Air Galon atau Air Keran Rebus, Mana yang Lebih Sehat? Ini Perbandingan Kebersihan dan Keamanannya

Penulis -

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang wanita sedang minum air putih. (Foto: Pexels)

Ilustrasi seorang wanita sedang minum air putih. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Air minum yang dikonsumsi setiap hari seharusnya tidak hanya jernih, tetapi juga terbebas dari kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan.

Banyak masyarakat menggunakan air galon sebagai sumber air minum utama, sementara sebagian lainnya mengandalkan air keran yang direbus sebelum dikonsumsi.

Meski proses perebusan mampu membunuh sebagian besar mikroorganisme, air keran yang telah direbus belum tentu sepenuhnya aman.

Risiko kontaminasi masih dapat berasal dari bakteri tertentu, logam berat, maupun zat kimia yang terkandung dalam sumber air.

Beberapa jenis bakteri bahkan diketahui memiliki daya tahan terhadap suhu tinggi.

Salah satunya adalah Clostridium botulinum, bakteri yang dapat ditemukan di tanah, sungai, dan danau serta berpotensi menyebabkan botulisme pada manusia.

Perbandingan Kebersihan Air Galon dan Air Keran Rebus

Sebelum memilih sumber air minum, masyarakat perlu memahami perbedaan tingkat kebersihan antara kedua jenis air tersebut.

1. Kebersihan Air

Air keran umumnya berasal dari dua sumber utama, yakni air tanah dari sumur dan pasokan perusahaan air minum (PAM). Meskipun air PAM telah melalui proses pengolahan, kualitasnya dapat menurun selama distribusi menuju rumah pelanggan. Kontaminasi dapat terjadi melalui jaringan pipa yang digunakan untuk menyalurkan air.

Sementara itu, air sumur juga tidak selalu bebas dari pencemaran. Kandungan logam berat maupun zat berbahaya dari lingkungan sekitar berpotensi memengaruhi kualitas air tanah. Karena itu, air PAM maupun air sumur sebaiknya disaring dan direbus terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai air minum.

Berbeda dengan air keran, air minum dalam kemasan (AMDK) yang dijual dalam bentuk galon diproduksi melalui proses higienis dan harus memenuhi standar mutu tertentu.

Produk yang telah memiliki izin edar dari BPOM dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) umumnya dapat langsung dikonsumsi.

Baca Juga :  Kualitas Udara Padang Kembali Tidak Sehat, ISPU Berubah Setiap Jam, Sekolah Terapkan PJJ
2. Keamanan Konsumsi

Untuk memastikan keamanan air sumur, pengujian laboratorium menjadi langkah yang paling disarankan. Pemeriksaan tersebut dapat menentukan apakah air layak dikonsumsi atau masih mengandung zat pencemar.

Jika belum pernah diuji, air sumur maupun air PAM sebaiknya tidak langsung diminum, terutama bila memiliki warna keruh, bau menyengat, atau rasa yang tidak normal.

Di sisi lain, air galon yang masih dalam masa edar dan disimpan dengan benar umumnya aman digunakan. Namun, kemasan plastik tetap memiliki risiko kontaminasi bakteri apabila disimpan terlalu lama atau terpapar panas secara terus-menerus.

Air yang Difilter Dinilai Lebih Aman

Selain perebusan, penyaringan atau filtrasi menjadi metode yang banyak direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas air minum.

National Sanitation Foundation (NSF) menilai bahwa air yang telah melalui proses filtrasi memiliki kualitas yang lebih baik dan lebih aman untuk kebutuhan sehari-hari dibandingkan air yang hanya direbus.

Tips Memilih Air Minum yang Aman Jika Menggunakan Air Galon

Pastikan produk berasal dari merek yang telah terdaftar di BPOM dan memenuhi standar SNI. Selain itu, periksa kondisi kemasan serta tanggal edar produk sebelum digunakan.

Penyimpanan juga perlu diperhatikan. Hindari menempatkan galon di area yang terkena sinar matahari langsung atau suhu tinggi dalam waktu lama.

Jika menggunakan air meran rebus lakukan pengujian kualitas air melalui laboratorium atau dinas kesehatan setempat untuk mengetahui tingkat keamanannya.

Setelah dinyatakan layak, gunakan sistem penyaringan terlebih dahulu sebelum merebus air hingga matang.

Langkah ini dapat membantu mengurangi risiko paparan kuman maupun zat pencemar yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Pada akhirnya, pilihan antara air galon dan air keran rebus bergantung pada kualitas sumber air, proses pengolahan, serta cara penyimpanannya.

Baca Juga :  Kuliah Umum Bersama Menaker Yassierli di Unand, Gubernur Mahyeldi Fokus Atasi Masalah Ketenagakerjaan di Sumbar

Yang terpenting, air yang dikonsumsi harus memenuhi standar kebersihan dan keamanan agar kesehatan keluarga tetap terjaga. (*/red)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru