Andrea Bocelli Gelar Konser di Borobudur dan Jakarta, Targetkan Dampak Ekonomi Rp792 Miliar

Penulis -

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana saat konferensi pers konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta, (19/8/2026). (Foto: Kemenpar)

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana saat konferensi pers konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta, (19/8/2026). (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Javanusa—Maestro tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, akan membawa konser “Romanza 30th Anniversary World Tour” ke Indonesia pada akhir Oktober hingga awal November 2026.

Konser tersebut berlangsung di kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober dan JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.

Kehadiran Andrea Bocelli tidak hanya menjadi agenda musik internasional. Pemerintah melihat konser ini sebagai peluang untuk memperkuat nation branding, mempromosikan budaya, serta menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di Indonesia. Ia menyampaikan apresiasi kepada Shoemaker Studios, sponsor, mitra, dan berbagai pihak yang terlibat.

Menurut Widiyanti, konser tersebut mempertemukan musik kelas dunia dengan kekayaan destinasi, budaya, dan heritage Indonesia.

“Bagi kami di Kementerian Pariwisata, kehadiran Andrea Bocelli di Indonesia memiliki arti istimewa karena menjadi momentum yang mempertemukan musik kelas dunia dengan kekayaan destinasi, budaya, dan heritage Indonesia,” kata Menpar Widiyanti dalam konferensi pers di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Ia menilai Borobudur memiliki posisi strategis sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas. Kawasan tersebut juga menjadi bagian penting dari warisan budaya Indonesia yang telah dikenal luas di dunia.

Di sisi lain, Jakarta merepresentasikan Indonesia yang modern, multikultural, dinamis, dan terbuka terhadap penyelenggaraan pertunjukan internasional.

“Dua lokasi ini memberikan pesan yang sangat jelas bahwa Indonesia memiliki kekayaan pengalaman yang sangat beragam. Kita memiliki heritage destination yang kuat, sekaligus kota-kota modern yang mampu menjadi tuan rumah bagi berbagai world-class events,” ujar Widiyanti.

Konser Andrea Bocelli Dorong Pergerakan Ekonomi

Kementerian Pariwisata menilai event internasional memiliki efek berantai terhadap perekonomian daerah. Aktivitas wisatawan selama konser dapat meningkatkan transaksi tiket, akomodasi, transportasi, kuliner, hingga penggunaan berbagai fasilitas.

Dampaknya juga menjangkau vendor, UMKM, pekerja seni, komunitas, dan pelaku industri pendukung lainnya. Kondisi tersebut membuka peluang kerja sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih Hadirkan Komedi Horor, Persahabatan 5 Sekawan Kembali Diuji

Pemerintah menjalankan program Event by Indonesia untuk mendukung berbagai kegiatan terkurasi. Pada 2026, Kementerian Pariwisata menargetkan dukungan terhadap 206 event yang mencakup kegiatan daerah, nasional, internasional, serta MICE.

Hingga Juli 2026, sebanyak 105 event yang memperoleh dukungan tersebut telah berlangsung. Sebagian kegiatan juga telah melalui kajian dampak ekonomi.

Hasil kajian mencatat lebih dari 6,47 juta pengunjung. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 11 ribu UMKM dan 184 ribu pekerja seni serta komunitas.

Dari rangkaian kegiatan itu, pemerintah memperkirakan perputaran uang mencapai Rp1 triliun.

Sementara itu, konser Andrea Bocelli diproyeksikan mendatangkan sekitar 7.000 penonton ke Borobudur dan 9.000 penonton ke JIExpo Kemayoran. Kedua pertunjukan tersebut ditargetkan menghasilkan dampak ekonomi sekitar 44 juta dolar AS atau setara Rp792 miliar.

Pemerintah Siapkan Dukungan untuk Wisatawan

Kementerian Pariwisata juga menyiapkan sejumlah dukungan untuk menunjang penyelenggaraan konser. Salah satunya berupa fasilitasi pengurusan visa bagi para seniman melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Pemerintah turut memberikan dukungan terhadap kemudahan perizinan masuk untuk kebutuhan logistik pertunjukan. Langkah tersebut bertujuan membantu kelancaran mobilisasi artis dan kebutuhan produksi konser.

Selain itu, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Garuda Indonesia melalui Program Tiket Penerbangan Gratis atau Free Add-on Tickets.

Program tersebut menyediakan tiket penerbangan domestik pulang-pergi gratis menuju Yogyakarta bagi wisatawan mancanegara yang menggunakan Garuda Indonesia. Ketentuan berlaku bagi wisatawan dengan tujuan utama Jakarta atau Bali sesuai mekanisme program.

Kementerian Pariwisata juga menggandeng travel agents dan tour operators untuk menyusun paket wisata di sekitar Candi Borobudur.

Paket tersebut diharapkan membuat wisatawan memperpanjang masa tinggal. Penonton juga dapat memanfaatkan kunjungan mereka untuk mengeksplorasi destinasi wisata di Borobudur dan berbagai wilayah Jawa Tengah.

