Padang, Javanusa—Pascabanjir yang melanda Kelurahan Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, sejumlah warga terdampak dan korban jiwa tercatat dalam peristiwa tersebut. Upaya pemulihan dilakukan melalui kolaborasi akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Himpunan Mahasiswa Departemen Biologi FMIPA Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat selama satu bulan di Koto Pulai. Program tersebut ditutup pada Sabtu (28/2/2026) di Masjid Al-Munawwarah, Kelurahan Koto Pulai.
Penutupan program dilakukan oleh Staf Ahli Wali Kota Padang, Syahrial Kamat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kota Padang, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi elemen penting dalam proses pemulihan wilayah terdampak bencana.
Program bertajuk Pemulihan Pascabencana Berbasis Kebiasaan Bencana dan Inovasi Biologi ini berlangsung sejak 28 Januari 2026. Selama pelaksanaan, mahasiswa memberikan edukasi kepada warga mengenai hubungan kelestarian lingkungan dengan pencegahan bencana, pemetaan potensi bahaya, serta langkah mitigasi mandiri di tingkat komunitas.
Kegiatan tersebut didampingi dosen pembimbing Sandi Francisco Pratama, Rijal Satria, dan Fitri Olivia Rahmi. Materi disampaikan melalui pendekatan partisipatif agar kewaspadaan terhadap bencana dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
Program ini juga memanfaatkan inovasi biologi sebagai bagian dari strategi pemulihan, yang diimplementasikan melalui pemberdayaan ibu-ibu TP PKK serta remaja masjid di Kelurahan Koto Pulai.
Keterlibatan kelompok tersebut diarahkan untuk memperkuat peran komunitas dalam menjaga lingkungan dan kesiapsiagaan bencana secara berkelanjutan.
Melalui program ini, Kelurahan Koto Pulai diharapkan dapat menjadi contoh penerapan kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pemulihan pascabencana berbasis edukasi dan pemberdayaan lokal. (*/red)






