Jakarta, Javanusa—Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melantik Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Istana Negara, Rabu (8/10).
Pelantikan ini merupakan bagian dari rangkaian pelantikan sejumlah pejabat negara lainnya, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Masa Jabatan 2025–2030, Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Sisa Masa Jabatan 2024–2029, serta Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.
Penetapan Anggito Abimanyu sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 111/B Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisioner LPS.
Sebelum menduduki posisi ini, Anggito menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan dikenal luas sebagai ekonom senior yang berpengalaman dalam kebijakan fiskal dan keuangan publik.
Melalui unggahan resminya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Anggito atas amanah barunya di LPS.
“Kami di Kemenkeu sangat bangga dan siap terus bersinergi dengan LPS dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia serta memperkokoh fondasi sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Menkeu Purbaya.
Purbaya menegaskan, sinergi antara lembaga-lembaga keuangan negara merupakan kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang cepat berubah.
Sinergi untuk Stabilitas Sistem Keuangan
Dengan kepemimpinan baru di LPS, pemerintah berharap kolaborasi antara LPS, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin solid.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap perbankan Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan sistem keuangan dan meningkatkan perlindungan bagi nasabah di seluruh Tanah Air. (*/red)