“Semoga rangkaian pertunjukan ini berjalan sukses, memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh penonton, dan tentu saja menjadi momentum yang semakin memperkuat hubungan antara musik, budaya, heritage, dan pariwisata Indonesia,” kata Widiyanti.

Baca Juga :  Arus Balik Tol Trans Jawa Melandai, 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

Ia juga mengajak masyarakat dan penggemar Andrea Bocelli memanfaatkan momentum tersebut. Menurutnya, Indonesia perlu menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah pertunjukan kelas dunia.

“Mari kita tunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi juga tempat yang mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia yang tidak terlupakan,” ucap Menpar Widiyanti.

Konser Andrea Bocelli Jadi Momentum Diplomasi Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melihat konser Andrea Bocelli di Borobudur sebagai bagian dari upaya memajukan kebudayaan nasional. Ia menyebut agenda tersebut dapat menjadi ruang diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.

“Kehadiran Andrea Bocelli di Candi Borobudur merupakan kesempatan yang sangat langka, karena sesuai amanat konstitusi Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945, menjadikan konser ini sebagai momentum untuk mempromosikan budaya Indonesia di mata dunia, sekaligus membawa semangat promosi budaya dan pariwisata Indonesia,” ungkap Fadli Zon.

Menurut Fadli, perpaduan antara pertunjukan musik kelas dunia dan situs warisan budaya memberikan kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada audiens global.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai konser Andrea Bocelli menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia.

Ia menyebut kegiatan tersebut dapat membuka ruang untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus memperluas eksposur pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Bagi Kementerian Ekonomi Kreatif, konser kelas dunia bukan hanya menghadirkan penyanyi internasional, tetapi juga menampilkan musisi Indonesia dalam satu panggung. Kolaborasi seperti ini menjadi ruang pertukaran pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang agar karya dan talenta Indonesia semakin dikenal di tingkat global,” kata Teuku Riefky.

Borobudur Dipilih sebagai Lokasi Konser

Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan penyelenggaraan konser Andrea Bocelli merupakan hasil kolaborasi lintas pihak. Kementerian Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Pariwisata ikut mendukung agenda tersebut.

Baca Juga :  Kemenpar Buka Kurasi KEN 2027, Daerah Diminta Siapkan Event Unggulan

Kolaborasi itu diarahkan untuk menciptakan seamless experience bagi wisatawan. Pemerintah berharap penyelenggaraan konser mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus mendorong mobilitas wisatawan nusantara.

“Kami meyakini bahwa kawasan Borobudur siap mengadakan konser yang akan menjadi momentum nation branding Borobudur maupun Indonesia di mata dunia,” kata Maya.

Founder of Shoemaker Studios Prajna Murdaya turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, industri, dan masyarakat penting agar event internasional menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Prajna menjelaskan bahwa Borobudur memiliki alasan khusus sebagai salah satu lokasi konser. Karakter musik klasik Andrea Bocelli dinilai memiliki pesan yang selaras dengan nilai harmoni, cinta, dan kasih yang melekat pada pemilihan lokasi tersebut.

“Kepada maestro Andrea Bocelli, terima kasih telah berkenan datang ke Indonesia dan telah mempercayakan suara Anda kepada Borobudur,” kata Prajna.

Kampung Budaya Hadir di Rangkaian Konser

Penyelenggara juga menyiapkan Kampung Budaya untuk melengkapi rangkaian konser di Borobudur. Area tersebut akan menghadirkan seni tradisional, kuliner, serta berbagai potensi pariwisata Magelang dan Jawa Tengah.

Pemegang tiket konser juga memperoleh akses ke Candi Borobudur pada hari penyelenggaraan. Dengan demikian, pengalaman pengunjung tidak berhenti pada pertunjukan musik.

Penyelenggara turut menyediakan paket konser yang mencakup transportasi, akomodasi, serta pengalaman budaya lokal. Konsep tersebut diharapkan menjadikan konser Andrea Bocelli sebagai bagian dari perjalanan wisata di Indonesia.

Rangkaian Romanza 30th Anniversary World Tour di Indonesia akhirnya tidak hanya menawarkan pertunjukan musik. Agenda tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan warisan budaya, destinasi wisata, dan potensi ekonomi kreatif Indonesia kepada masyarakat internasional.

Informasi lebih lanjut mengenai konser Andrea Bocelli dapat diperoleh melalui laman resmi indonesia.travel atau akun Instagram @shoemakerstudios. (*)

Berita Terkait

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu
Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu
Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati
AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film
Dodo Rilis Single Layar Kaca, Ceritakan Rindu dan Hubungan Jarak Jauh
Sinopsis Film Serangan Balik di Netflix: Aksi Lukman Sardi Melawan Sindikat Kriminal
Siap Mencekam! Film Dewi Siluman Ular Rilis 12 November 2026, Intip Sinopsis Lengkapnya
BRIE Rilis SIREN, Single Alternative R&B tentang Keberanian Menjadi Diri Sendiri

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru