Perkuat Daya Saing dan Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan, Menpar Dorong Pelaku Pariwisata Terapkan ESG

Penulis -

Senin, 1 Juni 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana saat kegiatan Eco Tourism Week – Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Industry Forum 2026 di The Meru, Bali, Sabtu (30/5/2026). (Foto: Kemenpar)

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana saat kegiatan Eco Tourism Week – Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Industry Forum 2026 di The Meru, Bali, Sabtu (30/5/2026). (Foto: Kemenpar)

Bali, Javanusa—Pelaku industri pariwisata didorong menjadikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari strategi bisnis untuk meningkatkan daya saing sekaligus mendukung terwujudnya pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Dorongan tersebut disampaikan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, saat membuka kegiatan Eco Tourism Week – Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Industry Forum (WI-STIF) 2026 di The Meru, Bali, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Widiyanti, penerapan ESG kini menjadi salah satu pertimbangan utama bagi investor dan mitra internasional dalam menilai sebuah usaha.

Selain keuntungan ekonomi, investor juga semakin memperhatikan kelestarian lingkungan, dampak sosial, serta tata kelola perusahaan yang baik sebelum menanamkan modal.

“Kami berharap semakin banyak pelaku usaha pariwisata yang menerapkan prinsip ESG dan menjadikan keberlanjutan sebagai investasi strategis untuk jangka panjang,” ujarnya.

ESG Jadi Faktor Penting dalam Investasi Pariwisata

Widiyanti menjelaskan pemerintah terus memperkuat pembangunan pariwisata berkelanjutan melalui berbagai program dan kebijakan.

Upaya tersebut mencakup pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, pengembangan sistem pengelolaan sampah di kawasan wisata, revitalisasi destinasi prioritas, serta kajian daya dukung lingkungan.

Langkah itu bertujuan menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata dan kelestarian alam sehingga manfaat ekonomi dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.

Selain itu, pemerintah juga menempatkan Program Gerakan Wisata Bersih sebagai salah satu prioritas dalam pengembangan destinasi wisata. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha terhadap pentingnya kebersihan serta sanitasi di kawasan wisata.

Dukung Program Gerakan Indonesia ASRI

Gerakan Wisata Bersih sejalan dengan Program Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut berfokus pada penguatan pengelolaan sampah nasional sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat dan wisatawan.

Baca Juga :  Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia, Kemenpar Dorong Perluasan Bebas Visa Kunjungan

Melalui berbagai program itu, pemerintah berharap praktik pariwisata berkelanjutan dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai destinasi wisata Indonesia.

Widiyanti juga berharap forum WI-STIF 2026 menjadi sarana untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan.

Karena itu, ia mendorong seluruh pemangku kepentingan memperluas kolaborasi lintas sektor guna mempercepat transformasi industri pariwisata nasional.

“Forum ini diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi, kemitraan, dan solusi konkret yang dapat mendukung percepatan pembangunan pariwisata berkelanjutan di Indonesia,” katanya.

Forum Fokus pada Implementasi Pariwisata Berkelanjutan

Sementara itu, Co-Founder Eco Tourism Bali, Suzy Hutomo, mengatakan Ecotourism Week dirancang tidak hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama antar-pemangku kepentingan dalam mendorong penerapan praktik pariwisata berkelanjutan.

Menurut Suzy, pembahasan dalam forum tersebut tidak lagi berfokus pada konsep semata. Sebaliknya, peserta membahas langkah implementasi yang dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

Sejumlah isu yang menjadi perhatian dalam forum tersebut meliputi penerapan ESG, pengembangan pariwisata regeneratif, operasional bisnis berkelanjutan, serta penciptaan dampak positif bagi masyarakat lokal. (*/red)

Berita Terkait

WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global
Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan
WITF 2026 Kembali Digelar, Perluas Akses Pariwisata Indonesia ke Pasar Global
Dari Raja Ampat hingga Labuan Bajo, Menpar Tawarkan Peluang Investasi Wisata Bahari di Monako
Kemenpar Bidik Wisatawan Jepang lewat Tourism Expo Japan 2026
47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Michelin Keys 2026, Kemenpar Sebut Rekor Baru
Percepat Revitalisasi Kota Tua, Fadly Amran Minta Pendataan Bangunan Segera Dituntaskan
PKL Batang Arau Akan Ditata, Pemko Padang Siapkan Sentra Kuliner

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru