Pessel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) mengajukan penambahan armada mobil perpustakaan keliling kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) di Jakarta di tahun 2026 ini.
Pengajuan tersebut dilakukan untuk meningkatkan layanan literasi masyarakat yang tersebar di berbagai nagari di daerah itu.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pessel, Adril Yesmen mengatakan saat ini daerah tersebut hanya memiliki tiga unit mobil perpustakaan keliling.
Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal untuk melayani masyarakat di wilayah Pesisir Selatan yang cukup luas.
Ia menjelaskan, dari tiga unit mobil perpustakaan keliling yang tersedia, hanya satu unit yang saat ini benar-benar siap digunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sementara dua unit lainnya masih membutuhkan perbaikan dan servis agar dapat kembali beroperasi secara optimal.
Menurut Adril, keterbatasan armada tersebut menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di nagari yang jauh dari pusat layanan perpustakaan daerah.
“Mobil perpustakaan keliling sangat membantu kami menjangkau masyarakat hingga ke pelosok nagari. Namun dengan jumlah yang terbatas, pelayanan belum bisa menjangkau seluruh wilayah secara maksimal,” ujarnya, Rabu (10/3).
Ia menambahkan, keberadaan mobil perpustakaan keliling sangat penting karena menjadi sarana untuk mendekatkan layanan bahan bacaan kepada masyarakat, khususnya di daerah yang sulit dijangkau oleh layanan perpustakaan tetap.
Adril menyebutkan, Kabupaten Pesisir Selatan memiliki 182 nagari yang tersebar di 15 kecamatan. Kondisi geografis wilayah yang cukup luas, mulai dari kawasan pesisir hingga perbukitan, membuat layanan perpustakaan keliling menjadi sangat strategis dalam memperluas akses literasi masyarakat.
Selain itu, mobil perpustakaan keliling harus menempuh perjalanan cukup jauh ketika memberikan pelayanan di lapangan. Karena itu, kondisi kendaraan harus dipastikan dalam keadaan baik agar tidak mengalami kendala saat melayani masyarakat.
“Kami tidak ingin kendaraan mengalami kendala di tengah perjalanan ketika sedang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu dua unit mobil yang ada saat ini masih perlu perbaikan dan servis terlebih dahulu,” jelasnya.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pesisir Selatan pada tahun 2026 telah mengajukan proposal bantuan kendaraan perpustakaan keliling kepada Perpustakaan Nasional RI.
Melalui proposal tersebut, pemerintah daerah berharap dapat memperoleh tambahan armada sehingga layanan perpustakaan keliling dapat menjangkau lebih banyak masyarakat hingga ke tingkat nagari.
Adril mengatakan, penambahan sarana layanan perpustakaan keliling juga menjadi bagian dari upaya mendukung Program Unggulan (Progul) Nagari Pandai Pesisir Selatan 2025-2030, yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya baca di tengah masyarakat.
“Melalui program Nagari Pandai, kami ingin mendorong masyarakat Pesisir Selatan menjadi masyarakat yang gemar membaca, memiliki wawasan luas, serta mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah ini,” ungkapnya.
Untuk menarik minat masyarakat, khususnya anak-anak, Dinas Perpustakaan juga merancang inovasi dalam pelayanan perpustakaan keliling. Salah satunya dengan menghadirkan pemutaran film edukasi seperti film sejarah perjuangan bangsa, pendidikan karakter, serta berbagai materi pembelajaran lainnya.
Konsep tersebut mengingatkan pada kegiatan penyuluhan pada masa lalu yang memanfaatkan layar tancap di desa-desa.
“Namun saat ini metode tersebut akan dikemas lebih modern dengan menggunakan infokus, layar portabel, serta perangkat multimedia lainnya agar lebih menarik dan edukatif bagi masyarakat,” tutupnya. (niks)






