Kunjungan PM India Narendra Modi ke Prambanan Perkuat Pariwisata Budaya Indonesia-India

Penulis -

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat berkunjung ke Candi Prambanan, Yogyakarta. (Foto: Kemenpar)

Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat berkunjung ke Candi Prambanan, Yogyakarta. (Foto: Kemenpar)

Yogyakarta, Javanusa—Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Candi Prambanan, Yogyakarta, menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan Indonesia dan India melalui jalur budaya, spiritualitas, dan pariwisata.

Pemerintah Indonesia menilai momen tersebut sekaligus membuka peluang memperluas kerja sama wisata, meningkatkan konektivitas, dan menarik lebih banyak wisatawan asal India.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Indonesia dan India memiliki ikatan sejarah yang kuat. Kedekatan itu tercermin dalam seni, bahasa, sastra, arsitektur, tradisi spiritual, hingga kisah Ramayana dan Mahabharata yang berkembang di kedua negara.

“Kami melihat kunjungan Perdana Menteri Modi ke Prambanan sebagai momentum yang sangat penting untuk memperkuat hubungan antar masyarakat atau people-to-people contact antara Indonesia dan India. Hubungan kedua negara bukan hanya hubungan diplomatik, tetapi juga hubungan budaya dan peradaban yang telah terbangun sejak lama,” ujar Widiyanti saat mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto di Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, Candi Prambanan menjadi bukti nyata perjumpaan dua peradaban. Kompleks candi Hindu tersebut memperlihatkan bagaimana nilai-nilai budaya India diterima, dikembangkan, lalu menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia.

“Kami ingin menjadikan Prambanan sebagai salah satu jembatan penting dalam memperkuat hubungan pariwisata budaya dan spiritual antara Indonesia dan India. Bersama Bali, Prambanan memiliki kedekatan emosional dan spiritual yang kuat dengan wisatawan India,” katanya.

Kerja Sama Pariwisata Terus Diperluas

Selain mendukung kunjungan kenegaraan PM Modi, Kementerian Pariwisata terus memperkuat kolaborasi dengan India di sektor pariwisata.

Indonesia dan India telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama pariwisata sejak 8 Februari 2000. Kesepakatan tersebut mencakup penelitian, pengembangan sumber daya manusia, promosi, penyelenggaraan MICE, investasi, hingga kemitraan dengan sektor swasta.

Baca Juga :  Butuh Asupan Folat? Ini 10 Sayuran dan Kacang-Kacangan yang Bisa Dipilih

Kemudian, pada 30 Mei 2018, kedua negara membentuk Joint Task Force untuk meningkatkan konektivitas antara Kepulauan Andaman dan Nicobar dengan sejumlah provinsi di Pulau Sumatra.

Inisiatif itu bertujuan memperkuat perdagangan, pariwisata, dan hubungan antarmasyarakat. Hingga 2020, kedua negara terus menindaklanjuti program tersebut melalui promosi wisata bersama, pengembangan paket perjalanan, serta pertukaran budaya.

Hubungan bilateral juga diperkuat melalui berbagai forum internasional. Seperti ASEAN–India dalam implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), G20, dan UN Tourism.

Pada 2026, India memegang Keketuaan BRICS dan akan menjadi tuan rumah Pertemuan Menteri Pariwisata BRICS di Jaipur, Rajasthan, pada 19–22 Agustus 2026. India juga menjabat Wakil Ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) serta bersama Indonesia memimpin Working Group on Blue Economy.

Dorong Penerbangan Langsung ke Yogyakarta

Kementerian Pariwisata memanfaatkan kunjungan PM Modi sebagai promosi bernilai tinggi untuk mengenalkan Candi Prambanan kepada pasar India dan dunia.

Di saat yang sama, pemerintah mendorong peningkatan konektivitas udara menuju berbagai destinasi wisata Indonesia. Fokusnya tidak hanya Bali dan Jakarta, tetapi juga Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, serta destinasi prioritas lainnya.

Kemenpar terus mengupayakan pembukaan penerbangan langsung menuju Yogyakarta International Airport (YIA). Upaya itu dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah India sekaligus mendorong Angkasa Pura memberikan insentif berupa pembebasan biaya pendaratan dan parkir pesawat pada periode tertentu.

“Ke depan, Kemenpar akan terus berupaya dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan paket wisata yang menarik sekaligus memperkuat konektivitas menuju Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kami berharap semakin banyak wisatawan India mengunjungi destinasi pariwisata prioritas seperti Candi Prambanan, Borobudur, dan desa-desa wisata,” ujar Widiyanti.

Baca Juga :  Cuaca Sumbar Senin 25 Mei 2026: Didominasi Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Selain itu, pemerintah mengusulkan India masuk dalam skema Bebas Visa Kunjungan (BVK) bagi wisatawan. Usulan tersebut masih dibahas di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi.

Wisatawan India Terus Meningkat

Kedekatan budaya kedua negara dinilai membuka peluang besar bagi pengembangan wisata budaya dan spiritual di Indonesia. Sejak 2025, pemerintah juga mengembangkan peringatan Siwaratri dan Mahasiwaratri sebagai agenda budaya dan keagamaan yang berpotensi menarik wisatawan India.

Berbagai agenda lain turut memperkuat daya tarik kawasan Prambanan. Seperti Prambanan Shiwa Festival, Prambanan Jazz Festival, dan berbagai kegiatan budaya lainnya.

India saat ini menjadi salah satu pasar prioritas pariwisata Indonesia. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan India mencapai 298.450 orang. Atau meningkat 0,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam jangka lebih panjang, tren kunjungan juga terus bertumbuh. Jumlah wisatawan India meningkat dari 606.439 kunjungan pada 2023 menjadi 734.490 kunjungan pada 2025.

Kementerian Pariwisata berharap peningkatan tersebut tidak hanya berdampak pada jumlah wisatawan, tetapi juga memperkuat kualitas pengalaman berwisata, hubungan budaya, investasi, kegiatan MICE, serta interaksi antarmasyarakat.

“Melalui momentum kunjungan Perdana Menteri Modi, kami berharap dapat semakin memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia di mata wisatawan India dan komunitas internasional,” tutup Menteri Pariwisata. (*)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru