Ajukan Banding, Tom Lembong Lawan Vonis 4,5 Tahun Penjara Kasus Impor Gula

Penulis -

Rabu, 23 Juli 2025 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tom Lembong resmi ajukan banding atas vonis 4,5 tahun penjara dalam kasus korupsi impor gula. (Foto: IG @tomlembong)

Tom Lembong resmi ajukan banding atas vonis 4,5 tahun penjara dalam kasus korupsi impor gula. (Foto: IG @tomlembong)

Jakarta, Javanusa—Mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong, resmi mengajukan permohonan banding atas vonis 4 tahun 6 bulan penjara yang dijatuhkan dalam kasus korupsi impor gula.

Upaya hukum ini diajukan melalui tim kuasa hukumnya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa (22/7/2025).

Dalam keterangan kepada media, kuasa hukum Tom, Zaid Mushafi, menyebut pihaknya akan segera melengkapi memori banding dalam beberapa hari ke depan.

Menurutnya, ada sejumlah kejanggalan yang akan dijadikan dasar banding.

“Kami mempertanyakan bagaimana kerugian akibat kelebihan bayar PT PPI terhadap perusahaan swasta bisa dibebankan kepada Pak Tom. Di mana korelasinya?” ungkap Zaid.

Ia juga menilai angka kerugian negara sebesar Rp 194 miliar hanyalah kerugian potensial (potential loss) dan tidak semestinya dijadikan dasar vonis.

Oleh karena itu, banding diajukan agar pengadilan tinggi dapat mengevaluasi ulang keputusan pengadilan tingkat pertama.

Putusan Dinilai Abaikan Fakta Sidang

Zaid juga menyayangkan majelis hakim tidak mempertimbangkan sejumlah fakta penting dalam persidangan.

Ia menyebut kebijakan impor gula yang dituding melanggar hukum itu sebenarnya merupakan perintah Presiden saat itu.

“Saksi dari Inkopkar, Inkopol, dan bahkan ahli dari JPU menyarankan agar keterangan Presiden juga didengar. Namun, hakim justru mengabaikan,” tegas Zaid.

Menurutnya, Tom tetap akan mengajukan banding bahkan jika hanya dijatuhi satu hari penjara, karena ingin membersihkan nama baik dan memperjuangkan keadilan.

Vonis Hakim: 4,5 Tahun Penjara dan Denda Rp 750 Juta

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Tom Lembong bersalah dalam kasus korupsi terkait penerbitan izin impor gula kepada delapan perusahaan swasta.

Hakim menyebut izin tersebut dikeluarkan tanpa rekomendasi dari Kementerian Perindustrian, yang seharusnya menjadi prosedur wajib.

Baca Juga :  Prabowo Lantik Kepala dan Wakil Kepala BGN, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim Dennie Arsan Fatrika menjatuhkan hukuman penjara selama 4 tahun 6 bulan serta denda sebesar Rp 750 juta, dengan subsider enam bulan kurungan jika tidak dibayar.

Meski demikian, hakim tidak menjatuhkan hukuman uang pengganti kepada Tom karena dianggap tidak menikmati hasil korupsi. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan yang meringankan terdakwa.

Kerugian Negara Capai Rp 194 Miliar

Kasus ini dinyatakan merugikan negara sebesar Rp 194 miliar, nilai yang seharusnya menjadi keuntungan bagi BUMN PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Namun, nilai tersebut dikategorikan sebagai potential loss, bukan kerugian aktual yang telah dinikmati oleh Tom Lembong.

Zaid menegaskan kasus ini menjadi refleksi atas kondisi penegakan hukum di Indonesia. Ia menyebut kliennya saat ini dalam keadaan sehat dan siap menghadapi proses hukum selanjutnya.

“Kasus Pak Tom ini menyadarkan kita bahwa penegakan hukum di negeri ini sedang tidak baik-baik saja,” pungkas Zaid. (*/red)

Sumber: detik.com

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:55 WIB

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru