Pessel, Javanusa—N Riswandi yang akrab disapa Acik menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Ketua Umum (Ketum) Ikatan Keluarga Wilayah Lengayang (IKWAL) IV Jurai periode 2026-2031.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada seluruh bapak, ibu, dan dunsanak semuanya atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk memimpin IKWAL IV Jurai periode 2026-2031 ini,” ujar Acik saat dihubungi media ini, Minggu (3/5/2026) di Painan.
Ia menjelaskan penetapan dirinya sebagai ketua dilakukan melalui kesepakatan lima orang tim formatur yang sebelumnya telah dikukuhkan, sehingga mencerminkan semangat musyawarah dan kebersamaan di antara warga Lengayang.
“Amanah ini merupakan kehormatan besar bagi saya, namun juga menjadi tanggung jawab yang tidak ringan untuk dijalankan,” katanya.
Menurut Acik, keberhasilan dalam menjalankan organisasi tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari seluruh keluarga besar IKWAL IV Jurai.
“Saya yakin, dengan dukungan dan kebersamaan kita semua, tugas yang berat ini akan terasa lebih ringan,” ungkapnya.
Ia menegaskan perantauan merupakan tempat bagi masyarakat untuk mencari nafkah, namun identitas sebagai warga Lengayang harus tetap dijaga.
“Di mana pun kita berada, Lengayang tetap menjadi bagian dari jati diri kita yang tidak boleh dilupakan,” ujarnya.
Acik menyebutkan keberadaan IKWAL IV Jurai menjadi wadah penting dalam mempererat hubungan kekeluargaan antar warga Lengayang di perantauan.
“IKWAL ini adalah rumah kita bersama, tempat kita saling berbagi, saling membantu, dan menjaga kebersamaan,” katanya.
Ia juga menyampaikan salah satu fokus utama ke depan adalah meningkatkan silaturahmi di antara seluruh anggota.
“Kita tidak ingin ada satu pun warga Lengayang yang merasa sendiri di perantauan. Semua harus saling merangkul,” tegasnya.
Selain itu, Acik menekankan pentingnya membangun sinergi antara perantauan dan kampung halaman dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kita di rantau harus tetap terhubung dengan kampung halaman, agar bisa ikut berkontribusi dalam pembangunan Lengayang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa peran perantau sangat dibutuhkan, baik dalam bentuk pemikiran, jaringan, maupun kontribusi nyata lainnya.
“Potensi kita di rantau sangat besar jika dikelola dengan baik dan diarahkan untuk kemajuan bersama,” ujarnya.
Acik juga mengingatkan pengurus hanyalah sebagai pengarah dalam organisasi, sementara kekuatan utama tetap berada pada seluruh anggota.
“Pengurus hanyalah nakhoda, tetapi mesin penggeraknya adalah kita semua,” katanya.
Ia mengajak seluruh keluarga IKWAL IV Jurai supaya aktif memberikan saran dan kritik yang membangun demi kemajuan organisasi.
“Saya sangat membuka diri terhadap masukan, karena itu menjadi bagian penting dalam membesarkan organisasi ini,” tuturnya.
Acik berharap IKWAL IV Jurai dapat menjadi rumah kedua yang nyaman bagi seluruh warga Lengayang di perantauan.
“Kita ingin menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat, sehingga semua merasa memiliki dan betah berada di dalamnya,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk menjaga kekompakan dan memperkuat rasa kebersamaan dalam setiap kegiatan.
“Kekompakan adalah kunci utama agar organisasi ini bisa terus berjalan dan berkembang,” katanya.
Dalam pesannya, Acik turut menyampaikan harapan agar masyarakat Lengayang, baik di kampung halaman maupun di perantauan, terus menjaga nilai persatuan dan gotong royong.
“Kalau kita bersatu, tidak ada yang tidak bisa kita capai untuk kemajuan daerah kita,” ucapnya.
Ia juga mengajak generasi muda Lengayang untuk ikut terlibat aktif dalam organisasi sebagai penerus estafet kepemimpinan.
“Kami berharap generasi muda dapat membawa semangat baru dan inovasi untuk IKWAL ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari program kerja, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan oleh anggota.
“Yang terpenting adalah bagaimana IKWAL ini benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota,” katanya.
Acik berharap setiap langkah yang diambil oleh organisasi mendapat keberkahan dan kemudahan.
“Kita berharap semua yang kita lakukan mendapat ridha dari Allah SWT dan membawa kebaikan bagi kita semua,” tuturnya.
Sebagai penutup, Acik menyampaikan pesan yang menggambarkan kecintaan terhadap kampung halaman meskipun berada di perantauan.
“Walaupun kita tinggal di rantau, Lengayang tetap di hati kita,” ungkapnya.
Ia optimistis, dengan dukungan seluruh warga Lengayang, IKWAL IV Jurai akan menjadi organisasi yang semakin solid, kompak, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah. (niks)






