Sumbar, Wahyudi Agus, menegaskan pentingnya kontribusi jurnalis televisi dalam menyampaikan informasi faktual dari lapangan.
“Melalui agenda ini, jurnalis televisi diharapkan dapat memperkuat kontribusi dalam menyampaikan informasi faktual dari lapangan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana, serta membantu membangun kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana,” kata Wahyudi Agus, Rabu (21/10/2026) malam.
Jurnalis Berperan dalam Edukasi dan Mitigasi Bencana
Menurut Wahyudi, informasi kebencanaan dibutuhkan masyarakat sebelum, selama, dan setelah bencana terjadi.
Pemberitaan yang akurat dapat membantu masyarakat mengenali potensi ancaman, memahami langkah mitigasi, serta mengikuti perkembangan pemulihan wilayah terdampak.
Selain menyampaikan laporan langsung, jurnalis televisi dapat memanfaatkan kekuatan visual untuk menjelaskan dampak bencana. Dokumentasi pascabencana yang informatif juga membantu masyarakat memahami risiko dan pentingnya kesiapsiagaan.
“Penyajian dokumentasi pascabencana yang kaya visual dan mudah dipahami diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali risiko sekaligus memperkuat kesiapsiagaan,” ujarnya.
Peran tersebut menuntut jurnalis menyajikan informasi yang mudah dipahami tanpa mengabaikan ketepatan fakta. Pemberitaan juga perlu membantu masyarakat memahami situasi dan langkah yang relevan untuk mengurangi risiko bencana.
Tantangan AI dan Hoaks dalam Jurnalisme Kebencanaan
Musda V IJTI Sumbar juga menjadi ruang evaluasi terhadap perubahan lanskap jurnalistik. Perkembangan algoritma media sosial, penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta penyebaran hoaks menuntut jurnalis semakin cermat dalam memproduksi dan mendistribusikan informasi.
Dalam peliputan bencana, kecepatan bukan satu-satunya ukuran kualitas berita. Jurnalis tetap perlu memverifikasi fakta agar informasi yang beredar tidak memicu kepanikan atau menghambat proses penanganan bencana.
Karena itu, akurasi, integritas, independensi, dan profesionalisme tetap menjadi prinsip utama dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Melalui forum ini, IJTI Sumbar diharapkan dapat memperkuat komitmen anggotanya terhadap pemberitaan yang bertanggung jawab. Komitmen tersebut terutama penting dalam peliputan bencana yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
Musda IJTI Sumbar Agendakan Pemilihan Pengurus Baru
Sekretaris Pelaksana Musda V IJTI Pengda Sumbar, Dasril Reta Hadisuri, menjelaskan kegiatan ini mencakup agenda organisasi sekaligus pengembangan kapasitas jurnalis.
Panitia menjadwalkan pemilihan ketua dan pengurus baru, talkshow tentang penanganan bencana hidrometeorologi, serta pemberian penghargaan kepada tokoh atau lembaga inspiratif dan jurnalis kebencanaan.
Rangkaian kegiatan juga akan menghadirkan hiburan seni tradisional Minangkabau. Ketua Umum IJTI Pusat, Herik Kurniawan, dijadwalkan hadir bersama sejumlah pengurus pusat dan Koordinator Wilayah IJTI Sumatera, Gusti Yennosa.
Selain agenda diskusi dan organisasi, peserta akan mengikuti jalan santai menuju Bukit Gado-gado pada Minggu (25/10/2026) pagi.
Panitia berharap seluruh kegiatan dapat mempererat hubungan antaranggota sekaligus meningkatkan perhatian terhadap persoalan kebencanaan di Sumatera Barat.
Evaluasi Kepengurusan IJTI Sumbar Periode 2022–2026
Musda V IJTI Sumbar juga menandai berakhirnya masa kepengurusan periode 2022–2026. Forum empat tahunan ini menjadi kesempatan bagi anggota untuk mengevaluasi program kerja dan menentukan arah organisasi berikutnya.
Ketua IJTI Pengda Sumbar periode 2022–2026, Defri Mulyadi, menjelaskan Musda merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat daerah. Pelaksanaannya juga memenuhi ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat daerah, Musda diselenggarakan untuk memenuhi amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART),” katanya.
Melalui forum tersebut, anggota dapat menyampaikan aspirasi, menilai pelaksanaan program kerja, serta memilih ketua dan jajaran pengurus untuk periode selanjutnya.
Defri berharap Musda V IJTI Sumbar dapat menghasilkan keputusan yang mendukung kemajuan organisasi dan peningkatan kualitas jurnalistik di daerah.
“Kami berharap pelaksanaan Musda V IJTI Sumbar pada 23–25 Oktober 2026 di Kota Padang dapat berlangsung lancar, aman, damai, dan demokratis,” pungkas pria yang akrab disapa Imung tersebut.
Melalui Musda ini, IJTI Pengda Sumbar semakin memperkuat profesionalisme jurnalis televisi, terutama dalam menyampaikan informasi kebencanaan yang faktual, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Penguatan kualitas pemberitaan dan literasi kebencanaan menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana di Sumatera Barat. (*)






